iklan iwb
iklan iwb

iwanbanaran.com – Cakkk…Ajang tahunan Paling bergensi dikawasan Amerika Pikes Peak International Hill Climb atau sering dikenal dengan The Race to the Clouds kembali dimulai. Ajang ini dibagi menjadi dua yaitu Mobil dan Motor. Namun kabar duka datang Carlin Dunne meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dengan kecepatan tinggi.Yup….Pembalap Carlin Dunne tewas setelah nyemplung jurang sedalam 20 meter cak !!

Ajang Pikes Peak International Hill Climb adalah race Time Trial dengan jarak tempuh 12,42 Mil yang dihitung dari bawah gunung hingga puncak Pikes Peak. Carlin Dunne adalah rider pertama yang mampu memenangi ajang tersebut dengan waktu sub-10 Menit dalam katagori Motor Street Fighter pada tahun 2012 dengan Ducati. Bahkan ia dijuluki ‘King of The Montain’ karena ia selalu tampil mendominasi, tercatat sudah 4 kali Carlin menang.

iklan iwb

Kendala awal memang sudah terjadi sejak minggu pagi dimana beberapa rider mengeluhkan bumpy pada track yang terletak didekat garis finish dalam ketinggian 4.300 MDPL tersebut. Nahh ternyata problem tersebut berakibat fatal, menurut saksi mata yang berada didekat lokasi kecelakaan. Carlin menggeber Ducati Streetfighter V4 2019 dengan kecepatan tinggi melewati gundukan yang hanya berjarak 20 Meter dari garis finish, menyebabkan ban depan terangkat dan kehilangan traksi kecelakaanpun tidak bisa dihindari. Hingga akhinya Carlin yang berasal dari Santa Barbara, California menutup usia diumur 36 Tahun.

Melalui Outtherecolorado berita kematian Carlin dirilis langsung oleh Pejabat setempat.

“Kami berduka atas kematian tragis Carlin dan dia akan tetap berada di hati kami selamanya sebagai bagian dari keluarga Pikes Peak International Hill Climb, Carlin akan dikenang sebagai mentor yang ramah dengan semangat kompetitif. Dia adalah pria yang lembut, bijaksana dan menyentuh semua orang yang bertemu dengannya. Kami akan selalu mengingat senyumnya yang menular dan cinta sejati untuk olahraga.”

Jason Chinnock selaku CEO Ducati Amerika Utara, Juga Turut berduka cita atas kemarian Carlin..

” Trek yang merenggut nyawa Dunne…”

“Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan keterkejutan dan kesedihan kami. Carlin adalah bagian dari keluarga kami dan salah satu pria paling tulus dan baik yang pernah kami kenal. Semangatnya untuk ajang ini dan kecintaannya pada motor akan diingat selamanya ketika kematiannya meninggalkan lubang di hati kita,” Ujar Jason..

Dengan kematian Carlin Dunne menambah rentetan korban Pikes Peak International Hill Climb. Sebelumnya sudah ada enam korban yang meninggal disini yakni…

  1. Pembalap motor Carl Sorensen, ayah 39 tahun dari Centennial, jatuh dari tebing saat latihan terakhir berjalan sepanjang 3 mil sebelum pertemuan puncak pada hari Kamis menjelang race 2015.

2. Pembalap motor Bobby Goodin, meninggal diusia 54 Tahun karena cedera setelah ia merusak momen Triumph Daytona 675R pasca melintasi garis finish di puncak pada 2014.

3. Race Direction, Henry J. Bresciani, 67 Tahun, dari Colorado Springs meninggal pada tahun 2005 setelah ia ditabrak mobil saat Practice

4. Ralph Chandler Bruning Jr, 31 Tahun, meninggal tragis dalam sebuah Practice tahun 2001 ketika mobil Super Stock-nya keluar dari jalan pada kecepatan 80 mph dan menabrak pohon dekat tanggul setinggi 20 kaki. Mobil itu mendarat di atasnya dan sebagian pohon memasuki mobil.

5. Pembalap motor Bill Gross meninggal pada tahun 1982 ketika ia ditabrak oleh rider lain yang menyebabkan cedera serius dibagian Hati.

6. Pengemudi Mobil Wallace Coleman meninggal setelah ia mendapatkan Cedeta disaat Practice pada tahun 1921…..(Cc for iwb)

Video terakhir yang diupload Dunne. RIP bro…..(iwb)

 

Advertisements

19 COMMENTS

    • Punten kang IWB, menurut sy penggunaan kata “nyemplung” agak kurang pas, krn konotasinya ke arah candaan (IMHO).

    • sudah benar diksi nya ‘tewas’. karena sang pembalap meninggal bukan karena sebab alami (bencana alam, kecelakaan, korban kriminal dan sebagainya)

    • Jujur si, praktiknya sehari2 kalo dengar berita pakai kata “tewas” utk korban nyawa bencana/kecelakaan/sebab tak disengaja.. masih kurang sreg. Lebih etis kata “meninggal”. Tewas kesannya seperti sudah melakukan kejahatan

  1. Coba motogp ada satu race ginian. Bakalan rame sih. Pemenanagnya dapet 200 poin kalo menang dengan syarat laptime tertentu. Bakalan rame mah

  2. Semua mati dalam kebiasaan nya,, kematian itu pasti datang ,dan mendadak,

    Siapkanlah bekal ,di alam kubur .itu adalah sepandai2 nya orang

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama