iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…sopo sih yang nggak ngeri kalau ban tiba-tiba pecah dijalan. Walau motor sampeyan memiliki handling seanteng pesawat pasti akan membuat kita dlosor. Mungkin nggak pecah ban, tapi dengan umur yang mulai menua traksi karet bundar juga menurun. Oleh karena itu sebenarnya ada tips dan poin penting untuk sampeyan ketahui agar kita selalu aman dijalan. Nah…diartikel ini IWB secara khusus meracik sebuah info penting yakni….Kapan waktu ideal ganti ban baru ??? dan inilah jawabannya….

Sebenarnya kalau sampeyan nanya pada mekanik ataupun produsen memang tidak ada aturan baku secara detail kapan kita harus mengganti ban motor. Rata-rata hanya perkiraan….biasanya ban depan disarankan diganti jika sudah menempuh 12.000 km, sedangkan ban belakang 10.000 km. Belakang lebih krusial karena pengaruh beban sehingga saran jarak tempuh penggantian lebih pendek. Namun, jarak tempuh ini tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan waktu untuk mengganti ban. Catet cak…jarak tempuh bukan utama. Namun kondisi cuaca, permukaan jalanan serta perawatan bisa sangat mempengaruhi…

So…yang paling mudah adalah indikator berdasarkan sisi visual dan material ban itu itu sendiri. berdasarkan informasi dari FDR, Jika ban sudah menunjukkan tanda-tanda berikut ini, ban harus segera diganti!

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Ban sering kempis sendiri

Lihat apakah ada retak-retak atau sobek di sisi ban? Jika ada, bisa jadi hal itu yang menyebabkan ban kempis dengan sendirinya. Karena retak di dinding ban tidak bisa ditambal, maka tidak ada pilihan lain selain segera ganti ban.

Ada benjolan di ban

Nahhh, ini juga krusial cak. Dengan kondisi jalan yang ora karu-karuan…benturan keras ditambah dengan kondisi ban yang kurang angin bisa merusak struktur ban. Misalnya, saat melibas lubang di jalan saat ban kurang angin. Jika sampeyan melihat ban benjol, bergelombang atau kembung sebaiknya segera mengganti dengan yang baru karena ban bisa meletus sewaktu-waktu. Jangan dibiarin dan cuek, ngeriii pakdeee…

Vibrasi berlebih distang

Jika sampeyan sudah terbiasa nunggang motor kesayangan pasti sampeyan bisa mengenali mana getaran yang disebabkan karena melewati jalan rusak atau ada masalah pada ban. Getaran bisa disebabkan karena shock breaker sudah tidak berfungsi dengan baik namun, bisa juga pertanda ada masalah di ban yang tidak seimbang. So…disini sampeyan harus ngecek secara jeli jika menemukan vibrasi berlebih distang karena bisa saja kondisi ban yang sudah tidak prima…..

Kembangan sudah aus

Kalau ini sih sangat umum pakde. Seiring pemakaian permukaan atau tapakan ban akan menipis. Kalau boso kerennya pattern sudah tipis atau ” batikane wis entek”. Waktu untuk mengganti ban bisa dilihat dari TWI (tread wear indicator). TWI berupa tonjolan di kembangan ban dan cara menemukan tonjolan TWI adalah dengan melihat simbol segitiga di dinding ban. Jika keausan ban sudah mencapai batas tersebut, ban harus segera diganti dan jangan tunggu sampai ban botak.

Untuk melihat indikator ini memang perlu feeling dan pengetahuan yang kuat. Atau jika ingin lebih mudah sampeyan bisa pertimbangkan brand FDR. Pabrikan ini memberikan model unik dan cerdas agar lebih mudah untuk cek keausan ban. FDR perkenalkan inovasi yang diberi nama Progresif TWI. Lihat langsung di tapak ban FDR ada sederet lubang dengan angka 25%, 50% dan 75%. Lambat laun dipakai lubang angka 25% akan tergerus dan jika ketiga lubang progresif TWI sudah hilang, itu berarti waktunya ganti ban. Keren juga neh inovasinya…

Last…itulah beberapa tips kapan idealnya mengganti ban. Jangan pernah remehkan karet bundar karena diluar urusan sang khalik, nyawa kita saat berkendara dijalanan ditopang ban hampir 80 % selain sisi teknis yang melengkapi kendaraan kita. So…keep safety riding dan selalu pantau kondisi ban kendaraan untuk memastikan performa dan kinerja maksimal. Juozz gandozzz ! (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!