Iwanbanaran.com – Cakkkkkk…. Franco Morbidelli sudah menjalani debut dengan tunggangan barunya YZR-M1 di Losail. Sekaligus menandai awal debut tim Satelit baru Petronas Yamaha SRT. Yang tahun ini masuk dan langsung mendapatkan Spec Pabrikan yaitu M1.19. Namun Debut Tim Satelit baru ini di luar Harapan. Franco Morbidelli sebut Yamaha memble soal top speed dan traksi !! Weehhh…

Beda saat free practice yang cukup tajam, Franco Morbidelli hanya mampu merampungkan Race di posisi ke 11. Sementara Fabio Quartararo yang terkendala dengan mesinnya sejak Warm Up Lap sehingga membuat Rookie termuda tersebut harus start dari Pit Lane dan harus puas Finish di tempat ke 16. Praktis penampilan mereka berdua masih kalah jauh dibandingkan Mir yang nunggang Suzuki GSX-RR….

Sebenarnya Kedua rider Petronas Yamaha SRT Sudah menunjukan hasil Epicnya sejak Free Practice Hingga Qualifiying Losail dengan konstan mereka menempati posisi sepuluh besar namun apa daya cak, Ternyata M1 Belum sepenuhnya sembuh seperti yang di keluhkan Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Yaitu Problem Ban dan TOP Speed…..

Pimpinan Development Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli pertama kali membuka suara terkait masalah M1 ” Pada dasarnya, kami berjuang di area traksi dan TOP Speed. Ini adalah hal utama yang kami lewatkan dibandingkan dengan mereka (Rival) ” serunya…

Perjudian Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo dengan memilih Soft untuk di pasang di Ban Belakang dan Medium untuk ban depam nampaknya tidak membuahkan hasil positif. Di bandingkan dengan LCR Honda Team yang di tunggangi Cal Crutchlow dan Takaaki Nakagami tidak mengalami masalah serupa. Morbidelli pun membandingkan…

” Morbidelli keluhkan dua poin kelemahan Yamaha M1…traksi dan top speed..”

“Aku menghabiskan banyak waktu dengan Yamaha, tetapi aku juga memiliki kesempatan untuk melihat beberapa Motor Honda dan pada dasarnya sekarang kami berjuang di area akselerasi, area traksi, dan juga dalam Top Speed, ini adalah hal utama di mana kami kehilang sesuatu dibandingkan dengan mereka.” serunya. Memblenya kedua area ketika dibandingkan dengan Honda RC213V yang sempat doi cicipin selama full satu musim…

Beda pemilihan ban juga mempengaruhi hasil cak. Jika di bandingkan dengan Monster Yamaha Energy Motogp dimana Valentino Rossi dan Maverick Vinales memilih Ban Type Medium – Medium (Depan dan Belakang). Meski begitu titik temu masalah tetap sama….

Aku merasa sangat kuat di awal race dan aku berusaha mengelola ban, aku tidak bisa mencapai limit, Aku pikir semua rider tidak banyak mempush [di awal]. Tapi aku bisa memulihkan posisi cukup cepat dan juga ketika mereka mulai mempush, mereka membuat 1’55 Rendah dan pada awalnya aku membuat 1’55 Menengah, itu cukup mudah….

“Jadi aku senang dengan hal itu. Aku senang dengan feeling yang ku miliki dengan motor dan segalanya. Kami hanya tidak bisa mengelola ban dengan baik. Aku harus banyak memperlambat laju motor dan pada dasarnya masuk ke mode bertahan serta hanya mencoba untuk membawa motor sampai akhir (Finish).”

“Sangat Disayangkan karena aku cepat juga dengan ban Medium, tetapi aku memutuskan untuk menggunakan ban Soft karena aku sedikit lebih cepat dan pada dasarnya itu tidak membuahkan hasil. Kami hanya harus pergi ke Argentina dan melihat bagaimana level kami di sana.” Tutup Juara Dunia Moto2 2017….

Last…. Semakin jelas bahwa Yamaha Musim ini punya banyak PR, Tinggal lihat saja bagaimana pihak Yamaha merespon keluhan Rider – Ridernya yang pada dasarnya sama yakni traksi. Apalagi Semua pabrikan sudah meningkat pesat dibandingkan musim lalu. Hayoo pengen menang maneh opo ora ki Yamaha ? (iwb)

Advertisements