iklan iwb
Fly over kuningan Jakpus. Jalan biasa macet parah tiap hari……

Iwanbanaran.com – Cakkkk…..sepertinya kita semua harus bersiap jika tiba-tiba regulasi perkara ganjil genap tidak hanya menimpa kendaraan roda empat sebab yang terbaru Wacana Ganjil genap kendaraan bermotor kembali mencuat. Alasan wacana tersebut digodok karena meningkatnya volume kendaraan bermotor diarea ganjil genap sehingga belakangan wacana aturan ini kembali dilemparkan dengan tujuan mengerem populasi roda dua diarea-area protokol. Waduhhh…

Wacana pembatasan kendaraan roda dua kembali mencuat setelah Kepala Dinas Perhubungan Kadishub DKI Jakarta Syafrin Lipito mengatakan bahwa mereka sedang mengkaji lebih dalam mengingat volume kendaraan motor di wilayah ganjil-genap cenderung meningkat. Seperti dilansir Kompas kursi motor menguasai 72% jalanan dibandingkan dengan mobil yang hanya 28%. Alasan lain adalah kecenderungan para pengendara yang ternyata tidak beralih ke transportasi umum namun mereka lebih memilih beralih ke motor ketiga ganjil genap mobil diberlakukan …

Ini yang menjadi perhatian khusus buat kita bersama. Akan kita kaji lebih dalam mengenai motor akan seperti apa…” seru Safrin. Pernyataan ini selaras dengan instruksi Gubernur DKI Anies Baswedan yang fokus untuk mengurangi polusi udara dengan meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengambil langkah-langkah salah satunya mempertimbangkan penerapan ganjil genap untuk kendaraan roda dua. Apalagi sudah beredar penggalan informasi yang menyebut bahwa per tanggal 5 sampai dengan 31 Agustus akan dilaksanakan sosialisasi perluasan ganjil genap untuk mobil dan motor pada beberapa jalan protokol ibukota….

iklan iwb
iklan iwb

Terkait penggalan informasi di atas bahwa masyarakat diminta untuk menunggu informasi resmi. Pagi ini kami sedang melakukan diskusi bersama KORLANTAS POLRI, BPTJ, DITLANTAS POLDA METRO JAYA, dan organisasi terkait mengenai perluasan pembatasan Lalu Lintas dengan Ganjil Genap,” seru Dishub DKI Jakarta via Instagram. Waah berarti emang digodok beneran cak. Terus piye kita sebagai bikers ? yahhh kudu piye maneh kecuali nurut. Namanya wae regulasi. Tapi IWB berharap bapak-bapak diatas sana sudi melihat secara dekat seperti apa transportasi umum. Contohnya IWB cak…

IWB pernah mencoba beralih kekendaraan umum saat pergi kerja Depok-Jakarta. Namun faktanya IWB hanya mampu bertahan selama seminggu sebelum balik lagi ke motor. Lha piyee, penumpang udah penuh disesel-seselin sampai kaki wae ora iso bergerak. Punya pengalaman naik kereta KRL jam 7 pagi ? dijamin sampeyan hanya bisa gerakin kepala dan tangan karena over kapasitas. Jadi sepertinya armada memang tidak mampu menampung banyaknya penumpang yang membludak. Kuwi kereta, piye dengan bis ? sama cak. Sampeyan harus extra effort sebab ketika jam sibuk, dijamin sulit mendapatkan kendaraan kecuali sampeyan siap buang waktu dan tenaga karena jumlah transportasi umum yang tidak bisa nguber banyaknya penumpang. So..itulah akhirnya kita kembali naik motor walau harus kepanasan dan kehujanan…

Last…bukannya para bikers tidak mau pindah ke transportasi umum. Namun masih kurang maksimalnya moda transportasi umum memang membuat kita akhirnya tetap bertahan nunggang kendaraan roda dua. Selain efisien karena ongkos yang lebih murah, ketepatan waktu motor juga lebih baik dibandingkan bus atau kopaja yang demen ngetem lama (kecuali kereta). So…ganjil genap motor kudu dipertimbangkan lebih dalam apalagi disana banyak kurir dan grab bike yang pastinya akan terganggu dalam mencari nafkah untuk keluarganya. Takutnya malah konsumtif ki cak. Gara-gara pengen bisa menggunakan motor setiap hari, malah nambah motor dengan harapan bisa memiliki dua plat nomer ganjil genap. Namun apapun itu tentu keputusan sang penguasa harus kita dukung demi kebaikan kita bersama. Harapan kita satu, keputusan menggunakan pertimbangan dan kajian mendalam…bener ora cak. So…ganjil genap roda dua ? ada komen pakde ? (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

32 COMMENTS

    • karena polusi?
      polisi udara kan juga karena debu, ini musim kemarau lho… trus kalau penyebabnya gas buang kendaraan bermotor, masuk akal tapi kan “ada tapi” nya… itu motor kalau gak macet ya gak bikin polusi banget2an… macet karena jalan tidak memadai. bangunlah elevated road, modifikasi lalulintas dll… banyak sarjana ilmu transportasi kok.

      trus tau kan di kuningan – tebet itu jalan bukan dilebarin malah dibikin sempit… coba mikir

    • Biarin deh mereka mumet Lek ? dg regulasi tsb..tetap banyak cara buat siasatinya. Kalau cuma ganjil genap..saya kira penjualan motor bakal makin moncer lagi ? tiap orang butuh motor yang ganjil dan yang genap..punya 2..atau jual beli sistim barter biar saling punya siganjl dan sigenap..dan jika aktifitas dalam 1 keluarga ada 4 orang rutin pake motor dan kesemuanya harus punya siganjil dan sigenap..maka bayangin tuh.. penjualan motor ?

    • Selalu mengkambinghitamkan pemotor ? selalu ingin menyadarkan pemotor..tuh yang pake mobil juga perlu kesadaran ? menuh2i jalan saja ,napa gak naik taksi atau ojek coba ? kadang isi berdua doang ..mobile ngabisin jalan ..koyok lexuz atau portuner ? pizz lek

    • jadi deh pindah kalteng, jakarta wes makin sumpek, 🙂

      beberapa tahun pernah di sana, gak kerasan, resign kerja balik lagi ke Suroboyo 🙂

      gua mah asik-asik aja, cukuplah di Surabaya, aman, damai, sejahtera,
      masyarakatnya juga ake.
      asik pokoke.

      .

    • Hahaaaa pinterr yakin rikane kang Iskandar bener tuku pit motor sing nomere ganjil kambi genap juozzzz keren sarane rika ??????????????????????

    • Seharusnya dari Samsat juga batesin.. kalo tahun lahir genap kasih aja plat genap juga.. begitu juga sebaliknya..

  1. Ujung ujung nya duit, dah gitu aja…

    Mana yang paling murah ya itu yang dipake, apa lagi murah + cepet, ya Cuma motor yg bisa.

    Kereta cepet pake banget (biarpun di dalem kereta kaya ikan sarden), Cuma turun dari kereta nya kadang sambungannya yang bikin ga efisien (mahal atw macet).

    Kenapa masih banyak yg naik motor atw Mobil pribadi? Ya karena menurut yg pake masih lebih efisien atw bahkan lebih aman.

  2. Tulul,, kemaren aturan larangan motor masuk jalan protokol d cabut,, giliran membludak bingung,sekarang malah mau ada aturan ganjil genap,, kan sontoloyo

  3. Enak ning kampung cakk iso mlipir sawah, kali ,ari mbengi mbengi kebelet pas motoran akeh wit witan ..ngopi ngopi sore sore jegang nglinting udud udud sandingan gedang goreng .muntul .budin segerr mbokk lhhh

  4. Sesekali liat ke langit, bandingin langit jabotabek sama langit di daerah lek. Warnanya udh gak biru lagi. Kangen ora sama langit biru? Polusi udh terlalu parah. Seenggaknya kita bs support pengurangan polusi lewat ganjil genap. Saya kangen liat langit biru di atas jabotabek.

  5. Mungkin setiap gedung perkantoran, instansi, dll diwajibkan mempunyai angkutan jemputan sendiri untuk karyawan, pegawainya..

  6. Sepakat. Sudah saatnya angkutan umum diperbaiki. Contohnya krl yang terintegrasi busway dan MRT. Kalo enak otomatis org pindah mode transportasi dari pribadi ke umum tanpa diminta pun.

    • mslhnya sementara ini orang2nya jauh lbh byk drpd jumlah transport umumnya bro, spt yg IWB contohkan di atas, dalem krl untel2an ky pindang,

  7. Ini mah bukan solusi,
    Percuma kl cm mau bkin ganjil genap motor,
    Pemotor tinggal beli motor lg, ga mampu beli baru, second skrg pd murah dan masih bagus pula,
    Yg untung ya pabrikan, sama penjual motor second nih,

  8. Klo masyarakatnya masih memilih transportasi motor untuk aktifitas harian ya pemerintah harusnya buat sarana jalan yang lebih memadai untuk motor, misalnya buat tol khusus motor, coba di kaji, motor lebih hemat, lebih simpel, lebih cepet dan lebih hemat terhadap kerusakan jalan. Klo rakyatnya masih pilih sepeda motor ya pemerintah ikut rakyatlah kan kedaulatan ditangan rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here