iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…sharing informasi dan pengalaman ki penting. Makanya kalau IWB paling demen kalau sukses mendapatkan sesuatu kemudian IWB lempar diartikel ataupun Vlog. Yahhh setidaknya Blog wae cak karena Vlog lebih extra effortnya ngeraciknya. Namun jangan kuatir pada artikel ini IWB sudah siapkan VLOG Jalan-jalan ke Jepang bersama Suzuki. Vlog yang akan mengupas perjalanan IWB bersama teman-teman Blogger lain saat menuju ke Hamamatsu. Yup…pabrik Suzuki yang cukup legendaris karena sudah berdiri puluhan tahun lamanya. Dan inilah Vlog lengkapnya…

Jepang…sebuah negara yang luar biasa soal teknologi. Mereka mampu menciptakan produk yang sangat kompetitif karena durability yang ditawarkan. Nggak heran cak, rata-rata motor atau mobil Jepang masih bisa digunakan walau usia diatas 35 tahun. Kenthirrr cak. Padahal kendaran Eropa diumur segitu rata-rata sudah jadi “Mummy”. Selain sparepart yang bejibun kendaraan buatan Jepang memang diakui selalu memiliki desain simpel dan kompak sehingga tidak rumit. Itulah kenapa pasca perang dunia II, setelah bangkit dari keterpurukan merekapun bangkit dan menguasai dunia. Kendaraan mereka terjual jutaan unit seluruh dunia. Tapi kuwi didunia, piye dengan Jepang sendiri ??

Nahhh…kuwi yang bikin sampeyan mangap. Karena sangat berbeda ketika sampeyan di Indonesia. Asli cak….senyapppp puoll dijalan raya. Dan siapapun yang bisa menggunakan kendaraan dijalanan berarti sampeyan tajir. Karena yang ada disana rata-rata kendaraan pribadi, taxi dan travel lalu moge-moge yang jumlahnya segelintir. Kondisi ini langsung berubah kalau sampeyan turun kebawah tanah. Manusia kayak semut cak….uakehhhhh banyakkk benerrrr. Maklum konsentrasi pemerintah Jepang memang mengoptimalkan transportasi masal dan memberi beban luar biasa untuk kendaraan pribadi….

iklan iwb
iklan iwb

Pajaknya gila-gilaan kalau di Jepang. Untuk mobil besarnya pajak ditentukan dimensi kendaraan bukan kapasitas mesin. Belum lagi parkirnya. Ditempat-tempat tertentu bisa tembus 300 ribuan perjam. Sedang untuk motor, cari SIM disini susah. Makanya banyak yang memilih naik kereta api karena jauh lebih murah. Apalagi rute kereta sangat lengkap dan on time…” seru salah satu kolega IWB di Jepang. Wisss mumet cak kalau sampeyan jadi biker di Jepang. Iso stres harakiri tenan. Lha piye jiwa biker kita iso berontak karena selain cuaca pajak dan SIM membuat para bikers enggan nunggang motor kalau nggak militan tenan. Wiss tetap bejo awake dewe rekkk…

Last…video ini adalah bukti betapa bedanya Jepang dibandingkan dengan tanah air. Dan video ini juga hanya pembuka karena pada titik klimaksnya IWB akan bawa sampeyan untuk melihat secara lengkap museum Suzuki di Hamamatsu. So…suwun buat Suzuki yang luar biasa memperlakukan Blogger bak raja, dimanja tenan rekkkk. Berikut Vlog lengkap jalan-jalan ke Jepang bersama Suzuki Part 1. Bikers ?? tetap bejo ditanah air, wisss ora diragukan pakdeeee…(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

27 COMMENTS

  1. Pas tahun 2018 ke tohoku university di sendai justru banyak motor di parkiran kampus, terkesan karena lihat suzuki gsxr150 buatan indonesia. Tapi kebanyakan skutik cc kecil sih.
    Kalau di jalan memang jarang ada motor, pas di lampu merah nggak nyerobot di sebelah/depan mobil tapi nunggu di belakang mobil dan ambil jarak nggak mepet2.

  2. Pajak mahal, parkir 300rb per jam, cari SIM susah… klo ini berlaku di Indonesia bakal didemo berjilid- jilid plus komnas ham bakal teriak2…

  3. Jika kita sempat hidup dan bekerja di jepang memang harus banyak maklumnya karena regulasi dan aturan dijalankan sangat baik. Tapi kalau kepingin bermobil tapi terjangkau yaa beli kei car (mobil lcgc versi jepang) yg banyak insentifnya. Tapi tetep, kalo mau beli mobil yg ditanya pertama kali cuma dua, punya sim dan punya lahan/tempat parkir. Dan kalau salah satunya belum terpenuhi maka anda belum bisa punya mobil….muehehehehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here