Iwanbanaran.com – Sik..sik, iki judule piye to cak IWB? koq ada dua tema yang diangkat? betul cak…sampeyan bener puol. Sebab dua hal tersebut akan menjadi topik menarik kita untuk artikel ini. Yang pertama adalah mengenai keberatan Kawasaki terhadap Ducati yang dianggap memiliki konsep berbeda sebagai motor produksi masal. Ternyata complaint tersebut ditolak oleh direktur WSBK yakni Gregorio Lavilla yang secara tegas menganggap kompetisi masih fair. Doi juga menyinggung perihal niat WSBK untuk bisa menggelar balapan di Indonesia. Wihh menarik to. Nah seperti apa detilnya ? simak interview yang IWB terjemahkan dari GPone berikut ini….

Gregorio Lavilla memastikan menolak keberatan Kawasaki terhadap eksistensi Ducati Panigale V4 yang dianggap timpang. Menurut direktur WSBK, performa Ducati masih dalam kondisi wajar dan tidak perlu dipermasalahkan…

” Sulit bagi kita untuk mengatakan bahwa Motor memiliki keuntungan. Mungkin benar ada salah satu motor Ducati yang cukup mendominasi namun harus diingat bahwa pembalap Ducati lain saat ini sangat kesulitan. Perjanjian yang kita buat dengan seluruh pabrikan adalah keseimbangan dengan cara menaikkan atau menurunkan limit RPM atas dasarkan algoritma matematika. Dan menurut kami Alvaro Bautista sepertinya tahu bagaimana cara mengeksploitasi motor sementara lainnya kudu bekerja keras....” seru Gregorio Lavilla. Terus apakah tindakan selanjutnya untuk mengantisipasi complaint ?

Tentu saja ada beberapa opini yang selalu menyoroti motor dan ini sebenarnya juga terjadi tahun kemarin di mana Jonathan Rea tampil mendominasi. Di Dorna kita sangat antusias untuk membuat balapan menjadi lebih seru dan seimbang bagi para fans. Dan kurasa regulasi sekarang membuat pembalap bisa mendemonstrasikan kemampuannya di atas track lebih dari sekedar motor yang mereka tunggangi…..

” Aku sendiri tidak setuju jika yang disoroti hanya sekedar motor. Sebelum Dorna bergabung di SBK dulu tidak ada pembatasan mengenai harga motor termasuk suspensi hingga perangkat rem. Bahkan tidak ada pembatasan jumlah mesin yang digunakan. Dan ketika Dorna bergabung pada tahun 2013 kita menciptakan kondisi agar lebih fair dan kompetitif. Contohnya terjadi pada Honda….mereka tidak bisa bergabung dengan motor RCV yang memiliki harga hingga 200.000 Euro sebab kedatangannya bisa merusak kompetisi…..” cetusnya Gregorio Lavilla lagi…

Aku Sendiri lebih suka jika mereka menyerahkan proposal. Jadi tidak hanya komplain mengenai harga sebuah motor. Memang betul harga Ducati sekarang bisa tembus 40.000 Euro ketika dijual di pasaran dan mungkin Yamaha hanya 20.000 Euro contohnya. Namun patut diingat semua akan setara jika motor tersebut sudah turun di atas trek. Biaya kesana mirip. Oleh karena itu jika Kawasaki ingin mengatakan sesuatu kepada kami tentu saja pintu akan terbuka lebar….

” Namun kenyataannya hingga sekarang belum ada satupun proposal masuk. Kita dengan senang hati tidak hanya mendengar namun akan melakukan langkah-langkah yang dianggap fair untuk semua. Namun Tentu saja aku tidak bisa menyetujui sebuah komplain yang didasari atas usaha mereka untuk mengejar sesuatu karena jalannya balapan tidak sesuai dengan harapan setelah mereka mendominasi selama 4 tahun...” tegasnya….

Direktur wsbk juga menggaris bawahi bahwa saat ini mereka sedang melihat beberapa potensi sirkuit yang ada di Asia. Khususnya eksistensi sirkuit Buriram Thailand yang sedang dievaluasi. Yang cukup menarik ternyata direktur WSBK memasukkan Indonesia sebagai Project yang sangat penting untuk dibidik WSBK….

” Kontrak dengan Buriram memang akan selesai ditahun 2020. Saat ini kami masih mempertimbangkan dan mengecek ulang apakah akan diperpanjang atau tidak. Karena seperti yang kalian tahu ada sebuah proyek yang berhubungan dengan Indonesia di tahun 2021. Kami masih menunggu hal itu. Kemudian kita saat ini juga sedang bernegosiasi untuk menambah sirkuit di Afrika Selatan pada tahun 2020. Kita akan lihat perkembangan selanjutnya…” tutupnya….

Last…polemik aturan WSBK mencuat setelah Bautista tak terkalahkan dan tampil dominan. Hingga Imola menjadi angin segar untuk Kawasaki karena mereka berhasil meninggalkan Ducati lewat penampilan Rea yang melesat jauh meninggalkan Alvaro. So…kita lihat saja sepak terjang kedua pabrikan yang sedang berkompetisi..seru neh ! (iwb)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here