iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Situasi Jepang yang cenderung mendung tidak membuat IWB melepaskan mata guna menikmati jalanan kota Tokyo yang sepi. Kendaraan terus melipir menuju arah bandara. Ya….ini adalah hari terakhir di Jepang cak. Setelah beberapa hari kita berubah seperti orang Jepang. Makan telur mentah, daun-daunan…ikan-ikanan dan akhirnya kita akan kembali menikmati nasi pecel atau uduk. Wihhh semangat cak. Dilalah lamunan IWB buyar oleh raungan suara knalpot racing 4 silinder yang menggema diseantero jalan. Empuk tapi kencang. Lhooo koq bisa?? ini legal atau ilegal???

Nggak beberapa lama melintas didepan mata sosok Kawasaki Ninja ZX10R warna ijo. Weeihh jebule motornya Jonathan Rea. Karena penasaran IWB akhirnya bertanya pada Anubis (sebut saja demikian) yang menjadi guide kita dan sudah bertahun-tahun tinggal di Jepang. Pria berusia 20 tahun yang juga suka motor asal Banyuwangi ini menjawab lugas….

” Boleh mz, knalpot racing boleh di Jepang. Nggak hanya untuk sirkuit tapi dijalan umum juga boleh..” serunya membuat IWB mengerutkan dahi. “ Tapi suaranya kencang juga euy, emang nggak ada aturan dengan desibel suara ya disini ? “ uber IWB penasaran….

iklan iwb

Ohh ada, kalau itu ada. Tapi pemerintah langsung mengatur dari produsennya. Jadi desibel suara produk yang dirilis di pasar sudah diverifikasi oleh pengatur regulasi. Artinya ketika produk sudah dipasarkan dan digunakan bikers statusnya legal. Biker nggak dipusingin dengan razia lagi mz….

” Knalpot racing untuk jalanan dan sudah dianggap legal dijual…”
” Motor moge yang digunakan bikers Jepang, mayoritas pakai knalpot racing….”

” Disini juga ada undang-undang modifikasi dan itu diperbolehkan. So…di Jepang razia polisi hanya membidik pengendara yang menggunakan alkohol. Bukan SIM atau knalpot tapi lebih spesifik membidik alkohol. Kalau kena razia gara-gara alkohol poin tilang besar bisa sampai 3 poin. Padahal kita hanya punya 6 poin dalam setahun, bayangin saja beratnya...” tutup doi membuat IWB manggut-manggut. Weladalahhh, ngono to cak…

Last…keterangan diatas membuat mata kita melek bahwa di Jepang ternyata tidak seketat tanah air soal knalpot racing. Sekelas negara maju seperti Jepang yang super ketat untuk segala tindakan ternyata masih memberikan ruang untuk modifikasi. Sementara ditanah air, mau desibel suara lembut kadang tetap kena garuk karena pasal yang digunakan adalah standararisasi komponen. Motor yang sudah mengalami modifikasi bisa dijerat hukum alias kena tilang. Yah, memang beda negara beda aturan cak. Tapi sebenarnya boleh juga tuh dicontoh soal legalitas knalpot racing. Artinya setiap produk yang akan dirilis kudu melalui tes disibel lalu mendapatkan sertifikat dari kepolisian. So….knalpot tersebut terjamin legalitasnya ketika kita gunakan dijalanan. Razia aman…kuwi harapannya. Knalpot racing ? nggak nyangka halal di Jepang euy…..(iwb)

Bonus foto dikit cak

Kalau di Indonesia nunggang ini aja kerenĀ 

iklan iwb
Previous article100 Skutik terlaris di Italia, siapa yang menjadi raja ??
Next articleMonggo dicatat, inilah jadwal tes Motogp 2019-2020 !!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!