iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com -Cakkk…Andrea Iannone (Aprilia Racing Team Gresini) telah merampungkan banding kedua pada tanggal 7 Januari kemarin dan hasil dari banding tersebut ternyata tetap sama alias doi positif memakai Doping. Lhooo….

Pertengahan bulan Desember lalu, FIM Menerima laporan dari hasil laboratorium WADA (World Anti-Doping Agency) yang bertempat Kreischa b. Dresden (Jerman), dimana mereka berhasil menemukan analitik dari zat bagian 1.1.a Steroid Androgenik Anabolik Eksogen (AAS).

Yupps cakkk zat tersebut selain membahayakan Steroid berjenis Drostanolone ini juga dilarang keras Oleh FIM bahkan semua cabang olahraga juga melarang keras para atlet memakai zat tersebut, hal ini menyebabkan Iannone harus menjalani masa skorsing sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Namun Iannone sendiri membantah keras jika dirinya memakai Doping dan berujar bahwa ia selalu rutin ikut serta dalam pemeriksaan anti Doping yang dilakukan oleh FIM di tiap tahunnya…

Atas alasan tersebut Iannone memutuskan untuk banding dalam sidang kedua dengan membawa Sampel B yang sebelumnya telah di uji oleh Wada dan hasil dari sidang tetap saja cak jika Sampel B Iannone positif mengandung Drostanolone yang terkandung dalam urin The Maniac, namun dalam skala kecil atau rendah, sidang tersebut juga dihadiri oleh pengacara pribadi Iannone Antonio De Rensis dan konsultan teknis, Dr. Alberto Salomone.

Melalui Corsedimoto, Antonio De Rensis membeberkan mengenai kejelasan dari hasil sidang pada tanggal 7 kemarin. Dugaan awal cukup jelas bahwa Iannone terkontaminasi zat tersebut ketika ia sedang memakan daging di sepanjang akhir pekan Grand Prix Sepang, Malaysia.

“Analisis balik harus membuktikan adanya metabolit yang setara dengan 1.150 nanogram per mililiter, dalam jumlah yang kecil, kami juga percaya bahwa Iannone telah berada di Asia selama lebih dari satu bulan dan tes dilakukan setelah Grand Prix, terkait dengan sampel urin yang sangat padat ini, itu sama dengan 1,024 dikarenakan Iannone alami dehidrasi yang kuat setelah race. Ini adalah fakta yang menghibur kami terhadap tesis kontaminasi makanan, juga karena steroid dikonsumsi dengan siklus yang panjang (Tidak sesekali saja).” ujar De Rensis.

Pun begitu dengan Iannone yang juga menjelaskan kepatuhannya terhadap regulasi FIM, seperti yang ia utarakan melalui La Gazzetta dello Sport.

“Pada tahun 2018 aku berada disistem paspor biologis Wada, mereka memanggil 5 rider yang harus selalu rutin melakukan cek up, bahkan akulah yang sering di cek setidaknya 3 kali di wilayah Asia juga di luar Asia.”

Selain itu, pembalap Aprilia tersebut juga buka suara mengenai kritikan yang telah dilontarkan banyak pihak kepada dirinya..

“Itu tidak terasa berat dari opini publik, baik dalam kasus teguran atau peringatan sederhana. Jika kau setuju dengan hati nuranimu, mereka dapat melakukan seperti apa yang mereka inginkan. Jika orang – orang ingin berbicara tentang Iannone, silahkan.” Tutup Iannone

Last…Lantas bagaimana kelanjutannya? Iannone masih bisa naik bending terakhir ke Pengadilan Arbitrase Olahraga dalam Kurun beberapa waktu kedepan, nah setelah itu selang 45 hari keputusannya segera ditentukan mengenai hukuman yang akan diterima Iannone dimana batas maksimal skorsing ialah 4 Tahun pakdee, nahh jika Iannone tak kunjung naik banding maka doi terancam melewatkan Test Pra Musim Sepang, Malaysia dan Losail, Qatar dan berpeluang juga absen selama beberapa seri awal. So menurut sampeyan wajarkah jika Andrea Iannone akan mendapatkan hukuman yang cukup berat? Secara doi tidak mengetahui jika makanan yang dikonsumsi mengandung zat terlarang?…..(Cc for iwb)

Gimana reaksi sampeyan cakkk !!
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisements

9 COMMENTS

  1. Gak tau deh dg siwawan ini .
    Yang aku tau, bulan november dan desember jualan si pcx naiknya signifikan / drastis.

    Kuaaaapok mbah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here