iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cak….menjadi moment luar biasa ketika sampeyan bisa ngobrol bareng dengan pejabat tinggi sebuah pabrikan secara santai tidak terikat aturan baku atau protokoler karena kita anggap seperti teman biasa. Sharing atau diskusi berbagai kondisi salah satunya adalah kemungkinan dimasukkannya skutik keren Suzuki Swift 125 yang pernah IWB bahas di artikel sebelumnya. Siapa menyangka Suzuki sebenarnya tertarik untuk membawa motor ini ke tanah air. Namun ada satu kendala yang tidak mudah untuk dilewati. Apa itu?

Jika sampeyan melihat beberapa postingan IWB sebulan yang lalu pasti tahu sosok Suzuki Swish 125 yang digunakan oleh Alex Rins serta Joan Mir di ajang MotoGP Motegi. Menjadi motor paddock yang digunakan oleh pembalap MotoGP siapa menyangka sosok Aslinya memang ganteng. Ban gambot serta desain padat termasuk headlamp yang lebih agresif dibandingkan dengan beberapa skutik Suzuki lain membuat para blogger di lokasi cukup penasaran, apakah Suzuki Indonesia tertarik untuk membawa motor ini ke tanah air?Apakah ada kemungkinan memproduksi secara lokal atau justru ada opsi lain?

Bertemu dengan pejabat tinggi PT SIS yakni Mr. Mimuro, ternyata Suzuki sebenarnya memang tertarik untuk membawa sang skutik ke Indonesia. Namun tidak mudah karena kemungkinan besar motor hanya bisa didatangkan secara CBU bukan produksi lokal. Sebab cukup besar investasi yang harus mereka keluarkan jika melokalkan dan kondisi ini tentu membuat Suzuki pusat berpikir dua kali untuk melakukannya. Kenapa ? Karena ketika investasi sudah digelontorkan maka ada kalkulasi target minimal balik modal dan kondisi ini sangat berat. Siapa yang bisa menjamin produk akan laris?

iklan iwb

Oleh karena itu opsi yang paling realistis dan logis adalah mendatangkan secara impor. Langkah ini pun bukannya tanpa kendala sebab Suzuki harus menanggung beban pajak yang sangat besar. Sudah rahasia umum produk CBU jauh lebih mahal dibandingkan dengan rakitan lokal. Sebagai informasi Suzuki Swish 125 di Jepang dijual di kisaran 40 jutaan. Terus berapa banderol Suzuki harus menjual skutik ini di tanah air? Jika pun bisa ditekan di angka 20 jutaan, apakah kehadiran skutik ini bisa bejaban melawan Vario ataupun Aerox? Dari sini IWB mulai garuk-garuk kepala….

Hasyemmm…. jebule menjadi pabrikan tidak mudah sebab banyak kalkulasi yang mereka harus diperhitungkan. Pertimbangan yang sangat panjang sehingga pada akhirnya IWB baru melek betapa rumitnya posisi pabrikan dalam menelurkan sebuah produk. ” Gambaran tersebut belum Termasuk homologasi yang harus kita urus. Karena di Indonesia harus ada plat nomor depan sementara Suzuki swish 125 yang kita pasarkan semuanya tidak memiliki dudukan plat nomer depan. Dan kita tidak serta merta dengan mudah memasang dudukan plat nomor tanpa proses homologasi. Harus melewati tahap trial untuk memastikan dudukan plat nomor tersebut aman….” seru Mimuro…

Last…. hasil percakapan memberikan kesimpulan posisi sulit yang lepas dari kalkulasi kita sebagai biker. Beda posisi ketika pabrikan besar tersebut menguasai market besar dan dana berlimpah seperti Honda-Yamaha. Hingga pada akhirnya kita pun hanya bisa berharap ada dukungan penuh dari SMC supaya Suzuki Indonesia bisa segera memiliki Maxi Scooter ataupun melakukan facelift lebih cepat dari biasanya. Sebab tidak bisa dipungkiri produk-produk suzuki memang masih menjadi favorit soal kualitas. Material dan mesin yang bandel menjadi kelebihan yang bisa di dipertahankan Suzuki sejak dulu hingga sekarang. Hanya desain, jaringan dan yang terakhir lambatnya facelift produk. Semoga saja cak…..(iwb)

iklan iwb
Previous article[Breaking News] Nunggang Honda CBR1000RRR, Gerry Salim bertarung di Asia Superbike !!!
Next articleTertarik Yamaha XSR155 ? Baca artikel ini cak
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!