iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…Juara Dunia lima kali Jorge Lorenzo (Repsol Honda Team) benar benar alami musim terburuknya selama berkarir dikelas MotoGP. Ini menandakan betapa sulitnya ia beradaptasi diatas Honda RC213V. Berbanding terbalik dengan rekan Satu timnya Marc Marquez yang justru tampil superior setelah berhasil melengkapi gelarnya menjadi delapan selama berkarier diajang MotoGP. Apakah Lorenzo akan mempertimbangkan mengakhiri kontraknya dengan Honda lebih awal seperti Zarco dengan KTM ???

Sejauh ini Jorge Lorenzo baru mengumpulkan 23 Poin hingga putaran kelima belas MotoGP Chang, Thailand dengan raihan terbaik finish diposisi 11 pada seri Le Mans, Perancis. Situasinya semakin memburuk pasca tragedi dlosorr disirkuit Assen yang menyebabkan ia harus absen selama 4 seri akibat cedera punggung. Comebackpun ia jalani tepat disirkuit Silverstone, Inggris dan hasilnya jauh dari harapan karena hanya menyelesaikan race diposisi 14, begitupula diseri berikutnya yaitu Misano, San Marino ia merampungkan race diposisi yang sama alias 14. Namun hasil race Lorenzo kembali jeblok dalam dua seri terakhir dimana ia tidak bisa menembus Zona poin (Aragon posisi 20 dan Chang posisi 18). Tentu ini tidak menggambarkan diri Jorge Lorenzo sebenarnya.

Sebelumnya, Dream Team antara Marc Marquez dan Jorge Lorenzo musim ini banyak sekali menuai harapan tinggi. Tapi setelah Lorenzo mengalami kesulitan dalam upayanya beradaptasi dengan RC213V impian banyak orang sirna. Ini bisa kita ibaratian dengan Yin dan Yang, dalam artian gelapan dan terang dalam bahasa Cina, prinsip tersebut menyangkut filosofi yang menjelaskan keberadaan dua kekuatan yang saling berlawanan namun saling melengkapi. Yin menggambarkan segala hal kepasifan dan Yang menggambarkan segala hal aktif. Sebuah situasi yang menggambarkan duo rider Repsol Honda ketika menjalani Putaran kelima belas MotoGP Chang pekan lalu.

iklan iwb

Marc Márquez tampil prima dengan segenap energi dan sikapnya untuk mengatasi segala macam kesulitan hingga berakhir dengan pensegelan gelar juara dunia kedelapannya. Ini mewakili ekspresi penuh dalam artian Yang.

Sedangkan Jorge Lorenzo menunjukkan artian Yin. Kita tidak akan tahu apakah ada kepasifan secara pasti dalam diri Jorge Lorenzo, tapi setelah menjalani Qualifiying 1 pada hari sabtu dimana ia hanya mampu menempati posisi ke-19 dan ditanya oleh salah satu media dengan lontaran pertanyaan “ Kira kira berapa lama ia bisa melanjutkan karir dalam situasi seperti ini diHonda?‘ Lorenzopun menjawab “Aku bisa terus (berjuang) seperti ini tanpa batas. Dan aku memiliki kontrak dua tahun dengan Honda, niatku adalah untuk memenuhi kontrak tersebut (menghormati kontak).” Kata Lorenzo..

Kemudian pada Minggu pagi ketika Warm Up berlangsung. Marc Marquez keluar sebagai yang tercepat, meninggalkan Jorge Lorenzo dengan gap +2.087 Detik yang berada diposisi buncit. Kondisinya semakin memburuk ketika Race dimana Lorenzo finish diposisi kedelapan belas terpaut +54.723 Detik dari Marquez setelah keluar sebagai pemenang, gampangannya Lorenzo kehilangan waktu sekitar 2 detik disetiap Lapnya. Memprihatinkan memang cakk bahkan ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Tim Repsol Honda yang selalu menempatkan kedua ridernya dipapan atas..

Lantas bagaimana cara keluar dari masalah ini??

Sebenarnya Keinginan Lorenzo kepada Honda cukup mudah dan ideal yaitu meminta Motor yang sesuai dengan gaya balapnya. Yup…..dalam beberapa tahun terakhir, Repsol Honda bertumpu pada Marc Marquez dalam pengembangan RC213V. Meski Alberto Puig sempat membantah terkait tuduhan jika Honda merancang Motor khusus untuk Marquez, tetapi Technical Manager Repsol, Takeo Yokoyama sacara terang-terangan mengatakan jika RC213V memang dibangun sesuai dengan karakter Marquez. Bukti Pernyataan Takeo semakin kuat mengingat Seluruh Rider Honda selain Marc tidak bisa tampil kompetitif. Begitupula dengan Lorenzo yang juga menekan Honda untuk tidak berfokus dalam satu pengembangan terhadap satu rider saja sedangkan rider Honda lainnya menderita. Sayang hingga detik ini harapan tersebut belum menampakkan titik terang….

Last…Jelas tidak ada jalan lain bagi Lorenzo selain bertahan bersama Repsol Honda. Mungkin Lorenzo bisa saja mengakhiri Kontrak lebih awal seperti yang telah dilakukan Johann Zarco (Redbull KTM Factory) musim ini. Namun sesuai yang diungkapkan jika ia menghormati kontraknya. Apakah kisah ini akan terus berlanjut hingga musim depan? jika arah pengembangannya sama cak, diprediksi balada kisah pilu Lorenzo akan terus berlanjut. Sosok yang begitu perkasa diatas mesin mesin Yamaha namun meredup dengan Ducati dan puncaknya bahkan pudar diatas mesin Honda. Semoga saja tahun depan bisa bangkit, semoga saja…..(iwb)

Advertisements

43 COMMENTS

    • Iya bener banget.. jelas tuh kata kepala technical manger repsol dirancang dengan tujuan khusus untuk marc.. kalo di modif lagi untuk jl99 wah pasti ikutan didepan si jorge..

  1. Kasiahan juga liat Lorenzo yg sekarang, padahal dulu hanya dia yang mampu melawan Marquez.

    Sebaiknya kontrak Lorenzo bersama honda sampai akhir musim 2019 saja.
    Di 2020 vacum dari motoGP dan fokus kesembuhan fisik dan mental.
    2021 cari motor yang sesuai dengan Lorenzo, bisa kembali ke Yamaha atau ke Suzuki.

    • yg ga tau trima kasih justru yamaha,udah dibawa juara dunia,malah didepak gara2 mengalahkan rossi..ribut sama marq, lorenzo yg kena getahnya..kan lucu…

      • Emangnya jurdun yamaha cuma lorenzo apa?? Jauh sebelum lorenzo datang jurdun dan pembalap top sudah biasa ada di yamaha. Faktanya perform jorge pasca yamaha juga tidak mentereng. Utamanya di repsol. Gimana bisa 1 teammate bisa beda 54 detik

    • @Hilrock: memangnya ada yg bilang klo cuma JL99 yg juara pake Yamaha? Org bahas apa, ente lari ke mana. Fokus ke topik coy. Era setelah Rossi pindah ke Ducati ya cuma Lorenzo yg bs menjuarai pake Yamaha. Kita berbicara tahun tsb. Bukan tahun2 masa lalu atau masa dpn.

  2. Aku bisa terus (berjuang) seperti ini tanpa batas. Dan aku memiliki kontrak dua tahun dengan Honda, niatku adalah untuk memenuhi kontrak tersebut (menghormati kontak).” Kata Lorenzo..

    Duitnya kenceng ya jorge?
    Ayolah wake up, tinggalkan sejenak zona nyaman duit nya, pindah online..bawa sponsor..suzuki paling pas

  3. Mungkin cuma marques dan stoner yg bisa menjinakkan rcv dan ducati..yg benar2 liar dan bertenaga besar..jd kalo ducati ingin juara dunia harus berani rekrut marques….seperti yg stoner lakukan diatas desmo dan rcv..bisa jurdun….kalo pembalap halus kek jl dan f1/4 cm cocok pk inline yg kalem…yg blm tentu cocok dgn gaya balap marques yg liar…sial pindah tim cm.masalah waktu..setelah melewati rekor rossi..kemungkinan mm bklan pindah ke ducati

    • Jelas.. kalo sekarang pindah ke ducati lom tentu marc bakaln jurdun.. pastinya dia mau lewatin rekor rossi dulu atau mungkin lewatin rekor jurdun terbanyak di motogp.. marc berkaca ma vr46 yg pindah dri honda ke yamaha

  4. Rasanya yang saya cerna dari kutipan takeo beda sama sampean lek, honda ingin menaikan level RCV dan tentu ga bisa sekaligus disemua sektor bisa diupgrade, karna basic honda mesin diatas sasis maka jelas para lnsinyur honda lebih memprioritaskan mesin dulu yang diupgrade, mereka berani membuat langkah itu juga karna percaya dengan marq, dan tahun depan mulai mengupgrade sektor sektor lain.
    Jadi memang sama seperti yang dilontarkan dukati, setiap pabrikan punya tujuan pengembangan sendiri, jadi mungkin memang resiko ini sudah dipertimbangkan oleh insinyur honda dimana tahun ini hanya marq yang mampu bawa RCV.
    Kita nantikan saja RCV tahun depan apakah akan lebih mudah dikendarai atau sama seperti th ini

    • Kayaknya tahun depan masih sama karena si marc masih di honda dan si marc masih muda.. kalo dah mulai tua kayak rosi dan mulai tercium bau pensiun baru honda utak atik lagi tuh motor..

  5. Cepat atau lambat jorge akan ke suzuki dan joan mir ke repsol honda, jika joan mir tidak bersinar di honda hengkang ke lcr, trus adiknya marquez naik ke repsol honda,paling rider honda itu itu sudah bisa ketebak siapa siapanya….

  6. Apakah hanya di era ini rcv begitu sulit dikendarai? Karena di era sebelumnya,beberapa rider honda bisa berada di barisan depan. Ambil contoh di era Pedrosa,stoner,dan simonceli.
    Dan sulitnya honda saat ini apakah masalah power yang terlalu besar,ataukah masalah pada sasis?

  7. Bukankah honda jg sedikit gambling dg menambahkan power agar bisa bersaing dg ducati lek Iwb? Dan kemampuan marc bisa menghandle motor tsb jg melebihi ekspektasi para insinyur honda?.. Kalimat artikelnya jadi rancu bila di compare dg artikel tmc blog?

  8. Yang pasti jangan meremehkan juara dunia 5x, never say never buat Lorenzo.

    Inget2 kejadian 2018, Lorenzo di titik terendah nya di Ducati, dan dihina2 sama CEO nya domenicali, trs ada apa tuh?
    Back to back win, ngentutin Marc n Dovi.

    Ga yakin kalo Honda ngelakuin hal bodoh yang sama kaya Ducati.

  9. MotoGP sekarang lebih berorientasi pada manusia dengan level yang lebih tinggi. gak cuma bisa balap dengan motor nyaman, tapi harus bisa balap dengan menaklukkan motor gila.
    semakin nyaman semakin jauh dari juara, semakin bisa menaklukkan motor semakin dekat dengan juara.

    • Artinya kalo seperti itu statementnya si marc kudu pindah pabrikan untuk membuktikan dirinya mampu di atas motor manapun.. kalo masih di honda aja artinya nyaman..

  10. Honda RCV213 disetting untuk MM93 bukan buat pembalap lain, nyatanya mulai dari Dani Pedrosa, JL99, Crut35, Nakagami semuanya loyo bahkan masih dibawah pembalap Ducati, Suzuki dan Yamaha. itu jelas banget

  11. AFAIK, untuk musim 2019, pengembangan RC213V emang udah kehilangan arah karena ketiga ridernya cedera. Direction yg jelas cuman satu, menutup gap power dan akselerasi dengan GP18, jadi mentok baru developing engine aj. Dan masalah rideability, Takeo sendiri bilang, kl mereka bertaruh dengan kemampuan Marquez.

    Sementara untuk Taka, dari pertama kali naik kelas juga udah pake motor tahun lalu. Musim 2018 dia pake motor 2017 yg Marc aj bilang susah dikendarai. Sementara musim 2019, dia menggunakan mesin 2018 yg lebih baik pengendaliannya tapi kalah power. Sementara pembalap Suzuki dan Yamaha semua menggunakan mesin terbaru yang sama (kecuali F1/4) yang mesinnya dipasang rev limit.

    DP, prestasinya mulai angin-anginan saat penerapan unified ECU dan ganti ban Michelin, terutama sejak Michelin menerapkan compound yang lebih keras (yg MV12 juga jadi salah satu korbannya).

    IMO, bukan RC213V yg disetting untuk MM93, pengembangannya MY2019 emang berdasarkan Marquez, tapi developmentnya g tuntas, karena cuman ngikutin satu direction aj, yaitu nambah power. Sementara input mengenadai rideabilty, mau dengerin input siapa, Marquez pemulihan akibat cedera bahu, Cal pemulihan kaki kananny, JL malah nambah cedera, Pre-season test 2019, rider Honda yg termasuk yang jumlah lapnya sedikit (Marc cuman 29 lap, CC 51 lap, JL absen)

    • Kyknya ini komentar plg bener. Lorenzo sama skali ga ikut berperan dlm pra testing mtr krn cedera. Mgkn syok berat dia pke mtr yg brubah drastis dr yg dipake tes Valencia dan dia merasa mtr 2019 sama skali jauh dgn gaya balapnya. Skrg mtr udh semacam nasi jd bubur, sulit merubah apa yg ada. Yg plg reasonable adlh thn dpn. Tp utk bener2 lgsg ngacir n bs lgsg jurdu kyknya msh ragu secara pembalap utama Honda saat ini adlh Markes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here