iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati Team) tampil kurang memuaskan pada putaran kelima belas MotoGP Chang, Thailand. Bahkan disalah satu sirkuit Favorit Ducatipun Dovi tidak bisa bertarung untuk memperebutkan Podium. Terlepas dari hal tersebut DesmoDovi puji rival utamanya Marc Marquez (Repsol Honda Team) setelah tampil gemilang didepan Publik Thailand…..

Sebelumnya, Andrea Dovizioso optimis bisa berikan perlawanan terhadap Marc Marquez jika berkaca dari race Chang musim lalu. Ia percaya diri akan bisa mengulangi catatan epicnya tersebut dan ia menegaskan akan menunda pesta perayaan gelar juara dunia Marc Marquez. Secara kalkulasi Poin margin yang memisahkan Marquez dan Dovi sangatlah besar cakkk. Marquez sendiri hanya butuh menambah 2 poin lagi untuk memastikan Gelar juara dunia MotoGP 2019. Disisi lain Marc memang berpeluang besar setidaknya fight untuk meraih kemenangan secara ia langsung ‘klik’ dengan sirkuit Chang dan RCVnya sejak Free Practice 1 hari Jum’at..

iklan iwb iklan iwb

Berbeda dengan Dovizioso, Meskipun Track Chang ini bisa dikatakan Ducati banget dengan dominasi Straight panjang namun musim ini Dovi lebih banyak berjuang sejak Hari pertama pakdee, bahkan untuk menembus lima besar saja ia cukup kuwalahan. Ditambah lagi Dovi sempat bermasalah dengan Desmosedici GP19nya ketika menjalani Warm Up Minggu pagi, Terlihat dimenit-menit akhir Motor Dovi ngebul disaat Keluar dari tikungan 8. Jiann makin beratt cakkk.

Race Daypun tiba, perjuangan Dovi dimulai dengan start dari posisi ketujuh, ia berhasil naik tiga tingkat pada Lap pertama. Kemudian ia berusaha mengejar Grup depan yang diisi Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT), Marc Marquez dan Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP). Dovi menghabiskan waktunya sepanjang race dengan mempush hingga limit dan tetap saja gagal menempel grup depan, kemudian ia mengalihian fokusnya untuk mempertahan posisi empat dari gempuran Alex Rins (Suzuki Ecstar Team) yang beberapa kali mencoba mengovertakenya. Akhirnya ia harus puas finish diposisi keempat dengan Gap 11 Detik dibelakang Marc Marquez.

Hasil tersebut membuat Andrea Dovizioso kecewa karna tidak bisa mengulang penampilan terbaiknya seperti musim lalu. Terlebih yang menyakitkan adalah musim ini lebih buruk dengan terciptanya Gap lebih dari 10 Detik. Ia juga mengakui jika rasanya menyakitkan dengan kegagalnya menghadang Marc Marquez disirkuit Chang. Namun Dovi tetap memuji Kegemilangan Marquez musim ini dan juga mengucapkan selamat atas Gelar juara dunia yang diraih Marquez..

“Ini menyakitkan, bahkan jauh lebih sulit, karena musim ini Marc menciptakan gap yang lebih besar dibandingkan dua musim terakhir. Itu yang lebih buruk lagi bagi kami. Namun kami bisa mengucapkan selamat kepadanya, karena ia menjalani musim 2019 dengan luar biasa. Sulit untuk mengalahkan Marc, ini berlaku untuk semua rider, kau bisa melihat dari tahun pertamanya di MotoGP, ia sangat kuat dan terlepas dari kecepatannya ia juga sangat cerdas. Tahun demi tahun berlalu ia memahami batasannya dan ia bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Kupikir musim ini ia menunjukkan banyak peningkatan, karena ia melakukan lebih kesalahan lebih sedikit dibanding musim lalu. Ini sangat sulit, tetapi bukan tidak mungkin kami akan bekerja pada poin tersebut.” Tukas Dovi..

Pada akhirnya, kami berada di urutan kedua dalam kejuaraan, ini adalah tahun ketiga (2017,2018,2019) kami berjuang untuk posisi Runner Up, sebenarnya ini bukan tujuan kami tapi beginilah kenyataannya. Jadi Kami harus senang dengan hasil ini dan kami harus meningkat lagi untuk kedepannya. Disisi lain Semua rider banyak berkembang, dan setiap musim memiliki cerita yang berbeda. Jika kami membuat perbandingan antara musim ini dan musim lalu, banyak hal berubah misalnya Kecepatan para rival, motor dan juga ban, jadi kami harus beradaptasi setiap kali ada yang berbeda.” Tutup Dovi

Last…Saat ini Dovi telah mencetak 215 Poin unggul 48 Poin dari Alex Rins yang berada diposisi ketiga. Meski margin poin cukup lebar namun ia tidak bisa santai mengingat Rins juga mulai meningkat lagi pasca mengalami hasil kurang maksimal dalam beberapa seri terakhir…(Cc for iwb)

Advertisements

15 COMMENTS

    • Berdoa aja Marquez banyak jatuh seperti tahun 2015.
      Utk mengalahkan Marquez head to head konsisten sampai akhir tahun utk saat ini hampir mustahil.
      satu2nya cara gimana agar marquez sering jatuh seperti tahun 2015.
      Biar rider lain dapet durian runtuh.

  1. Untuk 2th kebelakang dovi berjuang untuk jurdun sedangkan tahun ini sejak aragon saja sepertinya sudah mengalihkan target berjuang untuk perebutan tempat ke2.

    Lalu untuk tahun depan, sepertinya persaingan jurdun bukan lagi antara mesin rc213v dengan desmo lagi.

  2. Ah dovi sejak di honda dan yamaha jg prestasinya segini, mgkn sama faktor umur kyk the goat rossi. Dovi klo msh py adrenalin latihan flat track yg sirkuit bundar yg kyk sirkuit yg baru dibuat rossi buat berlatih murid vr46. Nti jg bs pke gaya dirt bike pd mesin v4. Hard break sebelum tikungan smbil belokin pantat motor saat naik dikit atau sleding. Gaya ini gak takut ban blkg habis.

  3. dasar medioker….ngeluh2 pas ada lorenza di duketek! sekarg tambah ngeluh pas lorenza kagak ada! makan tuh medioker

  4. Setiap musim selalu ada yang diharapkan untuk bisa menjegal marquez.
    Dovi, Vinales, Rins, Quart, bahkan Zarco, semuanya pernah menjadi harapan penjegal marquez. Tapi pasti gagal melulu. Hanya paduka yang bisa memutus dominasi marquez, itupun karena “ditolong” marquez juga dan bikin fans the goat meradang.
    Ini eranya pembalap harus bisa menaklukkan motor, bukan pembalap dinyamankan motor. Unutk menjadai juara butuh skil penakluk dan motor yang tidak manusiawi

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama