Iwanbanaran.com – Cakkkk…..timpangnya performa Ducati dengan Kawasaki memicu reaksi bos racing Kawasaki. Menjadi pabrikan yang perkasa sejak 2012 membuat KAWI merasa tertantang dengan fakta bahwa Ducati menggunakan motor berbasis pengembangan Motogp Desmosedici. Level yang timpang membuat Kawasaki mempertimbangkan untuk melawan Ducati dengan mesin yang sama yakni superbike produksi masal berbasis Motogp pengembangan dari mesin Motogp ZX-RR. Niat tersebut dilontarkan bos racing Kawasaki Ichiro Yoda yang merasa gerah dengan sepak terjang Ducati. Wihhh makin hottt pakdeeeee….

Kawasaki adalah pabrikan paling sukses di balap WSBK. Pada tahun 2013 mereka berhasil memenangkan kejuaraan bersama Tom Sykes, empat tahun terakhir dengan pembalap Irlandia Utara Jonathan Rea. Kawasaki berinvestasi lebih banyak daripada pabrikan lain dalam teknologi ZX-10RR, hampir setiap tahun, model-model baru dihomologasi untuk mempertahankan kedigdayannya meskipun ada perubahan peraturan tiap tahunnya…

Tapi di tahun 2019 Ducati membuat Kawasaki terkejut. Dengan Panigale V4R dihomologasikan motor ini mampu berkitir hingga lebih dari 16.000 RPM. Basis mesin yang digunakan juga nyomot gen mesin MotoGP modern. Selain itu, versi produksi Ducati adalah satu-satunya superbike yang harganya mendekati 40.000 euro, harga maksimum yang ditentukan. Itulah yang membuat Kawasaki gerah. Menurut bos Kawasaki Ichiro Yoda, tidak ada cara lain untuk melawan Ducati selain menempuh jalan yang sama yakni, Kawasaki Ninja dengan basis pengembangan dari mesin Motogp ZX-RR. Weeihhh…

” Mengejar Ducati musim ini sulit. Mesin mereka berasal dari Kejuaraan Dunia MotoGP, seluruh paket mereka dari MotoGP. Ini adalah motor MotoGP dengan ban Pirelli. Bahkan jika kami diizinkan menggunakan bagian konsesi, kami akan dibatasi. Dengan bagian-bagian konsesi yang homolog, kita tidak dapat mencapai kinerja Ducati. Kami tidak akan dapat mengejar kecepatan mereka. “ seru bos racing Kawasaki via speedweek. Terus gimana solusinya? Apakah ini artinya Kawasaki mempertimbangkan untuk melakukan langkah serupa guna melawan Ducati? yakni meracik motor khusus dengan basis prototype seperti halnya Ducati Panigale V4 yang kemudian diproduksi hanya 500 unit dipasar demi melegalkan homologasi WSBK ?

” Ichiro Yoda (Kawasaki Racing)….”

Tepat, itulah solusinya. Kita harus menjadi lebih kompetitif dan berpikir tentang motor kami dengan basis MotoGP. Motor ekstrem yang kami produksi dalam jumlah terbatas secara seri. Bagi Kawasaki, mudah untuk membangun dan memasarkan 500 motor seperti itu. Tapi masih ragu dengan arah ini. Apakah tindakan ini benar atau tidak? ditahun 2015, biaya telah berkurang, sehingga kinerjanya lebih rendah. Dari 2014 hingga 2015, mesin empat silinder kehilangan 20 hp  dan ini setara dengan mesin Ducati 2 silinder. Namun sekarang berbeda….

” Ducati telah membangun mesin empat silinder yang filosofinya tampaknya berbeda dari pesaingnya. Promotor Dorna harus memikirkan kembali filosofinya. Kamu harus memikirkan ke arah mana akan membawa kompetisi ini. Mereka (Dorna) mengatakan ingin lebih banyak motor di grid. Kemudian mereka mengurangi biaya untuk meringankan tim swasta. Namun sekarang semuanya telah berubah dengan kedatangan Ducati. Sekarang  pertanyaannya…haruskah kita mengikuti jalan yang diambil Ducati, atau kita harus tetap berpegang pada gagasan awal? Dalam sejarah Kejuaraan Dunia Superbike, motor selalu didasarkan pada mesin standar, yang tersedia dengan harga yang wajar….” serunya. Terus kapan Kawi akan memulai progress untuk membangun mesin baru ?

“Sekarang! Kami memiliki banyak pengalaman dari ajang MotoGP dengan mesin empat silinder yang sangat kuat. Mudah bagi kami untuk membuatnya. Secara internal, Kawasaki berpikir bahwa jika Ducati melanjutkan dengan motor ini musim depan, kami membutuhkan mesin seperti itu. Kami tidak ikut balap WSBK hanya sebagai penggembira.  Rea sendiri mengerti situasinya. Ducati telah membawa mesin MotoGP dan hal ini membuat pembalap Motogp tertarik. Nunggang motor seperti ini tidaklah mudah. Bautista memang melakukan perannya dengan sangat baik disaat rider lain kesulitan melakukannya. So…mengalahkannya di mesin MotoGP tidak gampang. ​​Tapi jika kita membawa motor dengan konsep dan senjata yang sama, maka kita bisa mengalahkan Bautista dan Ducati...” tegas Yoda via speedweek. Wihhhh Kawasaki Ninja dilawan, kemebul cak sirahe :mrgreen: ….

Last….kegeraman Kawasaki cukup dimaklumi karena Ninja jadi terlihat inferior dibandingkan Ducati. Padahal dari sisi pengembangan konsep keduanya memang berbeda jauh. Panigale V4 diracik khusus untuk turun diajang balap WSBK dengan basis mesin Desmosedici sedang Ninja ZX10RR diracik lebih berorientasi untuk pasar superbike produksi masal. Dari basis produksi masal tersebut baru dibuat versi racing, ngono cak. So…gimana jika Kawasaki mengembangkan ZX10RR berbasis mesin prototype Motogp ZX-RR ? wihhh bakal seru ki cakkkk. Panasss-panasssss :mrgreen:(iwb)

Advertisements