iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk… sepertinya tidak lama lagi harga kendaraan bermotor akan kembali naik. Analisa ini berdasarkan konfirmasi bahwa bakal ada kenaikan pada biaya balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) sebesar 12,5%. Usulan kenaikan memang disengaja untuk menekan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Weeihhhh…..mumet wissss..

Wacana kenaikan biaya balik nama kendaraan bermotor tersebut diusulkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menginginkan kenaikan sebesar 12,5% dari sebelumnya 10%. Seperti kita tahu ibu kota Jakarta untuk mobil dan motor saat ini sudah menaikkan biaya balik nama sebesar 10% sesuai dengan peraturan daerah nomor 9 tahun 2019. BBN untuk kepemilikan pertama tersebut akan mengikuti secara otomatis sebesar 1% ketika penyerahan kedua. Apakah ini artinya wacana hanya diaplikasikan di DKI Jakarta?

Menurut informasi detik sepertinya tidak sebab dari hasil rapat kerja terbatas asosiasi badan pendapatan daerah Jawa dan Bali pada tanggal 13 Juli 2018 nanti arahnya akan menerapkan secara serentak. Tujuan utama memang untuk menekan laju pertumbuhan kendaraan yang luar biasa di negeri ini. ” Usulan tarif tersebut diharapkan menekan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Pemerintah provinsi Banten sekarang telah memberlakukan tarif BBN-KB 12,5% sehingga jika DKI tidak memberlakukan hal yang sama maka dikhawatirkan Ada kesenjangan tarif BBNKB Antar Provinsi....” seru Anies Gubernur DKI…

iklan iwb
iklan iwb

Artinya kenaikan 12,5% ini memang fokus di DKI Jakarta namun daerah lain terbuka mengikuti. Apalagi berdasarkan undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi pada pasal 12 tertulis bahwa BBN-KB paling tinggi 20% untuk penyerahan kendaraan pertama. Artinya dengan kenaikan 12,5% masih jauh dari undang-undang batas atas. Weihhh…

Last…..jika kenaikan BBN KB 12,5% diberlakukan maka bisa dipastikan harga motor baru akan terkerek naik. Mungkin tidak terlalu besar untuk entry level. Tetapi kenaikan tersebut akan berdampak cukup signifikan pada motor dengan bandrol mahal. Wacana kenaikan masih digodok dan akan diumumkan sekitar pertengahan Juli ini. Duhhhh….perasaan nggak pernah ada yang turun ya cak, semua pada naik euy……(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

74 COMMENTS

    • Juga sudah bejubel motor di jalanan. Mobil juga makin banyak masuk gang kecil jalan kampung. Kudu dikurangi jualbeli kendaraan. Salah satu kota di Jerman, dominan sepeda onthel. Ngaku2 bangsa agamis negara moslem terbesar tapi gak cerdas.

    • Kalo mau menekan laju pertumbuhan kendaraan bermotor selain dsri segi pajak juga dari prosedur pembeliannya diperketat harusnya..skr gampang banget leasing menyetujui aplikasi kredit..kedepannya kudu ada aturan yang memperketat perihal leasing cak..kalo cuman dari segi pajak diperketat sedangkan kepemilikan via leasing dimudahkan ya percuma..tetep membludak

    • Inflasi sejak jaman bung karno. Doi orang cerdas. Belajar sampe Netherland. Pounding pather. Ganti pola hidop Indonesian bergaya barat. Ga ada kontinyuitas. Hingga sekarang, lebih pada demen yang barat. Jadinya keponthal ponthal. Dari majapahit ke islam demak bintoro masih ada kontinyuitas /kebersambungan pola pikir & kehidupan. Kita semua ternyata gebb black. Coba klo mau mengaplikasikan pola pikir & hidup moyang sendiri. Gebb Blacked semuanye

    • Ayo donk bleH artikel rombongan CB crash beruntun donk bleH…… Brummmm…. Brummmmm was wus was wus…. Wus Dher mak PeRoLLLLLLLLLLLLLLL………

    • H selalu lebih mahal dari yang lain, namun selalu laris manis ?
      12 setengah persen ? Xincaaai

    • @Muhammad Ramadhan: bener banget Bro, dulu pernah di tekan dengan DP minimal 30%, ntah gimana cara nya skrg DP bisa di tekan lagi, jadi terlalu mudah lagi untuk beli motor… yang jadi masalah, terlalu banyak konsumen yg tak layak mengendarai motor bisa beli dan pakai motor tersebut… di jalan itu pasti banyak bgt org2 yg ga punya sim tapi berani berkendara di jalan…
      masalahnya, bisa jadi makin panjang sih.. tarif angkutan umum yg belum lebih murah daripada angsuran bulanan motor jg yg mendorong makin banyak org utk beli dan pakai motor utk jadi kendaraan sehari2 (termasuk ane sendiri dulu ngasih adik motor utk kuliah, karena kalau dihitung2 total pengeluaran utk angkutan umum masih jauh lbh mahal di banding nyicil motor dan isi bensin…)

      untuk menekan laju pertumbuhan kendaraan bermotor ga bisa dilakuin hanya salah satu pihak, tapi harus kerjasama dari berbagai pihak yg terkait sperti sektor transportasi umum, perhubungan, fasilitas umum, perpajakan, pertamina dll yg semua nya harus jg tertata dalam undang2 yang jelas, berkesinambungan dan tegas, dan tentunya diikuti disiplin dari semua kalangan masyarakat, baik pengusaha maupun konsumen.. yang pasti awal pelaksanaanya harus di awasi ketat.. itu kalau mau tertib dan disiplin

    • Perut gue kek dikoco-koco baca artikel kek ginian. Gkgkgkgkkk. Pengen ketawa takut gak bisa mingkem

    • Mau bilang issu basi kaga tega. Selamanya akan terus begini kondisi nya. Sudah rahasia umum. Dah banyak yang paham. Gkgkgkgkkk kek ada orang yang ngekocoin perut gue gkgkgkgkkk

    • Justru kalo gaji naik, harga2 juga naik krn daya beli tinggi. Gitu aja terus sampai nasib rupiah kayak duit Zimbabwe, beli roti aja bawa duit satu koper.

  1. Klo untuk menekan kendaraan bermotor, seharusnya pembayaran cash only, gak pake dp 0 rupiah atau dp 10%.. klo dp 0 rupiah, membuat orang gampang beli2 motor..

  2. Setuju. Biar ga jor joran pada beli /ganti motor. Maklum klo pada kawatir. Bahkan blogger roda dua kondang kaonang-onang pun ngeluh “duh”.

  3. Coeg, pajek mobil aama motor mewah di kurangi, eh yg motor rakyat biasa di naikin

    Dagelan coeg

  4. pernah baca di artikel berita online juga kang iwan, kalau pajak 10% punya dki ini emang udah ‘ketinggalan’ dari provinsi2 lainnya yg udah main di 12.5%. jadi lebih kepada keadaan di mana dki ‘menyesuaikan’ dengan pengenaan pajak seperti provinsi2 lainnya

  5. Biar lek, supaya kawasan Jabodetabek terutama Jakarta lebih lengang dari kendaraan bermotor, baik baik motor atau mobil pribadi
    Untung ane kemana mana ngonthel awkwkwk, motor tinggal di kampong, eman dibawa merantau disini

  6. Blogger ujungnya kodzel-kodzel. Kudu bikin artikel perawatan motor. Padahal males. Enak test ride katae…… Wong sukses kok kudu gluprut olie batinnya muni

  7. gmna gak mbeludak populasinya DP 500 rb udah bisa bawa pulang motor.
    yang bikin pertumbuhan motor mbeludak itu kredit bukan pajak.
    jelas sudah.

    • 500 rebu plus ktp bawa pulang motor kinyis kinyis bin kinclong. Ngahatjeung iki mbokdheeee mbokdheeeee

  8. Kalau mau mengurangi penambahan jumlah motor, hapusin beli motor lewat kredit. Sekarang aja ada modal ktp bisa bawa pulang motor baru. Coba klo beli motor harus cash, pasti bakal berkurang penambahannya tapi ya bakal pro kontra seperti biasanya

    • Kamu gak mikirin pekerja pekerja yang kek rayap itu? Mikirrrr…..
      Salam wus Dher mak PeRoLLL………..

  9. Gini lho,menurut saya,mau dinaikin pajaknya pun yang naiknya ‘beberapa persen’ ga efektif kayaknya,karena kenyataanya,tetep aja orang pada beli itu motor.Kenapa?menurut saya ya karena Transportasi Umum punya negara kita itu bener bener ga merata,mau kemana mana ga gampang kalo ga pake motor/mobil ya susah

    Jadinya ya kayak itu tuh yang kemarin juga,sistem zonasi,bukannya fasilitas di sekolah & guru guru yang kompeten yang diratakan ke daerah daerah,lha ini malah muridnya yg diratakan ke daerah daerah,ga mudeng saya

  10. Menurut saya,ini ga efektif,permasalahannya sebenarnya kan karena orang orang itu mau pergi kemana mana itu ga gampang,soalnya Transportasi Umum nya itu sulit,kalo ga pake motor/mobil,ya susah & lama
    Coba kalo bisa terintegrasi spt di Jepang,wah kemana mana bisa naik kereta gampang,ya jadinya orang pun mau beli kendaraan males,males ngerawatnya juga + pajaknya

    Ini jadi kayak kemarin soal sistem zonasi,bukannya fasilitas kelengkapan sekolah & guru guru kompeten yang diratakan ke daerah daerah,lha ini kok malah murid muridnya diratakan,ga mudeng saya

  11. Yang penting seiman, padahal pengusungnya jumawa mau gratisin pajak kendaraan bermotor? Waras? Kalo gratis pemasukan negara dari mana? Sekelas jepang aja utangnya jauh lebih gede dari indonesia dan masih kudu disokong dana utang yang diambil dari rakyatnya.
    Positive thinking aja babang anies perlu dana tambahan buat bayar mahar ke parte+tim dagelannya.

  12. jika ingin membatasi pengguna kendaraan pribadi, transportasi umum harus mumpuni, tidak hanya jakarta saja, tp daerah juga harus sadar, lalu penerapan kebijakan pengambilan sim yang diperketat, selain mengurangi, juga menertibkan berlalu lintas.. jd tidak ada lagi the power of emak2 ??

    • Penting sengiman bapakkkk….. Masyuque syurga besyokkk. Mampir dulu di ngarab. Naek ngonta. Gkgkgkgkkk pengen ketawa takut gak bisa mingkem

    • Ngalir ke gott. Cebonk kegirangan dikira kecemplungan duit pajak. Ternyata codot kawin jatuh ke gott buakakakakak kkkkkk

  13. Semenjak ada skema kredit dalam pembelian kendaraan,populasi nya makin tak terkendali seperti hama …solusi efektif memang harus menghapus sistem kredit,terkadang keputusan tepat memang selalu pro dan kontra….tapi tetap harus di jalani…

  14. Yang harus ditekan tuh honbul dan parabehanya, berlomba2 beli motor honbul semua, setiap ada produk baru dibeli, parabeha kan 1 rumah motornya honbul semua yg kadang jumlah motornya melebihi jumlah penghuni rumahnya. Itu cara yg efektif menekan pertumbuhan motor.. Harus cash dan jgn kredit.. Kalau cash penjualan honbul paling 40%nya sekitar 1,5 juta / tahun.. Parabeha mau nyinyir..? Silakan..

  15. mungkin kenaikan yg tepat adalah pajak progresif …..motor 1 pajak “sebesar A” punya motor lagi pajak “2X pajak A” dst nya…..ini saja sptnya blom efektif dilaksanakan…

  16. BBN-KB naikin buat kendaraan yang baru yang Second jangan soalnya kendaraan saya Second…hehehe
    Biar masyarakat merawat motor Second biar ga semakin berjubel kendaraan, yang Second dipelihara (hemat SDA) yang baru ditekan harga Bea belinya mahalin, soalnya saya beli motor/mobilnya second. hahaha mau beli baru ga kuat gepengnya.

  17. gaya hidup bermewah mewahan kendaraan jadi tren di negeri ini, ngutang / kredit motor atau mobil kadang dipaksaain walau penghasilan pas ngepasan banget yg sebenernya hny cukup buat makan, tp karena tren kendaraan jd gengsi.
    Klo pake syukur naik motor baru sama motor lawas enaknya sama aja.
    Yang bisa merasakan rasa motor baru dan lama itu enak ya Syukur dan ga gengsi.

  18. Pungli samsat bbn motor baru itu kisaran
    600.000- 800.000 per unit.. Harusnya punglinya aja yang dihilangkan terus disumbangkan ke negara.

  19. Menekan jumlah kendaraan?sepertinya tidak..berapapun harga motor pasti dibeli oleh masyarakat. Selama kredit kendaraan masih berlaku. Yg benar, negara berusaha makin keras menghimpun dana dari masyarakat…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here