iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk… CEO Aprila Massimo Rivola kembali buka Suara terkait beberapa poin penting yang banyak tidak kita ketahui, Dan poin utama jelas masalah Aerodinamika yang belakangan ini mulai di bicarakan banyak orang, Dan Rivola juga mengungkapkan bahwa protes yang ia layangkan tidak untuk mengacaukan kemenangan Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati Team). Namun ia meminta kejelasan terhadap Regulasi Motogp termasuk pentingnya pembatasan pengembangan Aerodimika karena tim kecil bisa nyungsep cak. Lhoo koq iso ? berikut interview doi yang IWB terjemahkan dari GPone….

“Aku mengacaukan debute pertamaku MotoGP Dengan permohonan kami, kami tidak ingin menentang Kemenangan Andrea Dovizioso untuk menjauh darinya. Kami ingin aturan yang lebih jelas dan lebih banyak kontrol profesional. ” tutur Rivola…

Kembali Ke Rivola ia menambahkan beberapa Poin melalui Wawancara dengan GPOne.

– Bagaimana suasana kemarin di persidangan Pengadilan FIM Banding?
“Apa yang ku harapkan. Kami tidak benar-benar teman nongkrong di caffè (tertawa). Serius, aku pikir kami bisa menunjukkan bahwa sayap menghasilkan downforce.”

– Apa hasil yang ingin kau capai melalui protes ini?
“Tidak mengubah hasil balapan Qatar atau mengambil Kemenangan Dovizioso darinya. Aku tidak mengharapkan perubahan besar dalam jangka pendek, tetapi semua orang harus mengerti bahwa klarifikasi itu dibutuhkan pada tingkat regulasi. “

– Mengapa membatasi aerodinamika begitu penting?
“Di Formula 1, aku belajar bahwa biaya pengembangan di daerah ini untuk mendapat keberuntungan ini tidak signifikan dicapai. Bahkan perbedaan kecil dapat membuat mu bisa memenangkan race. Lihat saja bagaimana kesenjangan (Gap) di garis finish Losail, Qatar berkurang. “

-Lalu Apa solusinya?
“Jika batas tidak ditentukan, biaya pasti akan meningkat, dan aku tidak bisa menyangkal bahwa Aprilia, yang merupakan tim dengan anggaran terkecil, akan sangat terbebani. Pekerjaanku juga menyoroti masalah kritis tertentu, dan sebaiknya masalah ini muncul di tempat terbuka di race pertama bukan di akhir musim. “

– Apa yang kau sarankan?
“Aku menyarankan peraturan yang lebih jelas. Aku tahu ini akan selalu ada daerah abu-abu dan pekerjaan direktur olahraga juga insinyur untuk temukan mereka, seperti yang dilakukan Ducati. Tetapi membatasi aerodinamika itu di perlukan, dan itu adalah kehendak setidaknya 4 dari 6 tim itu balapan di MotoGP. Banyak uang di habiskan di MotoGP, dan Federasi harus mampu mengendalikan semuanya. Aku pikir itu tidak dapat diterima. Di sinilah kami perlu menaikkan level profesionalisme. “

– Mengesampingkan kasus ini, ingatan apa yang kamu bawa pulang dari pekerjaan umum pertama mu?
“Menyenangkan. Rasanya seperti kembali dua puluh tahun pertamaku dibalapan Formula 1. Aku tahu aku akan menemukan dunia yang penuh dengan emosi karena aku selalu mengikuti MotoGP. Hanya saja, sekarang, aku tidak lagi sebagai seorang penonton, tapi aku bertarung di garis depan. Gairah ku untuk motor adalah alasan yang membawa ku ke sini (Motogp), dan aku tahu aku harus banyak belajar. “

– Bagaimana bulan-bulan pertama mu bekerja?
“Perusahaan di buat dari orang – orang terdekat, dan aku perlu mengenalnya mereka. Ada aspek mengelola tim Formula 1 yang aku bisa bawa ke MotoGP. Dan ini bukan tentang profesionalisme tetapi tentang prosedur tertentu. Di Noale, aku menemukan orang yang mampu bekerja keras, aku percaya ada ruang besar untuk perbaikan. Aprilia adalah perusahaan terkemuka di bidang teknologi di Piaggio Grup, dan kami memiliki tanggung jawab besar. “

– Dalam balap, tentang kemenangan ?
“Aprilia mendapatkan 54 gelar dunia, dan aku ingin mencapai 55, segera mungkin. Aku tahu ini ambisius, tetapi jika tidak, kau tidak akan pernah dapatkan di tempat yang kau inginkan. “

– Apa tujuan pertamamu?
“Naik podium, bukan karena semua pembalap di depan kita jatuh tetapi karena kita pantas menerimanya (dia tertawa). Aku selalu bekerja dengan rider, aku tahu roda empat dengan baik, dan aku ingin tahu Tentang roda dua. Aku juga tahu bahwa rider di atas segalanya, dan perbedaan terbesar adalah pola pikirnya. “

Last… Ternyata Banyak sisi positif yang bisa di ambil dari segelintir wawancara dengan CEO Aprilia. Intinya adalah kejelasan regulasi dan komit dengan pedoman yang ada. Sayang dengan ditolaknya hasil banding ke FIM Aprilia hingga detik ini belum melemparkan pernyataan apapun kemedia. Kita tunggu saja ….(iwb)

iklan iwb
Previous articleBreaking news : Honda segarkan tampilan Vario series 2019, serba doff !!
Next articleMenerawang kelahiran trail Yamaha, beriringan dengan new NMAX ??
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

17 COMMENTS

  1. Setuju, percuma ECU diseragamkan kalo aerodinamika dibebaskan, tim2 kecil bakalan sama nyungsepnya spt saat ECU msh buatan masing2 pabrikan

  2. yo wislah enake piye dimusyawarahkan dhisik, gak usah sithik-sithik rame.
    kalau gak mau mbalap yo wislah mbalab pake laptop aja :
    untung wis ketrima di motogp gak di balap senggol 🙂 masih rewel

  3. Itu alasan kawasaki ogah ikut GP.
    KLO OTAK2 LOE PADA GA NYAMPE MENDING GA USAH KOMENTAR FIX MALU2IN BRO.

  4. Jawaban dari pertanyaan terakhir, sangat diakui oleh Rivola kalo rider itu sangat2 menentukan kemenangan tim diluar spek motor. Ini sekaligus menjawab kenapa V4R yg dibesut bautista bisa paling terdepan, ataupun kawak yg dibesut rea (jika dibandingkan rider laen yg pakai motor yg sma)

    Jadi berandai2 kalo dibawa marc kira2 gimana ya itu aprilia (krn sama2 V4). Cepet kecapai gelar ke-55 kali yak..

  5. statement rivola itu jelas tapi netizen mandangnya hal yg lain hehehe aprilia ini tim kecil tp progresnya udah keliatan tahun ini bisa lah top 10 terus mah ni musim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here