iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Mumet cak…sepertinya bos Yamaha Motogp Lin Jarvis sudah mulai memikirkan prospek masa depan tim Yamaha Motogp. Masalahnya satu, saat ini nongol pembalap tangguh yang membuat Yamaha sangat tertarik untuk menariknya bergabung ditim factory. Namun yang menjadi kendala, Yamaha tidak mungkin membuang Valentino Rossi karena alasan tertentu. So…arahnya adalah Vinales. Wahh benarkah posisi Vinales di Yamaha terancam ???

Lin Jarvis yang saat ini memegang posisi tertinggi dalam manajemen racing Yamaha Motogp sudah mulai berpikir keras. Bak pemain catur yang kudu pintar memainkan perannya, doi lumayan gelisah dengan komposisi riders dimasa depan. Sebab menurutnya ada beberapa hal yang menjadi konsen mereka yakni, tim pabrikan tidak mungkin menerjunkan 3 motor sekaligus. Padahal mereka sangat tertarik untuk menarik Fabio dalam tim tertinggi di Yamaha….

Untuk tim pabrikan kami membutuhkan dua pembalap yang cepat dan kompetitif. Fabio, tentu saja, adalah pembalap yang sangat menarik, sangat cepat … tentu saja kami tertarik. Maverick juga sangat menarik karena sangat cepat dan memiliki pengalaman empat tahun. Tak terkecuali Valentino yang tetap menarik karena beberapa alasan. Sering kali dia kompetitif. Tetapi pertanyaan besarnya adalah apakah itu akan berlanjut ?? Saat ini, semua bukan masalah karena tidak ada yang terjadi dan kami tidak harus membuat keputusan sekarang. Tapi itu bisa menjadi masalah dimasa depan..” serunya via Marca. Ditanya perihal siapa potensi yang akan digeser, Jarvis menjawab….

iklan iwb
iklan iwb

” Kami hanya dapat mengendalikan hal-hal yang berada di bawah kendali. Kamu tidak dapat mengontrol apa yang orang lain lakukan atau apa yang orang lain pikirkan. Untuk saat ini, kami telah membahas waktu untuk menyusun rencana masa depan dan Itu akan tergantung pada niat Maverick. Beberapa tahun pertama dimulai dengan sangat baik, menunjukkan potensi sebenarnya, tetapi kami tidak bisa memberinya motor yang bagus. Lebih jauh, kadang-kadang Maverick kehilangan konsentrasi dan tidak konsisten dengan hasilnya. Tetapi kami tahu bahwa ketika ia merasa nyaman dia bisa tak terkalahkan “...tutup Jarvis seperti enggan menjawab gamblang…

Last…kontrak memang masih jauh. Apalagi Rossi sendiri belum tentu terus membalap di Motogp karena doi memastikan akan memutuskan lanjut atau tidak pasca balap Qatar musim depan. So…jika Vale mengatakan stop ketakutan Yamaha tidak perlu terjadi. Namun jika keputusannya sebaliknya yakni lanjut untuk 2021-2022, saat itulah Yamaha harus memutuskan siapa yang akan ditendang. Nah….kalau memperhatikan ucapan Lin Jarvis untuk saat ini arahnya memang Vinales. Hhhmm….kalau beneran the power of The Doctor beneran kieeee…..edian kebolak euy (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

90 COMMENTS

  1. sudah lepas aja vinales sama rossi..

    lgsg rekrut fabio sama lorenzo lgi dijamin dh tu..

    vinales tu jiwanya ada di suzuki aja dia

  2. Jerpis koplak,, buang aja pinales,, kau akan menyesal,, tarik aja fq ke pabrikan,, sama aja akan loyo,, krn d yamaha spt penuh politik,, aki2 slalu mgeluh d pertahanin,, tp orang yg sdh ngasih hasil positif d buanh, gt aja terus,, kursimu akan d revut suzuki,,

  3. Berjuang sulit….. Tapi ada baiknya rossi pensiun saja…. Nggak menjamin mv akan juara tapi masih lebih baik dari rossi..

  4. Yamaha klo ga ada rossi yaa jualan ga laku,, duit seret, ujung2nya riset mandek,, inget ga dlu lorenzo bagus2nya tapi rossi ke ducati, sampe sponsor yamaha minim banget,, duit buat bikin seamless girbox seret

    Di satu sisi rossi juga dah ga berdaya, cuma jadi ondel2 alias pembalap medioker yg cuma rame di media

    Sama2 serba salah,, pembalap medioker tua tapi datangin banyak duit + tim medioker gembel

    • Setuju, kalo Rossi sadar diri mungkin akhir musim dia pensiun. Terus diganti fabio yg menurut saya bisa jd next gen rossi bisa aja sponsor datang ke Yamaha

    • Itulah derita tim kere…sales dipertahankan, Yamaho sedang kembali ke era kegelapan dmn bertahun-tahun tanpa gelar juara dunia… Wkwkwk.
      Motogp semakin sulit untuk Yamaho krn skrg ada
      pabrikan lain khususnya Ducati yg secara finansial kuat tp juga kompetitif.
      Yamaho SEMPAKin didepan…wkwkwk

  5. lupakan yamaha dan kembali ke suzuki. kelihatannya 3 tahun ke depan yamaha masih jadi pesakitan. suzuki sudah mulai tunjukkan taji

  6. Lah kenapa Vinales yang jadi kambing hitam?
    Harusnya kan Vale, udah tua, nggak kompetitif, harusnya develop tapi bisanya malah nyalahin motor sama ban.
    Apa gara-gara Vale bisa bawa sponsor, makanya nggak dikritik?
    Ini klub balap kok cuma mikir cuan sponsor doang?

    • Bls budi ats ms llu… Skrg d biarin ja, yg pnting udh bkin juara bbrp kl dl & skrg msh jd daya pikat sponsor.
      Y mskipun ujung2ny mnyesal tlh cabut dr H, yg trsisa adlh brandai2 mmpu mlampaui Agostini… & pncapaianny kini tengah d undak2 trs olh Marq ??

    • Apa memang sudah dari orok kalau yamaha kuwata itu g punya jiwa samurai layaknya soichiro honda.. Padahal jepang itu terkenal dengan pendiriannya yg kuat.. Lirik honda, suzuki, kawasaki..

  7. inilah yg gk disukai honda, adanya superbody dlm lingkungannya maka akan menghambat kemajuan perusahaan, n yamaha kena penyakit superbody ini, lin jarvis n rossi harus out

  8. Benar 2 tolol team biru kalau ngebuang Vinales..buatin motor kenceng maka kita akan disuguhi pertarungan seru dg MM

  9. Kesalahan besar jika yamaha melepas vinales, saya bkn fans rossi tapi masa kejayaan ditrek menurun krn umur. Mgkn ada bbrp opsi klo cm pendapat. Rossi dsrh bkin team sendiri jk rossi inginkan msh balap dan yamaha bth nama besarnya. Atau kasi fabio motor spek sama sperti morbidelli. Turunnya performa yamaha karena power mesin lebih rendah dr honda ducati bkn krn maverick. Cba klo akselererasi dan topspeed yamaha gak kalah bs saja kmrin beda hasilnya. Qta bs liat bagaimana yamaha disalip ditrek lurus bbrp kali.

    • Dari GP Aussie kemarin terlihat bahwa Rossi menampilkan kekuatan riil M1 utk bisa balapan sampai akhir, ya memang cuma segitu stamina M1 agar bisa finish. Rossi sempat di depan awal2 race namun berhitung dg stamina M1 khususnya ban belakang, sehingga harus rela dibalap karena yg penting M1 bisa finish.
      MV bisa di depan &k nampak bersaing dg MM (yg cenderung M1 nampak bermain2) krn dipacu melebihi batas staminanya, akhirnya kehabisan ban di akhir2 race & dlosor.
      Seperti diakui Jarvis memang Yamaha belum bisa memberikan motor kompetitif khususnya utk melawan RCV.
      F1/4 ? Itu luar biasa manage bannya, mungkin setara JL namun dengan style gempuran yg nampak lebih agresif & menarik.
      Dugaan saya bila MV mau, oleh Jarvis akan dilukir/ tukar team seat dg F1/4 sementara VR masih “aman” di factory bila keputusan setelah GP Qatar akan tetap race.
      Menariknya, sebetulnya nampak Yamaha menggadang2 Zarco utk mengganti F1/4 atau Rossi bila Rossi memutuskan stop 2021 setelah GP Qatar 2020.

      • Menariknya, sebetulnya nampak Yamaha menggadang2 Zarco utk mengganti F1/4 atau Rossi bila Rossi memutuskan stop 2021 setelah GP Qatar 2020.

        Maksudnya mengganti F1/4 di satelit karena F1/4 naik ke factory, atau langsung mengganti Rossi di factory, tergantung hasil tes pra musim, krn dulu di atas Yamaha, Zarco memiliki racing style yg tangguh & mirip JL & F1/4, sebelum “rusak” oleh KTM ?

      • Nah begitulah,yamaha yg nambah masa crank krn ecu g fix dpt ahlinya eh mesin dah disegel. Btw MV gaya balapnya lebih kasar dr jl,fabio ataupun zarco tapi heran dia malah pakai ban soft,ya jelaslah g bkl cukup hingga akhir lap. Dah kalah start lagi dia.

      • apa sudah lupa? sekalinya Yamaha naikin power agar bisa kebut kebutan lawan ducati atas permintaan rossi malah jadi babi tuh motor bukannya kenceng malah melorot

      • Yes Agan B05 betul.. Itu handicap M1 kalo dinaikin powernya, handlingnya berubah & mengabrasi ban lebih banyak.. Naikin power itu mudah, konsekuensinya yang menjadi problem belum solved sejak 2017, sampai ganti2 swingarm, modif chassis, dll.. Sehingga kontrol elektronik yg akhirnya harus di”betul “kan (ECU)..

    • Saya rasa masalahnya krn wkt bandul diperingan, yamaha blm py ahli ecu M gadda. Sehingga bkin spin berlebih… Nah musim dpn bahkan ad tambahan ahli frigerio. Jd harusnya yamaha brani ringankan bandul dan setup powerfull lagi. Dan kyknya fabio dan maverick dan morbido yg agak kasar bwa motor bs handle itu dr pengalaman pke v4. Entahlah rossi apa bisa.

  10. barangkali yamaha tanpa simbah memang terancam masuk ke jurang kemiskinan, tp kalo narik fabio barangkali agak lumayan sih, sponsor kan rasional jg, petronas tarik aja utk sponsorin tim utama.. kan keren, petronas vs repsol

  11. Vinales mmg tdk konsisten, kadang podium kadang di luar podium.
    Beda sama rossi, yg selalu konsisten…………
    di luar podium.
    ?????????????????

  12. Hadeh, gini aja masih mikir. Gimana mau jurdun sih yamaha? Udah JELAS SI TUWIR BANGKA GA KOMPETITIF LAGI. Masih mau pertahanin dengan “alasan tertentu”? Ya terserah juga sih toh yang untung pabrikan lain wkakakakak

  13. Buat Yamaha Rossi adalah aset besar yg sdh tua tetapi bernilai. VR46 punya banyak fans, nilai menjualnya msh tinggi, VR46 juga punya tim di Moto2 yg anak didiknya berkualitas, makanya Yamaha berhati-hati dgn Vr46, walaupun sdh tdk lg muda, tp sisi strategis diluar Race VR46 msh sangat menjanjikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here