iklan iwb

Iwanbanaran.com – Gentle dan bijak….IWB harus berikan acungan jempol buat mereka-mereka yang bercokol menjadi dedengkot dimedia besar karena merespon dengan cepat artikel IWB berjudul ” Main crop gambar spyshot, jangan salahkan jika watermark makin banyak !!” perwakilan dari M+ yakni cak Niko langsung kontak IWB dan meminta maaf atas kejadian yang menurut mereka memang luput dari pengecekan. Ini baru toppppp !!!

Permintaan maaf langsung dilakukan cak Niko selaku petinggi M+ via telp. Menurut doi, tidak ada maksud mereka menghilangkan watermark atau asal gambar asli namun statusnya lebih kepada ketidak tahuan bahwa gambar asli berasal dari Iwanbanaran. Gambar yang mereka peroleh menurut infonya sudah berupa potongan dan tersebar di seluruh grup FB. Sisi bagusnya cak Niko mengakui doi tidak melakukan pengecekan ulang sehingga gambar akhirnya hanya diketik dengan sumber ” Istimewa..”

Wiss kalau gini IWB kan lega. Artinya sudah ada klarifikasi sehingga kedepan kita semua bisa saling cek dan ricek sehingga tidak segan untuk memberikan kredit baik Blogger maupun media. Termasuk media besar sekalipun kalau kita menggunakan gambar mereka pasti watermark yang nempel dipelihara tidak diutak atik. Btw…IWB kenal betul cak Niko/M+ yang sudah senior malang melintang dijagad jurnalis otomotif. So…angkat topi buat cak Niko yang responsif dan gentle meminta maaf….

iklan iwb
iklan iwb

Last…warung ini tidak ada apa-apanya tanpa dukungan sampeyan dari para followers. Warung Iwanbanaran.com tidak akan berkibar jika sampeyan wis ogah mengunjungi. Lha piye cak….nyaris 10 tahun digarap sendiri sampeyan masih setia ngawal tiap jengkal artikel yang brojol…jian juozz gandozzzz tenan ki sampeyan. Bahkan termasuk ketika ada segelintir yang janggal didunia maya, sampeyan tidak segan melaporkan ke IWB bak mata elang yang menjadi kepanjangan warung ini. Tak terkecuali spyshot tentunya. So..suwun buat cak Niko atas klarifikasinya, tanda kedewasaan dalam menyikapi setiap masalah yang hadir dalam perahu yang dinahkodainya. Keren mzbro. Dengan ini maka masalah crop spyshot clear, case closed cak !! (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

35 COMMENTS

    • Sebagai pembelajaran sebenarnya harus dikasuskan , sebuah Media ( company ) dg banyak kepala didalamnya moso iya ‘ miss – alpa ‘ ? ? Kalau dah masuk ranah penyidik..maka ini udah masuk dalam status ‘ kesengajaan ‘ .

      Bersukurlah..iwb masih membuka pintu maaf dg cepat. Namun itu jangan dianggap penyelesaian dalam lingkup sebuah pemberitaan, kecuali antar pribadi vees yang mewakili.
      Agar kasus ini bener2 clear dan gak beresiko nantinya.. pihak yang merasa ‘ melakukan kesalahan ‘ ,Wajib meluruskan – mengakui dg cara terbuka ke publik. Karena ditakutkan nanti.. gambar tsb bisa dimanfaatkan lagi oleh pihak2 berikutnya .

  1. Alesan ga logis menurut saya.. Banyak yg bisa di counter.

    Tapi yasudalah, sampean emang berjiwa besar lek, mau memaafkan..
    Joss gandos

  2. Mulanee Likk iwann aja Pasang Diskus maneh meski Hp cuman Samsung J8 males ger Diskus neh ⚡⚡⚡⚡???? ora Rameee ger ora pasan Diskus podo ronda wong wonge mbokk lhhh …sing pentg ojo podo menghina Ras ,suku dan agama ,personal mbireng ..ja politik ..alhamdulilah wes minta maap nwk ora balangi blacan ya likkk iwan ???????????

  3. Hehehe…bisa aje…ngeles nye…hehehe
    Ga salut sama M+ ,ane salut ama om sandal jepit….ups salah om iwan mksdnya yg mau membuka pintu maaf…..hehehe

  4. Klo gw jd IWB, akan gw suruh media itu bikin permintaan maaf tertulis di Blog nya!!! Enak aja pake alasan lupa ga di cek! WTF!

  5. media2 otomotif gede skrng banyak yang ampas berita2nya, coba aja liat pas adv150 keluar, dibikinin artikel “adv 150 keluar, konsumen n-max banyak yg mencibir” pokoknya gitu lah, diambilnya dari facebook dr komen2 alay2….

  6. Outlet berita bagaimana pun bentuknya memang sudah seharusnya melakukan fact check jangan sampe misleading, soal gaya penulisan mau kasual ataupun formal ya tentunya kebebasan penulis

    Soal keterbukaan sponsored content sih keliatannya terlalu sulit untuk di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here