iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…Francesco Bagnaia (Pramac Racing Team) tampil sangat baik di Home Racenya, Rookie tersebut bahkan keluar sebagai yang tercepat pada Free Practice 2 sekaligus menandai Hasil terbaiknya di kelas MotoGP. Nah yang menarik dari doilah bisa kita ketahui bahwa Marc ternyata memiliki taktik jitu yakni, pura-pura pelan agar tidak diketahui potensi asli oleh lawan. Weehh anyar manehh ikiiii….

Pada Free Practice 3, Francesco Bagnaia mengamankan tiket Qualifiying 2 tanpa harus melewati Qualifiying 1 terlebih dahulu, artinya Pecco berhasil mengalahkan gurunya, Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang gagal menembus Qualifiying 2…

Hasil gemilang terus berlanjut Hingga Qualifiying 2, Pecco akhirnya mampu menempati start dari Posisi delapan dan terpaut +0.741 Dari pemegang Pole Position, Marc Marquez (Repsol Honda Team). Rider Italia bersama Pramac Ducatinya memuji Track Mugello. Sejauh ini Juara Dunia Moto2 Musim lalu mengendarai Ducati Desmosedici GP18 dengan gaya balap yang halus dan rapi, ternyata hal tersebut cukup cocok dengan kombinasi track Tuscan Mugello cakk..

iklan iwb
iklan iwb

Sangat menyenangkan bisa langsung masuk ke Q2, karena itu menegaskan seberapa kompetitif kami di sini, aku senang dengan cara kami bekerja, tetapi kami membutuhkan sesuatu yang lebih. Set up yang kami temukan memungkinkan ku untuk berkendara dengan bersih, tetapi kami bisa melakukan yang lebih baik. Grip di saat keluar tikungan adalah masalah terbesar saat ini, tapi kami berada di jalur yang benar dan pada Race Day harus memilih ban belakang dengan tepat dan hati – hati.” Ujar Murid Valentino Rossi

Pada Qualifiying kemarin Pecco berhasil tampil cepat dan berhasil melibas Marc Marquez di Straight, namun ia menyebut Marquez hanya berpura – pura dan hal tersebut ternyata sebagian kecil dari strategi Marquez…

“Ya, aku mengalahkan Marc Marquez dengan baik (FP1), tetapi aku harus mengatakan bahwa Marquez lamban di track lurus, ia berpura-pura mempush. Perilaku ini menutup potensi asli dari putaran lap yang valid. Kami harus mengikuti jejaknya dan menggunakan strategi tersebut sebagai contoh.” seru Bagnaia. Welehhh ngono to, pantess cakkk awalnya alon tiba-tiba malah sabet pole..

Sebelumnya Bagnaia Memang menargetkan paling tidak start dari Row ketiga dan ia berhasil, tentu Pecco berupaya memanfaatkan start tersebut dengan sebaik mungkin di Race Day nanti..

“Tujuan dalam kualifikasi adalah untuk memulai race setidaknya dari row ketiga, dan kami berhasil. Para Race day aku harus memanfaatkan posisiku sebaik-baiknya selama lap pembukaan dan mengimbangi rival kami. Pace kami bagus, kami kuat dan kompetitif. Setelah Jerez dan Le Mans, kami telah mengambil langkah dalam hal menemukan set up yang sesuai dengan Desmosedici, kami telah menemukan terobosan setelah mencoba banyak hal. Sekarang aku memiliki semuanya di bawah kendali dan Ducati mengikuti dan menanggapi perintahku. Ini adalah pertama kalinya aku benar-benar merasa nyaman dengan motor, tujuan utamaku besok adalah untuk menyelesaikan race, mungkin dalam sepuluh besar. Aku selalu menikmati mengendarai motor MotoGP di sini (Mugello) bahkan lebih.”

Last…Hasil Qualifiying yang ditorehkan Francesco Bagnaia merupakan hasil terbaiknya di Kelas MotoGP Sejak awal debutnya di Losail, Qatar. Kita lihat saja balapan nanti…(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here