iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…Kemenangan Marc Marquez (Repsol Honda Team) pada putaran ketujuh belas MotoGP Phillip Island, Australia menyisakan banyak perdebatan akan kebenaran apakah ia sengaja mengalah dari Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) sejak awal dan menyerang di Lap Akhir dengan segala keunggulan yang ia miliki. Marquezpun membantah, menurutnya ia memanfaatkan Slipstream dari Vinales disepanjang race hingga berakhir dengan attacking pada lap akhir yang sempurna dan berbuah kemenangan sekaligus cetak rekor baru lagi. Wehh opo kira kira pakdee? IWB Akan bahas sedikit mengenai hal tersebut….

Marc Marquez jalani misi khusus ditiga seri terakhir ini dengan memburu Triple Crown setelah di putaran keenam belas Motegi, Jepang ia sukses amankan gelar Konstruktor. Kini tinggal satu lagi yang belum dicapai yaitu memburu gelar Tim, yang saat ini masih dipegang oleh Mission Winnow Ducati. Yupss cakkk semakin jelas bahwa tujuan Marquez di Phillip Island adalah meraih kemenangan walaupun itu tidak mudah karena Maverick Vinales tampil Prima disepanjang akhir pekan.

Lagi lagi strategi yang sangat baik dilakukan Marc Marquez tepat di depan publik Australia, ia benar benar pandai mengelola situasi dan mencoba untuk tetap mengikuti ritme Maverick Vinales selama 16 Laps sebelum akhirnya ia sukses bantai Vinales di tikungan pertama ketika Race menyisakan 1 Laps lagi. Terlepas dari dlosornya Vinales, Marquez beberkan kunci utamanya dalam keberhasilannya memenangi race yang bejalan selama 27 Laps tersebut..

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

“Perbedaan [dalam kecepatan] sebelum race lebih besar. Tetapi Phillip Island adalah sirkuit dimana dengan slipstream semuanya menjadi lebih mudah dan membantu kami lebih banyak. Aku memanfaatkan slipstream dari Maverick karena itu satu-satunya kesempatanku (Untuk meraih kemenangan), mengingat ia lebih cepat dariku disepanjang sesi, tetapi terkadang yang tercepat tidak selalu memenangkan race.” Ujar Marquez…

Hari ini rider tercepat ditrack adalah Maverick, tetapi aku tahu sebelum race bahwa akan sangat penting dalam lima atau enam lap awal, ia menekan dengan sangat keras, ia mencetak waktu 1 Menit 29 rendah dan itu adalah catatan waktu kualifikasiku, tetapi aku bisa mengikutinya dalam batasanku….

“Pada lap terakhir itu adalah rencanaku untuk mengovertakenya, kemudian mencoba menutup semua ‘pintu’ (Agar tidak bisa menyerang balik), aku mencoba menginjak rem begitu dalam sehingga banyak slide terjadi dibagian belakang ketika ban sudah mulai habis.”

“Di Turn 10, sebelumnya ia telah menyalipku sebanyak dua kali, aku tahu ia akan mencobanya lagi (Di lap terakhir) jadi aku masuk tikungan itu begitu dalam dengan pengereman yang cukup kuat. Namun aku tidak tahu bahwa ia crash, tetapi andai ia tidak crash aku akan memiliki kesempatan kedua, yang kupikir sebelum garis finish (Track lurus) aku bisa menyusulnya juga.” Tutupnya

Nahh…Dengan Kemenangan Marquez di Phillip Island, menandai kemenangan kelimanya Secara berturut-turut sejak disirkuit Misano, San Marino dari total 11 kemenangan yang ia cetak musim ini. Catatan gemilang tersebut adalah kali pertama dicetak Marc dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, sebelumnya ia telah melakukan yang lebih edann lagi yaitu pada tahun 2014 dimana ia berhasil mencetak 10 Kemenangan secara berturut turut sejak Losail, Qatar hingga Indianapolis, Amerika.

Keberhasilan Marquez di Sirkuit Phillip Island juga menandai kemenangannya yang ke-55 dikelas Premiee, menjadikannya sebagai rider tersukses dalam sejarah Honda dikelas utama melewati Rekor sebelumnya yang telah dicetak lebih dulu oleh Mick Doohan dan mantan rekan satu timnya, Dani Pedrosa dimana mereka mampu meraih kemenangan sebanyak 54….

Tidak hanya itu Cakk, Marc hanya membutuhkan 7 Musim saja untuk mematahkan rekor dari pendahulunya tersebut. Sedangkan Mick Doohan butuh 10 Musim dan Dani Pedrosa butuh 11 Musim guna meraih 54 Kemenangan bersama Honda. Disisi lain atas kemenangan ke-55nya maka ia masuk dalam 3 Besar peraih kemenangan terbanyak dikelas Premier setelah Valentino Rossi (89 Kemenangan) dan Giacomo Agostini (68 Kemenangan).

Selain memegang rekor kemenangan terbanyak dengan pabrikan Honda dikelas Premier, Marquez juga tetapkan diri sebagai rider Honda paling sukses dalam hal peraih gelar juara Dunia dengan enam gelar dari 7 Musim yang telah ia jalani sejak 2013 silam dan saat ini ia memegang rekor pole Position terbanyak dengan 62 Kali.

Last…Satu rekor lagi yang memungkinkan bagi Marquez untuk dipatahkan lagi yaitu peraih poin terbanyak dalam satu musim dikelas Premier, saat ini rekor tersebut masih dipegang oleh Jorge Lorenzo (Repsol Honda Team) dengan Raihan 383 Poin yang ia cetak pada tahun 2010. Sedangkan musim ini masih menyisakan 2 Seri lagi dengan maksimal 50 Poin untuk diperebutkan, Nyatanya hingga seri ketujuh belas Marc Marquez sudah mengoleksi 375 Poin. Artinya ia hanya butuh 8 Poin saja guna menggeser rekor Rekan satu timnya saat ini. Jiann ora umum tenan iki rekkk…..sangarrrr !! (Cc for iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!