iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB sering mendengar, untuk mendapatkan traksi ketika hujan ban disarankan sedikit dikempesin. Seiring waktu berjalan ternyata opini berkembang menjadi keyakinan. Pengen nggak licin saat hujan ? monggo ban sedikit dikempesin. Benarkah opini tersebut ? ketimbang berspekulasi kita akan tanya pada ahlinya. Dan berikut jawabannya….

Ban adalah komponen terbesar keselamatan diluar rem khususnya ketika cuaca buruk akibat hujan misalnya. Oleh karena itu pengetahuan tentang karet bundar ini sangat penting kalau sampeyan ingin aman dan terlindungi. Lha piye cak…..dengan suhu aspal yang ngedrop serta hadirnya air diatas aspal pasti membuat ban bekerja keras agar mendapatkan traksi maksimal. Yang unik cak, banyak diantara para biker memberikan tips agar sedikit ngempesin ban ketika hujan agar traksi tetap terjaga. Tentu tips ini tidak mutlak salah namun dengan catatan ban sampeyan lebih keras dari rekomendasi….

Betul cak, kalau ban terlalu atos pasti traksi makin sedikit karena bidang tengah tidak mendapatkan grip secara maksimal. Dari sana monggo saja kalau sedikti dikempesin. Namun jika PSI sudah pas, nggak perlu karena justru terlalu kempes menghalangi kinerja pattern untuk membuang air. Makanya tergantung kekerasan ban. Nah…untuk memberikan gambaran lengkap berkendara saat hujan deras, berikut beberapa poin yang bisa sampeyan perhatikan terhadap ban tunggangan…..

iklan iwb

A. Hindari berkendara saat baru turun hujan. Beberapa menit pertama setelah hujan turun adalah saat dimana kondisi jalanan paling licin. Sisa buangan kendaraan, cairan rem, minyak dan tumpahan bahan bakar yang ada di permukaan jalan akan bercampur dengan air hujan yang menyebabkan daya cengkeram ban ke aspal jadi berkurang. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan menepi atau menunggu hujan turun dulu. Namun, Jika sudah terlanjur di jalan dan tidak bisa menepi, kendarailah motor dengan hati-hati dan jangan ngebut saat hujan baru turun. Berkendaralah lebih pelan karena butuh jarak pengereman yang lebih jauh di jalan basah dibanding jalan kering.

B. Hindari permukaan jalan seperti tutup gorong-gorong yang terbuat dari besi atau marka jalan yang memiliki permukaan yang halus. Jika melibas permukaan jalan tersebut, Anda pasti merasa motor akan lebih sulit dikendarai. Hal itu terjadi karena sulit mendapatkan grip, tidak seperti saat melewati aspal. Hindari juga melibas genangan air karena jalan berlubang yang terisi oleh genangan air berbahaya karena Anda tidak bisa mengukur seberapa dalam lubang tersebut sehingga bisa membuat Anda kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

C. Saat hujan jangan kurangi tekanan angin ban, naik motor dalam kondisi ban kurang angin justru berbahaya (kudu sesuai rekomendasi PSI). Tekanan angin kurang justru mengubah bentuk profil ban sehingga kembangan ban tidak maksimal membuang air yang mengakibatkan daya cengkeram ban berkurang. Gunakan tekanan angin yang direkomendasikan. Untuk ban FDR, rekomendasi tekanan angin ban depan adalah 29 psi sedangkan untuk ban belakang, tekanan anginnya adalah 33psi. Tekanan angin ban depan dan ban belakang masih bisa ditambah atau dikurangi, tapi maksimal hanya 2 psi saja.

D. Setelah naik motor sambil hujan-hujanan, ban perlu segera dibersihkan. Saat hujan, ban motor bisa melewati genangan air yang bercampur dengan minyak, oli, air sabun dan lain-lain yang bisa merusak ban. Selain itu, disarankan untuk segera membersihkan lumpur yang menempel di celah kembangan ban sebelum mengering. Jika dibiarkan mengering di ban bisa sebabkan ban retak.

E. Pilih ban yang punya alur banyak. Kembangan pada ban motor berguna untuk membuang air. Hindari ban yang punya kembangan minim apalagi ban slick atau ban tanpa pattern. Ban yang sudah sampai batas keausan ban atau bahkan sudah gundul juga tidak aman untuk digunakan saat lewati jalan basah. Beberapa pilihan ban yang cocok untuk digunakan di jalan basah, seperti ban FDR Sport XR Evo, Genzi PRO, Spartax atau Flemmo PRO. Selain cocok untuk jalan basah, ban FDR tersebut juga merupakan ban tubeless yang lebih nyaman digunakan karena tidak langsung gembos jika tertusuk paku.

F. Meski kecil peluangnya, motor ternyata juga bisa alami aquaplaning atau kondisi dimana lapisan air terbentuk antara permukaan jalan dan ban sehingga ban kehilangan traksi dan pengendara kehilangan kendali motor. Bentuk ban sepeda motor yang lebih sempit dan membulat dibanding ban mobil membuat risiko aquaplaning kecil karena beban motor didistribusikan ke area yang lebih sempit. Selain itu, bentuk ban yang membulat membuat ban lebih mudah untuk membelah air. Namun, motor-motor dengan berat yang lebih ringan dan ban yang lebar, seperti motor supersport, lebih berisiko alami aquaplaning.

Yup…itulah sekilas gambaran ban dan hujan yang bisa dijadikan referensi buat kita semua. So…dari sana bisa disimpulkan, jangan keluar dari jalur rekomendasi produsen sebab justru handling motor bisa ngedrop saat air hujan deras. Ngempesin ban tidak perlu jika tekanan sudah sesuai dengan PSI yang direkomendasikan pabrikan. Kiro-kiro ngono cak. Dari sini wis paham roger 86 ? :mrgreen: …..(iwb)

iklan iwb
Previous articleKarel Abraham ternyata dipecat hanya via email, bukti Motogp penuh politik ?
Next articleHasil tes Jerez (13.00) : Alex Marquez melejit ke 15, KTM sibuk uji sasis “garapan” Pedrosa !
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!