iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cak…..pasar memang kejam. Ketika produk gagal menarik simpati atau celengan para biker, tidak ada pilihan lain bagi pabrikan kecuali menghentikan produksi ketimbang membebani plant. Itulah yang saat ini terjadi dengan street fighter tulen Yamaha Xabre (dibaca saiber). Tidak survive ditambah kehadiran saudaranya MT15, dipastikan akhirnya Yamaha akan suntik mati Xabre 150. Woalahhhh….

Usaha tidak selalu berhasil. Kendati cocok dinegara lain ternyata belum tentu juga disukai didalam negeri. Nasib Xabre 150 contohnya. Menggunakan nama M-Slaz di Thailand, penjualan street fighter ini cukup terseok-seok ditanah air. Dari beberapa pemandangan dijalanan populasi sang kuda besi memang cukup kecil cak. Seret tenan kayaknya. Feeling sulitnya Xabre dan umur yang tidak lagi panjang teraba dari keputusan Yamaha mendatangkan MT15…

Yup…dua motor disegmen dan kapasitas yang sama, awalnya rada membingungkan. Opo ora tumpah tindih ? Sebelumnya YIMM memberikan informasi bahwa mereka akan menjual beriringan alias tidak akan menyuntik mati Xabre150. Namun kondisi dilapangan memaksa mereka melakukannya. Dan analisa ini mulai terbukti. Seperti dilansir CNN, Yamaha dipastikan akan suntik mati Xabre 150 setelah semua stok resmi terjual. Konfirmasi ini dilayangkan Manager Public Relation YIMM Antonius Widiantoro yang memastikan penjualan Xabre bakal berhenti setelah semua stok unit habis terjual…..

iklan iwb

” Kalau pun masih ada sekarang ya itu stok lama. Kami lebih fokus ke MT-15. Ya alasannya karena permintaan dan produk terus berkembang. Keinginan konsumen juga berkembang. MT-15 dengan fitur dan teknologi baru orang akan ke sana..” serunya via CNN. Yup…usai sudah Yamaha Xabre cak. Dengan kepastian tersebut maka produksi Xabre 150 dihentikan setelah motor ini mengaspal ditanah air sekitar tahun 2016. Keputusan suntik mati produk memang hal biasa sebab tidak semua produk bisa diterima pasar. Dan jika itu terjadi, jalan terbaik adalah menghentikan produksi agar menekan biaya produksi serta fokus pada produk lain. Yamaha sendiri mengakui tidak selamanya mereka berhasil membuka trandsetter…

“Tak semua usaha untuk menjadi trendsetter berhasil. Nouvo justru dicari saat kami sudah memutuskan untuk tak memproduksi. Kami belajar dari case ini, dan ciptakan tren motor sport yang dicari orang,” ujar Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ( YIMM) Dyonisius Beti via kompas. Dari catatan raport penjualan Xabre memang hanya njengat diawal rilis. Januari 2016 sukses terjual 4000-an namun terus melorot signifikan. Bahkan akhir tahun 2016 Xabre hanya terjual ratusan….

Last….dengan stopnya produksi XABRE150, Yamaha dipastikan akan fokus pada MT15. Dengan kepastian tersebut maka mesin SOHC 4 katup non VVA sudah mulai ditinggalkan YIMM untuk segmen sport. Kecuali Vixion versi standart yang saat ini juga cukup sulit keadaannya. Nggak heran Yamaha fokus total pada segmen skutik Maxi untuk menopang penjualannya. Tren sport yang terus menurun kini coba di cover dengan kehadiran varian baru yakni XSR155 dan WR155R. Semoga saja berhasil. So…..Yamaha Xabre 150? fix disuntik mati cak….selamat tinggal saiber (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!