iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….jebule Marquez mengakui bahwa kemenangan ini dipersembahkan kepada seseorang yang sudah bermain dengannya. Sebuah sindiran luar biasa dilontarkan Marc saat wawancara kemenangan Misano. Yup…bener cak, ternyata insiden kualifikasi dengan Valentino Rossi memberinya “motivasi ekstra” untuk menang di Misano. Hal itu dilontarkan Marc pasca race dan sesi interview dengan Motogp. ” Aku selalu memiliki motivasi penuh, namun ketika seseorang sudah bermain-main denganmu disaat itulah muncul ekstra motivasi (untuk menang)….” tegas Marc. Wihhhh sindiran kerasss cakkkk….

Seperti yang kita semua tahu telah terjadi gesekan antara Vale dan Marc saat sesi kualifikasi. Ketika Last Run setelah seluruh rider masuk pit dilima menit akhir sesi. Terlihat Marc Marquez terus membuntuti Valentino Rossi dan mereka sempat saling adu overtake dalam sepanjang Last Lap hingga akhirnya pada Tikungan yang cukup tajam layaknya Hairpins Rossi memaksa masuk melalui dalam dan hampir menabrak Marc Marquez membuat mereka harus melebar….

Insiden tersebut membuat Rossi dan Marc Marquez dipanggil FIM Steward untuk menjelaskan apa yang telah terjadi saat Qualifiying 2 Misano. Namun kurang lebih sekitar satu Jam, melalui GPOne Steward Menyatakan tidak ada hukuman yang akan diberikan antara mereka berdua karena setelah mendengarkan pernyataan kedua rider, Steward menyimpulkan bahwa mereka sama-sama telah melintasi Green Area (Track Limit) sehingga pihak FIM Steward tidak mengambil tindakan lain akan insiden ini dan dianggap sebagai insiden balap biasa…

iklan iwb

Nah…ternyata perlakuan tersebut membekas dalam ingatan Marc. Niat menaklukkan Misano begitu besar dengan tujuan satu, membungkam para pencari masalah. Itulah yang memberinya ekstra motivasi hingga menang di Misano. ” Aku selalu memiliki motivasi penuh, namun ketika seseorang sudah bermain-main denganmu disaat itulah muncul ekstra motivasi (untuk menang). Kemarin seseorang membangunkanku dan cara terbaik untuk membungkamnya adalah diatas trek. Aku tahu hanya dengan berbicara didepan mikrofon pertempuran hilang. Tapi pertempuran sesungguhnya buatku adalah diatas lintasan….

” Kamu tahu bagaimana aku merayakan kemenangan. Aku manusia biasa dan timku sudah mencoba menyuruhku bermain aman serta fokus pada kejuaraan. Tapi kalah dua balapan di tikungan terakhir bukanlah hal menyenangkan. Mungkin cara termudah adalah mengikuti Fabio. Sebab dibanyak sektor dia lebih kencang. Sempat terbersit dipikiranku, sudahlah aku akan finish kedua cari aman. Tapi itu bukan gayaku. Oleh karena itu aku terus berjuang keras sampai akhir.  Aku cukup percaya diri untuk mencoba lagi…

” Aku sadar betul jika gagal orang-orang akan banyak membicarakannya. Tapi aku tidak peduli, aku harus berusaha juara. Cara terbaik adalah merangkak pelan-pelan, terus meningkatkan ritme. Meningkatkan kecepatan dan ini tidak mudah karena semua kamera mengawasimu. Yess, dan akhirnya aku bisa melakukannya….” seru Marc tertawa puasss. Yup, itu yang benar cak. Insiden dibalas dengan prestasi. So…kini Marc berhasil melebarkan gap dari para lawan…

Last…kini Marc membawa keunggulan 93 poin menuju Aragon. Tapi tetap tidak mudah sebab Marquez secara matematis belum bisa menyegel gelar di babak berikutnya dengan maksimal 150 poin masih harus diperjuangkan. Tetapi jika hasilnya berjalan dengan baik, secara teoritis ia bisa menyegel gelar pada putaran berikutnya di Thailand. Betul cak, Thailand berpotensi menjadikan Marc kembali menjadi juara dunia Motogp 2019. So…selamat buat Marc atas kemenangan Misano, tamparannya panas tenan euyyyy :mrgreen: …..(iwb)

iklan iwb
Previous articleMarquez juara Misano, Fabio Quartararo ediannnnnn !!!!!
Next article” Fabio sangat kencang, beda dengan rider Yamaha lain !” seru Marc
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!