iklan iwb
iklan iwb
“Adv buat meliuk-liuk ringan dan stabil….”

Iwanbanaran.com – Cakkkk…tuntas sudah turing akbar melintasi pulau Dewata Bali nunggang Honda ADV-150. Turing luar biasa karena AHM menyodorkan rute yang sangat lengkap. Bahkan IWB sempat jendindil kedinginan karena sepanjang rute suhu udara sangat dingin yakni pada kisaran 21 derajat celcius. Asli cak, sarung tangan sampe nggak bisa melindungi jari dan terasa kram karena dingin. Semua indikator tersebut terpampang secara jelas di display speedometer pada sensor suhu ADV-150. Termasuk rata-rata penggunaan BBM yang kita habiskan dalam perjalanan. Dan tahukah sampeyan…..ternyata ADV-150 iritnya jiannn kebangetannnn. IWB wae sampe ngowoh nggak percaya. Emang gimana impressi berkendara diatas ADV-150 turing selama 189 km. Yukkk kita bedah dan kupas secara detil. Cekidot cakkk…

Kita berangkat dari Hotel Harris Denpasar sekitar jam 8 pagi. Suhu udara saat itu termonitor sekitar 26 derajat Celcius.  Terpantau dari speedometer Honda ADV150. Untuk memastikan jarak tempuh, IWB mereset odometer ke 0 pada Trip A. Biar tahu Cak Seberapa jauh kita menempuh perjalanan yang dijadwalkan akan dilahap sekitar 5 setengah jam dengan rute yang sudah ditentukan oleh panitia yakni dari Denpasar menuju ke Tabanan….lanjut Kintamani….Gianyar Kemudian pada akhirnya kita kembali ke Denpasar. Nahhh….IWB sendiri masuk grup 4 dengan nomor 01 tanda berada di depan dengan riding gear lengkap yang sudah diberikan oleh AHM seperti helm serta jaket. Setelah semua siap kita pun akhirnya berangkat dengan dikawal dua Patwal nunggang VFR800 serta satu sweeper dari komunitas Honda CBR250RR. Dan inilah yang IWB rasakan setelah menempuh perjalanan selama 189km yang menghabiskan waktu sekitar 5,5 jam diatas Honda ADV150…

Ergonomi

Dalam perjalanan menuju ke Gunung Agung Tabanan kita harus melewati lalu lintas yang cukup padat. Di sini IWB merasakan bahwa visibilitas saat nunggang Honda ADV150 ini cukup istimewa. Tidak mengejutkan karena motornya termasuk tinggi untuk ukuran skutik sehingga motor lain terasa lebih pendek dibandingkan dengan kita. Wiss pokoke rada semi trail cak…jadi uenakkk tenan jangkauan pandangan. Mata lebih mudah menyapu lalu lintas di depan karena tidak banyak terhalang kendaraan lain. Kemudian posisi riding juga pas. Mulai dari kaki dan tangan sama sekali tidak ada pressure yang membuat kita lelah atau capek. Istimiwirrrrr tenan posisi ridingnya….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Tapi jangan berharap kaki bisa selonjoran lurus karena Sampeyan tidak akan menemukan hal itu. Honda ADV memang menawarkan foot rest di bagian depan. Tapi posisi ini tidak lantas membuat sampeyan bisa meluruskan kaki kayak maxi skuter..nggak cak. Lebih sporty dan natural. Bagi IWB penempatannya pas dan berguna sekali ketika sampeyan ingin merenggangkan kaki. Karena pada kondisi normal apapun skutiknya hampir 90% kaki Kita tidak berada di depan namun menapak di Dek secara normal. Dan ini terbukti Karena setelah menggunakan touring selama hampir 6 jam dengan jarak tempuh hampir 200 km badan tidak capek sama sekali. Balung tuwo tetap terasa segerrr cakkkk, jarang-jarang kieee :mrgreen: …..

Engine

Honda adv-150 dibekali mesin dengan basis pengembangan dari Honda PCX 150 namun memiliki karakter dan tuning berbeda. Dari klaim pabrikan torsinya juga sedikit lebih besar. Terus gimana saat dilapangan ketika turing jarak jauh?

Mesinnya haluussssssssssss puolll. Tuhhh….S nya sampe banyak cak. Betul kangbro….IWB harus berikan penilaian tertinggi soal kehalusan vibrasi mesin yang nyaris tidak ada getaran sama sekali. Stang, dek kaki atau bagian manapun tidak ada getaran. Kenyamanan mesin sangat terasa ketika kita melakukan cruising pada kisaran kecepatan 60 hingga 70 km per jam….engine seperti tidak terdengar. Hampir pada semua rentang RPM khususnya high speed,  justru suara angin lebih dominan dibandingkan dengan raungan mesin. Gileee ngantukkk pakdeeee. CVT-nya senyap dan pertanyaan sampeyan perihal gredek….IWB pastikan tidak ada !!!!

Lalu karakter mesin juga cukup baik pada low RPM. Tapi tidak bisa dipungkiri dengan bobot yang mencapai 133 kg Honda ADV150 memiliki torsi lembut pada high speed. Tendangannya tidak ngagetin dan terkontrol. Apakah ini artinya lemot? Nggak juga. Terbukti dengan jalan yang tidak terlalu panjang IWB bisa sesekali nyolong dan tembus 113 km/jam. Kecepatan ini belum top speed karena ditahan fore rider. Dibelakang, bahkan Lek Joe motoblast mengaku bisa tembus 121 km/jam. Lhaaa koq adohhhh? Jangan disamakan cak. Bobot IWB kan 88kg sedang lek Joe hanya kisaran 60kg. Amsyong tenan wisss PWR-nya :mrgreen: . Artinya apa?

ADV-150 lumayan kencang untuk mesin matic 150cc dengan bobot 133 kg. Climbing ability juga cukup baik. Terbukti kita bisa nempel ritme kecepatan fore rider yang menggunakan Big bike serta sweeper yang nunggang Honda CBR250RR. Walau pada beberapa track yang memiliki tanjakan cukup curam, kita dipaksa sering harus mutar gas dalam agar tidak ketinggalan ketiga motor besar didepan. Wehhh kalau begini jambakannya terasa kurang gahar pakde. Nafsunya sih pengen nempel terus. Tapi apa daya…motor didepan ganas-ganas larinya. Dan pada puncaknya, kita pun dibikin terbengong-bengong atas keiritan Honda ADV-150 yang jabang bajul edian njaran tenan. Biar gamblang, berikut IWB lampirkan konsumsi BBM per etape (intip display dibawah kiri) saat turing….

START (reset odometer dll)

Etape 1 (Menyusuri Denpasar menuju Tabanan)

Etape 2 (Menuju Kintamani)

Etape 3 (geber ke Gianyar)

Final etape (Denpasar)

Pada etape pertama di mana kita harus menerjang jalanan cukup padat lalu lintas perkotaan kemudian memasuki Tabanan yang juga naik turun Honda ADV-150 ditangan IWB mampu tembus 43,4 km/liter. Saat itu jarak masih menempuh sekitar 50,9 km. Kemudian pada etape kedua dengan stop point di Kintamani IWB menorehkan konsumsi BBM 44,9 km per liter. Naik dikit dan kembali mencengangkan karena di Kintamani IWB lebih sering gas motor untuk mengejar Honda CBR250RR di rute turunan dan tanjakan. Jarak tempuh saat itu sudah melahap sekitar 113,5 km. Itu belum seberapa sebab pada etape berikutnya lebih irit lagi….

Pada etape ketiga tepatnya di Gianyar Bali dengan kontur jalan cenderung rata lancar, jarak tempuh mencapai 159,8 KM konsumsi BBM Honda ADV-150 tunggangan IWB mampu melahap 50 km/liter. Welehh gileee ini padahal IWB geber-geberrran lho. Dan pada puncaknya atau tepatnya setelah finis masuk Denpasar dengan kondisi macet sore hari jam 4….Honda ADV150 masih sangat irit dengan mencatatkan konsumsi BBM 49,3 km per liter. Kenthirrrrr….sing nunggang gedeeee padahal. Awalnya IWB berasumsi MID tidak akurat. Namun saat IWB memeriksa bar indikator BBM yang hanya turun setengah menandakan  kalkulasi tersebut dipastikan Real Time…

So… bisa kita kalkulasi kasar Honda ADV 150 hanya membutuhkan bensin 4 liter (kapasitas tangki mencapai 8 liter) untuk melahap 189 km mengitari pulau Bali dari selatan ke utara kemudian balik lagi ke selatan. Keiritannya sangat istimewa untuk ukuran skutik 150 cc dengan bobot 133 kg. Dan inilah kelebihan dari skutik Honda terbaru ini. Sampeyan nggak perlu sering mampir SPBU. Lha piye…sekali full tank bisa menjelajah hingga 400 km cak berarti. Dari sini terlihat jelas bahwa Honda berusaha keras untuk memberikan mesin yang balance…tetap powerful namun efisien. Sesuai dengan soul pembuatannya yakni skutik turing semi adventure. Welldone buat ADV-150 !!

Handling dan suspensi

” Buat rebah ekstrim hingga gasruk aspal motor tidak goyang sama sekali, mengejutkan !..”

Satu hal yang juga menjadi fokus IWB adalah kestabilan. Dengan tubuh Jangkung, IWB mengira Honda ADV150 bakal melayang ketika digunakan untuk melaju pada kecepatan tinggi khususnya di atas 100 km per jam. Namun faktanya tidak. Motor stabil dan tidak ada nervous sama sekali. Untuk menaklukkan tikungan pegunungan yang bervariasi naik-turun pun bukan hal sulit. Terkontrol dan mudah dibelokkan. Agilitynya top ! Termasuk kinerja ban OEM pattern dual purposes ternyata termasuk nge-grip. Pada suhu 21 derajat celcius dimana suhu aspal juga ngedrop, traksi ban tetap terjaga gigitannya. Weeihh lumayan juga neh. Siapa menyangka reaksi motor lugas dan stabil kendati melibas tikungan sempit. Menipu tenan cak kalau ngeliat gedenya body !

Sementara untuk suspensi yang paling mencolok adalah bagian depan. Lembut dan terukur. Sedang belakang walaupun tidak bisa dikatakan soft, namun ketika membentur lubang jalanan badan kita tidak terasa terkocok. Secara teknis hal ini memungkinkan karena travel suspensi Honda ADV150 cukup panjang. So… dibandingkan dengan skutik 150 cc yang lain, suspensi Honda adv 150 terbaik di mata IWB !! catet cak….diantara skutik lain lho ya. Lha kemarin ada yang nanya dibandingkan dengan CRF150, tepuk pramuka tenan komparasinya kejauhan. Btw…kalau digunakan sendiri Honda ADV150 masih tetap terasa hard dibagian belakang. Setelan ini diperlukan karena bagian belakang untuk menahan beban jika sampeyan berboncengan. Jika terlalu lembut tentu akan menggadaikan handling. Mantul cak efeknya. Makanya sepertinya Honda mencari ditengah-tengah….

Perangkat rem

Motor yang kita gunakan semuanya menganut anti lock brake system. Dengan ABS tentu semua terasa aman walaupun kita Panic brake. Terbukti  touring selama 189 km  beberapa kali menggunakan  rem secara keras namun motor tidak terasa Limbung dan bisa berhenti dengan sangat baik. Tapi kan masih single channel kang IWB ? Yup…betul cak. Hanya saja fakta di lapangan memberikan bukti bahwa rem Honda ADV 150 ABS cukup mumpuni saat hard braking di jalan raya. Analisa pribadi hal ini dikarenakan skutik ABS Honda sudah lebih maju. ABS-nya mampu menekan kaliper selama 10 kali/detik sehingga memberikan feel lembut namun pakem. Ketika kita panik brake getaran tanda saat ABS bekerja yang membuat kita kesemutan juga tidak hadir. Alussss….

Yang perlu diimprove

Nahhh… dari sekian sisi positif yang memang tidak bisa diingkari, tentu ada ada beberapa Point yang perlu di improve pada Honda ADV150 agar semakin sempurna. Yang pertama adalah kekerasan busa yang masih terasa stiff. Diatas 150km mulai terasa tuh bokong rada panas. Yang kedua cover jok yang terlalu lentur sehingga ketika kita melakukan hard braking, cover jok malah mengikuti bokong seolah-olah ikut geser. Mungkin kedepan pabrikan bisa menambah jahitan termasuk memilih busa yang lebih empuk. Kalau 2 hal tersebut bisa diperbaiki, Honda ADV150 nyaris menjadi motor 150cc yang sempurna untuk menemani sampeyan touring jarak jauh. Trah jozz tenan !!

Last….. Itulah sekilas impresi touring 189 KM diatas Honda ADV 150 di Pulau Bali. World Premiere touring yang tentu akan memberikan gambaran kepada sampeyan seperti apa Honda ADV150. Dengan membuktikan sendiri menjelajahi Pulau Bali bisa dipastikan motor ini memang cocok bagi sampeyan yang menyukai touring jarak jauh. Mesin yang sangat halus minim getaran (terbaik soal ini), handling yang ringan namun stabil serta konsumsi BBM yang sangat irit termasuk tangki besar (8liter) didukung suspensi yang jempolan dan ergonomi riding yang pas tidak bikin capek akan menjadi nilai tersendiri yang sulit ditolak. Sebuah impresi riding yang harus sampeyan buktikan sendiri untuk mengkonfirmasi bahwa seluruh penjabaran IWB klop dengan yang sampeyan rasakan nanti. Saran IWB, Jangan pernah mencoba kalau celengan cekak karena sampeyan akan sulit tidur. Ketimbang gelisah dan gundah gulana…iyo ora pakde. ADV-150?…nyithak sugih cak, lha irittt puoll je. Salam juozzz gandozz celengan bledozzzz !! :mrgreen:(Iwb)

Foto-foto turing ADV150

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!