iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkkk…sugeng enjing pakdeeee? IWB sekarang wis balik lagi ke Jakarta setelah 3 hari menjelajahi Medan. Asliii cak, pulang dari Medan badan makin mekar karena kebanyakan makanan enak. Maut tenan panganan Sumatera kiiii…semua enakkkkk. Soal makanan Melayu emang jagonya euy. Jiahh malah khutbah. Btw, pulang dari Medan dan meneliti banyak pertanyaan yang mampir ataupun nyolek IWB, dilalah rata-rata dihebohkan oleh salah satu postingan teman kita yang sebenarnya IWB juga kenal doi. Dari postingan tersebut, banyak yang mempertanyakan…kenapa ulasannya beda dengan Blogger saat ngetes ADV-150 beberapa hari lalu? kenapa Blogger nggak jujur kayak yang dikatakan cak IS (sebut saja demikian) sebagai user langsung. Nahhh iki menarik cak komen-komennya. So…Betulkah suspensi Honda ADV-150 jeduk-jeduk dan mesin lemot ???

Beberapa hari terakhir kita dibuat heboh oleh ulasan salah satu user yang sebenarnya juga IWB kenal yakni cak IS (sebut saja demikian). Dari ulasan tersebut ada beberapa poin yang membuat Honda ADV-150 jadi bahan bully yakni…

1. Suspensi depan jeduk-jeduk khususnya ketika melewati polisi tidur
2. Material banyak dari plastik padahal harga tidak murah
3. Build quality payah
4. Mesin lemot nggak lari

iklan iwb

Nahhh….beberapa poin tersebut konon membuat sang owner langsung menjual ADV150 karena merasa tidak puas. Dan karena ulasan doi pula, IWB banyak dihujani pertanyaan untuk mengkonfirmasikan kebenarannya mengingat IWB adalah tester langsung ketika pertama kali motor ini dibuka untuk Blogger dan media. Dan inilah menurut IWB setelah meneliti videonya (sekarang kayaknya ditaken down)…

  1. Supensi jeduk-jeduk

Yang pertama dan bisa IWB pastikan, IWB tidak menemukan jeduk-jeduk seperti dalam video. Bahkan suspensi ADV-150 menurut IWB adalah the “best suspension skutik 150cc” setelah Yamaha X-Ride generasi pertama. Catat cak…generasi pertama ya. Kelemahannya X-Ride 1st gen memang lebih empuk namun limbung ketika digunakan high speed. Sedang ADV-150 jauh lebih balance, soft namun tidak berlebihan dan efeknya high speed ataupun cornering pas. Terus kenapa dalam video ada suara njeduk ?

Sampeyan harus jeli melototin jangan langsung mengambil kesimpulan. Dari analisa IWB (base on video), IWB menemukan bentuk dari poldur kecil dan njendul yang apapun motornya (khususnya skutik) pasti bakal mendapatkan benturan diluar wajar ketika melaju pada kecepatan tinggi. IWB sendiri paling benci bentuk poldur asal buat seperti dalam video. Ngrusakin komstir cak kalau sampeyan gasak tanpa ngerem melaju pelan. Yang kedua bobot….

Harus kita lihat berat badan joki. Dengan bobot diatas rata-rata ditambah speed dan kontur poldur, jelas apapun motornya bakal njeduk cak (kecuali motor trail). Jarak main suspensi kan ada toleransinya pakde. So…intinya kalau mau fair kudu dites dengan skutik lain pada speed, tempat dan pengendara yang sama untuk memastikan. IMHO IWB pastikan ADV memang tidak mudah jeduk dibandingkan matic lain, lawong IWB wis tes melintas poldur….

2. Material banyak dari plastik padahal harga tidak murah

Kalau ini sih IWB nggak usah komen karena semua motor tidak bisa dihindari menggunakan plastik. Bahkan para pabrikan sekarang berlomba-lomba menekan bobot dengan berbagai komponen unsur plastik ABS. Intip saja berapa pabrikan menggunakan tanki kondom untuk mengakali bentuk tanki yang kecil. Bahkan Ducati Panigali V4 atau Ninja H2R yang notebene motor mahal juga pakai plastik. Honda Gold Wing yang berharga milyaran juga menggunakan plastik…jadi nggak usah diributkan. Justru kalau sampeyan ribut dengan review ini, sampeyan ikut-ikutan pekok nggak iso mikir jernih. Wiss ta…jangan masuk dunia perpekokan bareng-bareng cak :mrgreen:

3. Build quality

IMHO cukup baik walau tidak sempurna. Jelas cak, mana ada produk yang sempurna. Dan dimata IWB satu kekurangan ADV-150 adalah kualitas plastik jeruknya yang perlu ditingkatkan yang kayaknya gampang scratch. Kemudian ketebalan cover jok juga demikian, IMHO terlalu tipis. Kita sih bisa ngakalin dengan menggunakan MBtech, tapi lebih baik dari pabrikan langsung…iyo ora. Selebihnya cukup baik. Untuk range harga segitu masih sangat wajar karena Honda juga memberikan fitur yang melimpah ruah. Mana ada matic sekelas hadir fitur kalender dan sensor suhu udara sekitar kayak mobil….saat ini hanya ada di ADV 150. Belum lagi lampu yang sudah full LED dari headlamp, stoplamp hingga winker…

4. Mesin lemot

Untuk mereview sebuah produk kita harus mampu menggali dengan detil karakter setiap produk. Bukannya meremehkan jam terbang, tapi kita harus memastikan secara teliti kemudian mencari padanan kata yang pas supaya tidak terjebak dalam kesimpulan yang justru menyesatkan…

Mesin lemot adalah mesin yang tidak bisa lari…dan ini tidak IWB temukan pada ADV-150. Reaksi mesin Honda ADV-150 responsif diputaran bawah hingga middle sesuai dengan karakternya. Jadi kalau sampeyan demen betot-betotan dikemacetan IWB pastikan Honda ADV-150 cocok cak. Lalu kelebihan dari Honda ADV-150 adalah halus…power delivery disalurkan ke CVT sangat halus minim vibrasi. Ini memang kelebihan mayoritas skutik Honda. IMHO yang mampu menyamai sensasi ini mungkin hanya Suzuki…seperti NEX II misalnya. Distang dan kaki minim getaran dan justru inilah yang sepertinya ingin dikedepankan Honda yakni comfort alias nyaman. Terus piye dibandingkan dengan mesin skutik Yamaha dengan VVA-nya ?

Yesss….mesin Yamaha memang istimewa untuk putaran atas. Ledakan atasnya melimpah sehingga akselerasi mid dan high memuaskan. Empat katup VVA dengan kubikasi lebih besar yakni 155cc ora ngapusi cak….secara spek emang kudu lebih njambak. Justru kalau nggak kita malah bingung. Hanya saja Yamaha memang perlu meningkatkan soal getaran yang kasar kurang halus. So..IMHO kedua produk diracik dengan konsep berbeda. Honda lebih mengedepankan kenyamanan pada skutik-skutiknya sedang Yamaha performa mesin, tinggal mana yang sesuai dengan hati sampeyan. Kalau Honda dibuat sama powerfullnya dengan VVA 4 katup, liyane dodolan opo ? :mrgreen:

Jika melihat rekam jejak, Honda sangat bisa membuat mesin skutiknya powerful. SDM dan dana resources yang luar biasa tidak bisa ditampik. Intip saja bagaimana ketika Honda menelurkan sport 250cc CBR250RR. Sekalinya ngracik serius performanya ngeri to. Tapi kembali lagi soal filosofi dan karakter yang ingin dibangun pabrikan…Honda sepertinya memang begitu konsen dengan kenyamanan bukan buat ajang kebut-kebutan yang sebenarnya lebih cocok buat motorsport ketimbang skutik. Trah DNA nya wae untuk Daily use cak. Dan IMHO ADV-150 bukanlah diracik untuk mencari top speed tertinggi namun lebih kepada balancing kenikmatan riding dan kenyamanan berkendara lewat ayunan suspensi yang lembut. So…Cari matic buat geber-geberan ? fix sampeyan bukan target market ADV-150 dan monggo cari motor lain pakde….

Last…itulah sekilas jawaban IWB ketimbang jawab satu persatu menjawab via email perkara ADV-150 yang konon langsung dijual pasca beli. Saran IWB, gunakan referensi dari banyak sumber. Dari sana sampeyan mapping..lalu simpulkan. Kuwi baru juozzzz. So….Betulkah suspensi Honda ADV-150 jeduk-jeduk dan mesin lemot ??? numpak Africa Twin wae dijamin ora jeduk cak walau polisi tidurnya nggilani menjulang. Pertanyaannya duwe duit oraaa ? :mrgreen: …..(iwb)

Video tes ride ADV 150

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!