iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk….Tak puas hanya dengan menyandang predikat sebagai industri pelopor hadirnya kendaraan listrik di Indonesia, Pabrikan otomotif asal Semarang, Viar Motor Indonesia kembali selangkah di depan dengan menggandeng Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk melakukan proyek riset bersama mengenai pemanfaatan baterai bekas kendaraan listrik….

Dalam mengembangkan riset bersama ini, Viar menyediakan baterai Lithium-Ion (Li-Ion) yang telah digunakan di skuter listrik Viar Q1, namun sudah tidak dapat bekerja maksimal untuk kemudian diteliti manfaat lain dari baterai tersebut.

Dari hasil riset yang dilakukan oleh Dr. Henri P. Uranus yang menjabat sebagai Kepala Program Studi Teknik Elektro bersama tim, diketahui bahwa baterai yang tidak lagi dapat digunakan sebagai sumber daya motor listrik, ternyata masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan menggunakan Solar Panel sebagai sumber energi pengisiannya.

iklan iwb

Henri menjelaskan bahwa di era berkembangnya kendaraan listrik saat ini, baterai akan menjadi problematika yang perlu diperhitungkan saat ini sehingga sangat perlu adanya riset dan pengembangan mengenai daur ulang baterai ataupun pemanfaatan ulang setelah tidak cocok lagi digunakan sebagai sumber daya pada kendaraan listrik.

“Dari penelitian yang sudah saya dan tim lakukan bahwa baterai yang sebelumnya telah digunakan untuk motor listrik masih sangat mumpuni untuk digunakan untuk lampu PJU, dan ini telah coba kami ukur di lab. bahwa baterai yang kapasitas jelajah motor listriknya tinggal 50% bahkan dapat digunakan hingga 1 minggu untuk lampu jalan 10W atau 4 hari untuk lampu 20W dari terisi penuh sampai dimatikan sistem proteksi BMS internal baterainya” papar Henri.

“Baterai yang digunakan di motor listrik ini, adalah jenis Li-ion yang secara kualitas di atas baterai lead acid jenis VRLA yang biasa digunakan untuk lampu PJU solar pada umumnya. Dengan memanfaatkannya untuk PJU bertenaga surya, daur hidup baterai akan diperpanjang dan akan mengurangi beban lingkungan. Prototipe hasil penelitian dengan baterai bekas motor listrik ini akan kami aplikasikan di lingkungan kampus sebagai percontohan” tambah Henri.

Direktur Marketing Viar Motor Indonesia, Sutjipto menjelaskan bahwa kerjasama dengan UPH merupakan bentuk komitmen dari Viar Motor untuk menjawab isu mengenai bagaimana dan mau diapakan baterai motor listrik setelah tidak dapat digunakan lagi.

“Dengan kerjasama bersama UPH ini setidaknya membuktikan bahwa kami sangat serius untuk mengembangkan dan siap untuk terjun di pasar kendaraan listrik, dan kami tidak menutup kemungkinan untuk institusi pendidikan lain jika ada ide dan inovasi terkait dengan pengembangan kendaraan listrik khususnya motor listrik di Indonesia” tutup Sutjipto.

Tentang Motor Listrik Viar

Viar Motor Indonesia selaku industri sepeda motor asal Semarang mulai fokus pada pengembangan kendaraan listrik mulai tahun 2015 dimana Viar saat itu menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan dibantu dukungan teknis dari PT. Robert Bosch pada electrical system.

Pada tanggal 6 Juni 2017, tipe Q1 perdana diluncurkan di Balai Kartini dan menjadi motor listrik pertama yang diluncurkan untuk pasar Indonesia sekaligus motor listrik pertama yang memiliki surat legalitas di jalan raya (STNK).

Hadirnya Q1 di Indonesia berhasil menarik perhatian seluruh masyarakat, bahkan hingga beberapa lembaga Pemerintah dan BUMN turut memboyong motor listrik ini, seperti: PLN, ESDM, dsb.

Dua tahun setelah peluncuran Q1 generasi pertama atau tepatnya pada 19 Juni 2019, Q1 generasi kedua diluncurkan di ajang Gaikindo Indonesia Internasional Motor Show dengan fokus pada pada kemampuan daya tempuh dan beberapa fitur lainnya.

Gimana reaksi sampeyan cakkk !!
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisements

16 COMMENTS

  1. Limbah baterai adlh B3 yg sangat berbahaya bagi lingkungan
    Tapi limbah Aqua gelas tinggal buang aj di depan rumah (di pulung fby) lumayan buat ganti lembur an
    MuuuuUUUuuuuehehehe…..

  2. kirain mengubah bentuknya menjadi sesuatu yg baru sebagai bentuk penguraian baterai bekas menjadi tidak lagi menjadi limbah berbahaya…jebulane hanya menundanya menjadi limbah…maaf bukan nyiyir, tp ini bukan solusi yg tepat!!

    • Emang belum menjadi solusi yang tepat, paling tidak sudah ada Solusi untuk jangka pendek agar mengurangi limbah, seiring perkembangan waktu akan terus ada inovasi untuk hal ini, kita saja BARU AKAN MULAI menggunakan teknologi batere pada kendaraan kok

  3. Kendaraan listrik, setelah batrai tdk bisa dipakai seutuhny mau dikemanakan limbah itu? Lalu apakah kalian tahu, di negeri ini, sumber asal listrik banyak yg berasal dri pembakaran batubara, kalau bnyk kendaraan listrik smakin banyak batubara yg dibakar dan semakin banyak bermunculan pengusaha tambang baru pffttt, apakah emisi hasil pembakaran batubara lebih rendah dri pada emisi kendaraan konvensional???????

    • Aku jg mikir gitu.. umpama seluruh bodi motor yg tadinya plastik diganti panel surya kan gak sia2, selain mengurangi limbah plastik jg sebagai sumber listrik..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here