Iwanbanaran.com – Pakdeeee….siapa sih yang nggak demen motor kinclong. Sopo yang nggak seneng kalau melihat tunggangan kemilau bak pipi kembang desa. Namun ketika kemilau tersebut mahal harganya, sampeyan juga kudu hati-hati. Sederhana dan simpel namun bikin celaka. Ngeri cak, ini biang dlosor jika tidak awas. Emange opo ???

Kendati sampeyan lelah pasti tetap risih kalau melihat tunggangan kotor. Bawaannya mendung cak, sumpek tenan apalagi kalau lumpur sudah nempel pekat akibat hujan yang turun tiap hari. Namun apa daya, lelahnya badan membuat kita tidak bisa melakukan sendiri. Ujung-ujungnya cak, kita akan melipir ketukang cuci steam. Simpel, gampang dan tidak menguras tenaga. Yahhh..memang nggak murah sih. Di Jakarta sendiri untuk nyuci motor sampeyan harus mengeluarkan uang 20 ribu. Angka yang lumayan karena kita sudah mendapatkan 2 liter bensin alias cukup untuk menjelajah jalanan hingga 60 km. Tapi lek mikir ngono cak, motor sampeyan bakal kotor terus…iyo oraaa…

Tukang cuci steam selama ini banyak membantu. Tapi bukannya tanpa kelemahan… kalau Sampeyan tidak awasi kadang proses cuci seenak udele dewe. Lawong IWB pernah cak…mosok crankcase engine disikat pakai sikat ban…kepala cekot-cekot rasane. Alhasil cat crankcase cover scratch semua. Ditegur sih nurut, tapi bibir manyun semeter. IWB juga pernah saat nyuci Green Tukijo, motor dimiringi sampe njengat dengan mengandalkan standar samping untuk menahan beban motor yang mencapai 164 kg. Cara itu ditempuh karena mereka tidak memiliki standart paddock sehingga untuk memudahkan membersihkan ban motor mereka miringi. 5 detik mending lha ini kadang bisa sampai semenit…

” Mz… nggak usah terlalu bersih nggak apa-apa untuk bagian ban. Nggak usah di miringin-miringin begitu. Karena bobot motor cukup berat saya takutnya standarnya patah..” seru IWB sopan. Tebak…apa jawaban mereka. ” Ahh…udah biasa om, motor-motor lain juga kita giniin nggak ada kasus patah (motor lain mayoritas matic dan bebek)…” celetuknya. Lhoo ngeyel, IWB hanya bisa menahan bibir agar nggak naik intonasi. Soale mulai emosi ki judule. ” Beda mz…matic bobot hanya 125kg…motor fairing kayak gini kisaran 164 kg. Standart samping tidak didesain untuk menahan bobot motor dengan cara begitu...” hardik IWB. Doi diam dengan muka manyun…weleh-weleh…

Sebagai informasi besi standar samping rata-rata kopong bagian dalam. Jadi bukanlah besi gelondongan paten yang tahan patah. Standar samping tidak didesain untuk menahan bobot secara total namun hanya menahan kemiringan motor saat di standar. Patah sih emang jarang terjadi. Tapi kalau pas kena apesnya apa nggak nyesek. Oleh karena kalau sampeyan menemukan tukang cuci steam memiringkan motor lebih dari 1 menit mending ditegur. Patah sih nggak mahal, tapi indennya cak iso jenggoten sampeyan. Karena standar samping termasuk komponen slow moving parts Yang pastinya tidak semua dealer nyetok komponen tersebut….

Kasus lain yang cukup berbahaya adalah pengetahuan tukang cuci steam terhadap keselamatan pengendara. Karena tugas mereka hanya membuat motor kinclong jika tidak diawasi sering terjadi semir ban blepotan hingga ke permukaan luar. Seperti yang IWB alami berikut ini. Tidak selalu melototin kerja mereka, ban Green tukijo dilabur semir hingga permukaan luar. Padahal secara teknis dilarang keras semir menjamah bagian tersebut karena akan mengganggu traksi pada saat sampeyan belok pada kecepatan tinggi. Pada high speed biasanya motor akan dipaksa rebah dan….bisa ditebak cak. Dlosorrrr pastiiii…

” Mz aku tibo (jatuh). Gara-gara ban motorku tak semir kabeh (semua). Untung nggak kenceng…” seru salah satu teman IWB Doni Slendrosa menceritakan pengalamannya perkara semir ban. Hhmmm…lek iki sih emang pekok cak, mosok ban disemir semua. Pasti licin dan lost traction :mrgreen: . Nah…jadi ngono yo cak. Jangan pernah meremehkan hal kecil karena potensinya sangat berbahaya. Selalu awasi tukang cuci membersihkan motor kita. Jika mereka mengerjakan tugasnya dengan baik jangan sungkan berikan TIP nama sebaliknya jika seenak udele dewe jangan sungkan pula untuk menegur. Terutama semir ban, kudu diawasi pakde. Wis ngono wae IWB mau bersihkan ban dulu neh…ngeriiiii (iwb)

 

Advertisements