Iwanbanaran.com – Jiannn panassss koq ora wis-wis cak. Setelah empat pabrikan yang diwakili bos Aprilia sebagai mantan manajer tim Formula One Ferrari yang tahu betul dan sangat yakin bahwa winglet swing arm Ducati menyalahi aturan karena menambah aerodinamika. Pernyataan yang dibantah keras oleh bos Ducati Gigi D’illna dan tetap kekeuh bahwa winglet hanya untuk mendinginkan temperatur ban. Dilalah, ahli aerodinamika F1 Alfa Romeo Sauber sepertinya cukup gatal dan akhirnya angkat suara. Ali Rowland Rouse tanpa ragu mengatakan bahwa sayap Ducati menghasilkan downforce dan secara peraturan Motogp memang seharusnya ilegal. Nahhhh…..

Kisruh sayap swing arm milik Ducati menimbulkan kontroversi karena melibatkan empat pabrikan yang langsung melakukan protes. Hal ini karena ketidak jelasan peraturan yang sudah menjadi komitmen di ajang MotoGP di mana setiap komponen yang akan menghasilkan aerodinamika tambahan dilarang. Tuduhan yang dibantah keras oleh General Manager Ducati corse Gigi Dall’Igna yang justru sekarang malah mengancam balik Honda dan akan menggugat bentuk winglet depan yang dianggap berbahaya. Menurutnya sayap Honda berbahaya karena tipis……

Gigi mengatakan winglet swing arm Ducati hanya untuk mendinginkan temperatur ban bukan yang lain. Oleh karena itu mereka mempertimbangkan untuk menggugat balik Honda pada race berikutnya jika protes ini terus bergulir. Sebuah langkah dan ancaman yang tentu akan membuat tensi persaingan semakin panas. Celakanya sayap Ducati ini sudah mendapatkan approval atau persetujuan dari direktur teknis MotoGP Danny Aldridge. Alasan Danny memberikan izin sebab dari dokumen yang diberikan Ducati mengatakan bahwa sayap tersebut hanya untuk mendinginkan ban….

” Dokumen yang kami terima memang tidak secara khusus membahas lampiran pada swing arm. Namun kami memiliki pedoman untuk Aero Body Yang Harus dipatuhi oleh semua pabrikan. Ada pembaruan dan baru-baru ini dinyatakan bahwa komponen yang dicangkokkan ke swing arm hanya untuk pendinginan….repellency angin atau perlindungan dari kotoran. Ducati telah menyatakan bahwa alatnya berfungsi untuk mendinginkan ban belakang. Namun tim lain mengatakan bahwa fungsi dari alat tersebut menghasilkan kekuatan aerodinamis. Tentu itu akan bertentangan dengan pedoman dan menyebabkan protes…” seru Danny Aldridge (direktur teknis MotoGP) via speedweek  yang hingga saat ini menolak gugatan 4 tim terhadap sayap yang dicangkokkan oleh Ducati…

Dilalah klaim Ducati tersebut dibantah keras oleh ahli aerodinamika F1 Alfa Romeo Ali Rowland Rouse. Menurut Rowland, sayap kecil tersebut memiliki fungsi aerodinamis yang sangat kental. Sebagai ahli aerodinamika dengan hanya memperhatikan dan melihat, jelas wing swing arm tidak hanya bertujuan untuk mendinginkan ban. “ Setiap komponen pada sepeda motor memiliki pengaruh aerodinamis. Ducati (sayap swing arm) memiliki perangkat yang terdiri dari tiga elemen. Winglet bersayap pendek untuk memberikan keuntungan pada sisi downforce atau daya tekan ke bawah ketika motor melaju tegak….

” Downforce ini akan membantu mengurangi roda belakang selip (wheelspin) karena daya tekan terhadap ban belakang lebih besar. Downforce juga akan memberikan konstribusi cukup besar dan bisa mempengaruhi secara signifikan ketika motor melaju pada kecepatan 120 hingga 160 km per jam. Karena downforce aerodynamic meningkat dengan kuadrat kecepatan maka motor akan mendapatkan 4 kali downforce pada dua kali kecepatan. Sisi negatifnya dengan beban ban belakang yang lebih besar maka kausan ban juga meningkat. Namun perangkat ini bisa menambah kestabilan motor khususnya saat masuk dan keluar tikungan…” seru Rowland. Nahhhh ikiii. Terus kenapa Dovi bisa tetap mempertahankan kecepatan jika ban cepat aus? karena riding style Dovi memang lebih halus cak. So..sebuah kombinasi lengkap yang membuat Dovi juara di Losail Qatar…

Ahli aerodinamika yang sekarang dipercaya memegang Kimi raikkonen serta Antonio giovinazzi dan berada di bawah naungan tim Alfa Romeo sauber tersebut memastikan tidak benar bahwa sayap swing arm Ducati hanya bertujuan untuk mendinginkan ban belakang. Perangkat mungil Itu dari sisi teknis sangat signifikan membantu dari sisi downforce sehingga membantu motor lebih memiliki traksi dibandingkan dengan tanpa winglet. Fakta ini tentu membuka mata semua orang betapa pentingnya setiap jengkal komponen yang menempel pada sebuah motor MotoGP. Sadizz cakk…

Last…. konfirmasi dari sisi teknis seorang Ali Rowland Rouse seharusnya bisa dijadikan pertimbangan pada saat banding ke FIM. Jika memang memungkinkan dan Ducati tetap kekeuh mungkin bisa dilakukan testing wind tunel terhadap Ducati GP19. Sebenarnya simple jika ingin menyudahi kontroversi winglet swing arm…tinggal legal atau tidak. Dan jika legal artinya pintu terbuka lebar untuk para tim lain mengembangkan komponen serupa. Sebab sejauh ini yang ada dalam pemikiran para tim teknis pabrikan lain alat ini dilarang karena bisa menambah aerodinamika yang artinya secara regulasi menyalahi aturan. Dari sisi Ducati memang seharusnya jujur dan tidak banyak mencari alibi untuk memuluskan komponen penyumbang keuntungan bagi mereka. Kalau perlu disodorkan data kongret hasil wind tunel yang tidak akan bisa dibantah oleh tim lain…..(iwb)

Sumber referensi : Speedweek

Advertisements

36 COMMENTS

    • Ya…..allah….
      Semoga ducati walaupun tanpa lengan ayun bersayap nanti tetep kompetitif melawan HONDA
      Krna tanpa DUCATI honda tiada lawan di motogp

    • Kayak e masih kompetitif walopun ntar kalau memang banyak yg protes winglet nya trus ducati ga boleh pakai lagi,ducati pasti bakal cari cara lain, karena ducati memang seperti itu, yg perlu didoakan agar kompetitif ya yamaha ?, yg paling salut si emang suzuki, yg kemaren pas gp qatar sempet merecoki dominasi ducati sama honda

    • Nanya cak iwb…
      Tim yahaha kok gk ikutan komplain ke Ducati
      Apakah benar tim Y gk punya nyali. ..?
      MuuuUUUuuuuuehehehe…..

    • Kalau tim yamaha punya otak dan lebih cerdas makanya tidak suka mencari cari kesalahan

    • Menunggu di legalkan….problem Yamaha khan ada disitu…traksi dan temperature ban belakang….klo ini dilegalkan sptnya Yamaha bisa bersaing lagi didepan…

  1. Nahh dan kecepatan segitu 120-160 merupakan kecepatan exit corner yang mana butuh2nya traksi terutama ban belakang..CMIIW

  2. Menurut saya gigi dall’igna sbg pimpinannya ducati (whatever jabatannya) sedang bikin blunder, sebodoh2nya blunder..
    Pertama, mereka nekat pasang arm-wing, yg penting pake dulu, dibilang ilegal apa ngga urusan nanti, yg penting lolos dorna dl.
    Kedua, yg dituntut 4 pabrikan lain bukan ducati secara direct, tp dorna sebagai pemegang rule utk kejelasan legal atau tidaknya, ga ada sentimen blak2an lgsg ke ducati (ya walaupun iya juga sbenernya) yg diikuti dengan..
    …ketiga, kok ya ujug2 mau nuntut baliknya cm ke honda (closest contender),, kok kayak “oke kalo gw salah, gw bakal tuntut salah satu dr pihak kalian juga” which is antara siap kalah atau emang mereka sebenernya tau klo mereka salah ????
    Tinggal tunggu mau bikin blunder lagi apa mau lapang dada dan siap dikoreksi.. fiuhhh

  3. Ternyata curang mencurang bkn cm disini to cak di luar jg fairply msh di pertanyakan… Ayo dorna jgn kendor jgn memihak dong

  4. sing penting aku nonton balapane ramee, pada salip-salipan sing ning ngarep ora mung kuwi-kuwi bae … bosennnn …

  5. Kalau dilegalkan, maka Y akan sangat senang karena problem Y ban yang cepat panas dan gejala spin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here