iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkkk…akhirnya kelar juga artikel test ride lengkap motor terbaru Kawasaki W175TR, retro bike yang unyuk-unyuk puolll. Yup…. tepat di tanggal 11 Desember 2019 hari ini, PT. Kawasaki Motor Indonesia (KMI) resmi telah melaksanakan event test ride motor terbaru mereka, yakni Kawasaki W175TR. Motor terbaru dari Kawasaki ini adalah hasil diversifikasi dari Kawasaki W175 standart, yang baru saja dirilis tanggal 28 November 2019 lalu. Setelah melihat lebih lanjut mengenai detail dari motor ini, saatnya tuntaskan penasaran dengan Test Ride dan Review Kawasaki W175TR! Bertempat di Clique Cafe and Bar Gading Serpong BSD, Kawasaki W175TR siap “disiksa” oleh teman-teman media, Blogger dan Motovlogger. Dan inilah jalannya test ride lengkap sang retro…gazzzz cakkkk !!!

IWB cukup penasaran, betul cak karena sejatinya ada beberapa hal yang berbeda dibanding versi standart. Kode TR bisa dibilang sebagai Tracker, atau Kawasaki sendiri menyebutnya sebagai versi Street Scrambler dengan gaya yang khas. Perbedaan ada di tangki yang jauh lebih ramping daripada W175 standar, knalpot upswept, suspensi lebih panjang, hingga ban dengan pola semi dual purpose yang bikin pede dibawa di berbagai medan. Jelas, versi ini jauh lebih menarik kangbro! Dengan harga yang justru lebih murah (29-31 jutaan).

Rasa penasaran semakin memuncak, para awak media termasuk IWB horaaa sabar ingin segera geber W175 TR di BSD. Trek yang diberikan pun sangat menarik cak, yakni kombinasi jalanan aspal dengan jalan non aspal (agak rusak, tanah). Kami dibagi menjadi 10 grup riding, IWB kebagian di kelompok 8. Pas banget, dapat unit W175 TR dengan warna kuning yang terasa sangat spesial, diantara warna-warna lain.

iklan iwb

Bagaimana Review Kawasaki W175 TR ini? Daripada berlama-lama, langsung aja kita bahas!

First Impression

Kurang lengkap rasanya bahas motor tanpa kita sebutkan dulu First Impressionnya, terutama dari segi impresi serta ergonomi menaiki motor ini. Soal desain, no doubt, keren! Desain terasa cocok dari ujung headlamp hingga ujung stoplamp. Pemakaian tangki yang lebih kecil dan ringkas ternyata membuat feel naik motor ini jadi lebih mantap!

Posisi duduk tegak, nyaman, diusung oleh jok model baru yang empuk dan dijahit ala motor-motor jaman dulu, cakep! Stang yang sedikit lebih lebar dan shock depan yang lebih tinggi terasa nyaman dinaiki oleh riders dengan tinggi lebih dari 170cm. Hal ini didukung dengan footstep yang bersahabat membuat kaki jadi makin tegak, jadi mempengaruhi kenyamanan juga nih!

Namun, ada beberapa hal yang sepertinya masih kental dengan W175 standart. Seperti soal fitur, performa mesin, dan pengereman. Menarik nih untuk jadi highlight review…yo wis langsung aja pakdeeee!

Performa

Sudah pernah merasakan naik W175 standart? IWB rasa gak ada ubahan begitu banyak mengenai sektor tenaga. Kawasaki W175 TR dibekali mesin 175cc 1 Silinder SOHC 2 Valve berpendingin udara, yang menghasilkan tenaga puncak hingga 13 PS dengan Torsi maksimal 13,6 Nm. Bagaimana realnya?

Nyatanya, tenaga W175 TR terasa lebih besar dibanding yang tertera di angka. Tenaga terasa cukup, khas motor dengan karburator konvensional Skep yang “jambak” di putaran bawah hingga menengah. Akselerasi terdongkrak dengan baik berkat penggunaan karburator Mikuni VM24, yang memberikan tenaga spontan kepada riders. Kalau dibandingkan dengan motor 150cc dengan spesifikasi mirip, jelas W175 lebih unggul. No replacement for displacement.. Kenaikan tenaga positif, linear sejak putaran bawah.

Akselerasi 0-80 bisa didapat dengan cukup mudah, bisa sekitar 9-10 detik saja. Top speed yang didapat di straight BSD hingga 110km/jam on speedometer. Padahal bobot IWB super ki cak :mrgreen: . Realnya mungkin hanya 100km/jam akibat deviasi ala Speedometer Analog yang biasanya cukup besar. Masih mau nambah, tapi dibatasi oleh lampu merah.

Namun tetap, ciri khas motor Karburator masih tetap terasa. Masih terasa supply bahan bakar yang kurang stabil di putaran bawah hingga atas. Beda lah ya, kalau dibandingkan dengan Injeksi yang supply bahan bakarnya teratur berkat bantuan komputer. Tapi gak ada masalah sama sekali, karena secara performa mesin ini sudah cukup. Getaran minim, tenaga spontan, akselerasi-deselerasi cepat (gak pake mikir), cocok buat sekedar daily use atau jalan agak jauh.

Kopling halus, perpindahan terasa halus dan mudah tanpa ada gejala ceklak yang biasa terjadi di motor kopling manual.

Yang lebih asik lagi, suara yang dihasilkan oleh knalpot W175 TR ini uenak banget cakkk. Terasa sangat padat dan berisi saat diajak akselerasi. Jadi kita ga akan menemukan suara knalpot yang adem ayem. Feel ini makin memperkuat kesan Tracker yang memang knalpotnya harus sedikit berisik, namun masih tetap nyaman dikendarai. Walau masih agak kekecilan nih diameter knalpotnya, tapi, Good Job Kawasaki.

Suspensi

Bicara suspensi, satu hal ini yang diunggulkan dari Kawasaki W175 TR. Yap, karena perbedaan suspensi bagian depan (Fork) tipe Teleskopik yang lebih panjang 35mm dibanding versi W175 biasa. Dan, gak kalah penting, suspensi belakang juga lebih panjang sekitar 27mm dibanding standar. Bagaimana rasanya?

Tentunya panjangnya suspensi ini sangat berpengaruh kepada rebound motor yang jadi lebih terasa empuk dibanding versi standar. Terutama saat menghajar beberapa speedbump kecil ala BSD di kecepatan tinggi, rebound terasa mantap tanpa ada gejala mental-mentul khas shockbreker lembut. Suspensi depan sedikit lebih empuk, sebaliknya, suspensi belakang sedikit lebih keras dibanding W175 biasa. Bagaimana saat dipakai di jalur aspal dan menikung? Masih dalam kategori mudah dikendalikan.

Hal ini juga IWB rasakan saat melewati jalan bebatuan dan jalan tidak beraspal. Suspensi dapat dengan baik meredam guncangan ke badan riders. Ditambah jok yang empuk membuat berkendara di keadaan jalan non-aspal terasa lebih mantap dibanding versi Standart (IMHO). Surprisingly, ban semi dual-purpose yang diusungnya pun sangat membantu di berbagai kondisi. Kombinasi Ban-Stang-Suspensi ini membuat kesan dan feel berkendara W175 TR ini seperti Tracker yang sesungguhnya.

Soal suspensi? Gak ada kendala cakkkk, masih dalam batas yang bisa dibilang nyaman !!.

Handling

Bicara Handling, menurut IWB W175 TR ini mudah dikendalikan. Bisa jadi karena bobot yang lumayan enteng dengan kalkulasi geometri yang cukup baik. Dengan ergonomi nyaman, membuat feel on the bike sangat terasa di motor ini. Beberapa kali menemukan tikungan yang cukup panjang di BSD, dan IWB masih bisa tetap PeDe untuk geber W175 TR ini menikung di kecepatan lebih dari 80km/jam. Weladalahhhh, jebule penambahan panjang suspensi depan dan belakang gak begitu berpengaruh dengan handling motor ini. Walau memang terasa lebih nurut W175 Standart untuk speed cornering, masih masuk dalam batas wajar.

Begitu pula saat dibawa di kemacetan. Stang fatbarnya gak jadi kendala untuk selap selip akibat motor yang masih sangat mudah untuk dikendalikan. Gak butuh waktu lama bagi IWB untuk adaptasi selap-selip bersama W175 TR ini di kemacetan. Velg dan ban yang gak terlalu besar plus bobot motor yang ringan, membuat selap-selip terasa lincah, agile dan yang pasti nyaman. Handling, aman! horaaa percoyo ? monggo sampeyan tes dewe cak…

Pengereman

Nahhh satu poin ini yang IMHO masih perlu di Improve dimasa depan untuk W175 TR. Satu-satunya adalah dari segi pengereman! Yap, pengereman W175 TR ini masih terasa kurang mumpuni untuk kubikasi mesin dan tenaga yang cukup besar. Ukuran cakram depan yang hanya 220mm, dan rem belakang tromol, rasanya cukup sulit untuk membuat motor ini melambat setelah speeding, walau rem sudah ditekan dengan kencang. So…kalau rem dadakan sampeyan wajib memakai engine brake untuk menghentikan laju motor ini.

Disk brake depan yang seukuran cakram motor bebek inilah yang mungkin menjadi alasan. IWB rasa, gak ada masalah dengan master rem dan juga kaliper yang sudah dua piston, dua hal ini sudah sangat mumpuni. Mungkin akan lebih enak dan nikmat kalau pakai cakram yang diameternya lebih besar, pastinya rem akan lebih gigit dan lebih mudah untuk memperlambat laju motor dengan cakram ukuran lebih besar. Mungkin nggak signifikan namun panic brake cukup terasa cak….

Kesimpulan

Jadi, apakah Kawasaki W175 TR ini layak untuk dibeli? Menurut IWB LAYAK. Apalagi, harga yang dipatok oleh Kawasaki bahkan lebih murah dibanding W175 biasa, dengan kelebihan yang ada di suspensi, dan bobot yang lebih ringan, rasanya W175 TR ini cocok untuk sampeyan yang mengejar style dan juga kapabilitas on road-light off road. Penggunaan karburator juga menjadi nilai plus, dimana motor ini menjadi minim elektrikal sehingga perawatan akan jauh lebih mudah, cocok buat yang suka motor simple.

Buat harian pun, kombinasi ergonomi-suspensi dan handlingnya terasa mumpuni. Bisa dapat style sekaligus kenyamanan untuk motor yang digunakan harian.

Sayangnya ada beberapa hal yang butuh dimaksimalkan agar motor ini sempurna untuk dijadikan kendaraan tempur harian maupun weekend ride. Yang pertama adalah pengereman terutama bagian depan, dan juga fitur fuel meter alias indikator bensin yang wajib dimodifikasi supaya bisa lihat bensin yang masih ada di dalam tangki. So..sampeyan kudu mengandalkan tuas rest untuk monitoring bensin…

Last, dengan harga Rp 32 juta, dapat motor W175TR Special Edition dengan berbagai kelebihannya, IWB rasa motor ini cocok buat sampeyan yang suka gaya berkendara ala motor lawas, dan juga nyaman dikendarai. Gak perlu repot Custom, sudah dapat motor ala Custom yang siap mejeng sehari-hari! Dan satu keunggulan lain yang cukup menonjol dari Kawasaki tetap satu cak….built quality serta kualitas material, istimiwirrrrrrrrrrrrrr. Nah, dari sini ada pertanyaan pakdeeee ? (iwb)

 

iklan iwb
Previous articleSEPANG 8 HOURS : Franco Morbidelli sabet pole, Yamaha-Honda bersaing ketat !!
Next articleKetika Lewis Hamilton jajal Yamaha YZR M1 bersama VR46 !!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!