iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Wajahnya terlihat muram dan tertekan, itulah yang kita bisa tangkap dari wajah Jorge Lorenzo pasca race Jerez 2019. Hasil buruk Jorge Lorenzo (Repsol Honda Team) berlanjut di Sirkuit Angel Nieto Jerez, Spanyol dimana ini adalah Home Race Perdananya bersama Honda. Rider berjuluk Porfuera ternyata masih kesulitan dan tidak bisa tampil dengan optimal. Memulai race dari posisi 11 justru masuk garis finish malah jebluk berada diposisi 12. ” Aku mulai kuatir, sedih dan kecewa..” seru Jorge. Waduhhh yak opo iki rekkk….

Menjalani Race di Jerez yang merupakan salah satu sirkuit favorit Jorge Lorenzo, banyak orang yang mengharapkan Rider Spanyol tersebut bisa Comeback dari keterpurukan. Pasalnya Ia tampil cukup baik di Sepanjang Akhir pekan sebelum Race Day. Namun fakta berkata lain…

Memulai Race dari Posisi sebelas, ia langsung merosot ke posisi lima belas pada Lap kedua. Jorge Lorenzo terus bertahan di posisi lima belas selama race berlangsung namun akhirnya Rider Berusia 32 Tahun tersebut finish di posisi dua belas setelah Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT), Jack Miller (Pramac Racing Team) dan Joan Mir (Suzuki Ecstar Team) yang berada di depannya gagal menyelesaikan Race. Bahkan Jorge Lorenzo kalah dari Stefan Bradl (HRC Test Team) yang tampil dengan Wildcard. Wihh emang nyungsep tenan rekkk….

iklan iwb
iklan iwb

” Aku tidak bahagia dengan race ku, tentu saja, aku tidak antusias. Hal yang logis adalah bersedih, kecewa, dan mulai khawatir. Aku akan terus berjalan. Jika aku mulai di baris pertama atau baris kedua, aku akan memiliki lebih banyak kebebasan di track. Mungkin dalam tiga atau empat lap pertama aku akan lebih cepat. Tetapi kenyataannya adalah ketika aku sendirian di posisi 13, posisi 14 aku tidak memiliki kecepatan. Aku merasa tidak nyaman di atas motor. Aku lambat. Jika kau cepat, kau akan memulihkan waktu, posisi Tapi aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak cukup kompetitif..” serunya muram….

“Kau bisa melihat dari wajahku. Wajahku bukanlah wajah yang bahagia, jelas. Aku tidak ingin menjalani race seperti hari ini. Aku melakukan semuanya di lintasan tetapi aku tidak bisa melaju lebih cepat. Aku tidak suka posisi itu. Aku tidak suka situasinya. Tapi kupikir aku adalah seorang juara dan juara terus berjuang sampai mereka menemukan solusi. Dan aku yakin akan segera menemukan solusinya.” Tukas Rekan satu tim Marc Marquez dengan Optimis….

Lalu Lorenzo membeberkan permasalahan yang ia hadapi saat Race yang menyebabkan Kecepatan motor terseok-seok….

“Ya, aku punya masalah saat masuk tikungan. Yang aku rasakan beban motor terlalu banyak di depan dan sulit bagiku untuk memiliki energi yang cukup di lenganku. Aku perlu menemukan beberapa solusi untuk masalah ini. Aku juga merasakan sesuatu kurang nyaman terkait dengan engine brake, atau sasis dan kami kehilangan sesuatu yang masih belum kami mengerti. Hal ini membuatku merasa tidak nyaman saat masuk tikungan. Aku kehilangan banyak waktu dibandingkan dengan Cal dan Nakagami, dan tentu saja dengan Marc. Sampai kami memperbaiki masalah ini, kami tidak akan bisa cepat..” tukas Lorenzo lagi…

Masalah yang berkaitan dengan kesulitan Lorenzo saat ini sebenarnya dapat dimaklumi. Dengan beberapa cedera yang ia alami sejak delapan bulan yang lalu. Alhasil waktu untuk Test RC213V Honda di Track berkurang dengan ketidak hadirannya pada tes Sepang Februari lalu. Untunglah Lorenzo masih percaya bisa mengumpulkan lebih banyak pengalaman untuk beradaptasi dengan gaya balapnya untuk memulihkan keadaannya secepat mungkin….

“Yang pasti aku bisa meningkatkan sedikit cara berkendaraku. Setiap kali aku naik motor, aku akan belajar beberapa hal. Tapi motor itu sendiri perlu memberiku sesuatu yang lebih, dalam hal ergonomi, pengereman agar mampu memberiku rasa percaya diri seperti sasis, engine brake ataupun respon mesin, sehingga aku bisa masuk lebih cepat di tikungan. Sekarang aku kehilangan banyak kecepatan…” cetusnya. Lorenzo juga mengakui cederanya sudah lumayan membaik….

Skafoid membaik hari demi hari tetapi sangat lambat. Aku tidak merasakan begitu banyak rasa sakit saat berada di Motor, aku baik-baik saja. Masalahnya aku tidak bisa berlatih begitu banyak di gym sehingga ini mempengaruhiku secara fisik. Di sisi kardiovaskular dengan motor aku bisa berlatih sangat keras, tetapi jelas beberapa latihan di gym untuk mendapatkan kekuatan di lengan yang tidak bisa ku lakukan. Tapi aku ulangi ada sesuatu dimotor yang aku tidak bisa mengerti untuk memberiku rasa percaya diri lebih untuk bekerja di bagian itu…..” serunya lagi…

Ketika Ditanya apakah beradaptasi dengan Honda lebih sulit dari pada dua tahun lalu saat di Ducati, mengingat ia telah berpetualang bersama Yamaha selama delapan tahun….

Entahlah…Aku tidak tahu. Ada kalanya motor yang kau tunggangi terasa nyaman dan sangat cepat dari awal, begitupun sebaliknya. Ada rider yang beradaptasi dengan sangat mudah dan ada rider yang membutuhkan lebih banyak waktu. Aku mungkin berada salah satunya (Lambat Adaptasi) tetapi situasinya sangat mirip. Aku melewatkan Test Sepang selama tiga hari, cedera selama delapan bulan. Pastinya itu tidak membantu. Kupikir aku perlu waktu, lebih banyak pengujian dan lebih banyak kilometer dengan motor. Semua itu akan memberiku kecepatan yang lebih….” tutup Mantan Rider Yamaha dan Ducati tersebut.

Last…mumetnya Lorenzo sangat dimengerti apalagi Marc Marquez mampu juara diatas mesin yang sama di Jerez. Jelas tekanannya kuat banget kangbro. So…kita lihat saja apakah Jorge bisa bangkit dan mengusir rasa kuatir, sedih dan kecewa seperti yang dirasakannya saat ini. Semangat Jorgeeeee (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

3 COMMENTS

  1. Paduka hohe terlalu gengsi n mikirin gaji si buat masuk ke suzuki apa satelit petronas…jadi ya nikmatin dah tuh balapan make honda…..

  2. Waduh kok gitu… Belazar agama biar lapang hati… Banyak kok pusat kajian agama di Spain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here