Iwanbanaran.com – Cakkkk…..jadul bukan berarti inferior, mungkin itu yang bisa kita simpulkan terhadap artikel “Adu kencang Kawasaki Ninja 400 anyar vs ZXR400 jadul”. Mengusung mesin konfigurasi berbeda…dan tahun kelahiran juga berbeda, sampeyan akan tahu engine lawas ternyata cukup mengerikan. Waahh apa ini artinya ZXR400 menang mutlak ? nggak juga. Intip komparasi performa keduanya…

Sebagai Blogger dan pangamatan Otomotif (suitttt-suitttt) artikel komparasi performa antara¬†Kawasaki Ninja 400 anyar vs ZXR400 jadul jelas menarik perhatian pribadi. Lha piye pakde…jarang tenan soale ada komparasi head to head performa dengan dua motor beda generasi. Produk yang dirilis sekitar 1990an diadu dengan mesin 2018…..langit dan bumi. Tapi jangan salah, jadul bukan berarti inferior. ZXR400…sesuai dengan nama klan yang diusung, motor ini dibekali mesin 399cc 4Tak 4 silinder. Catet cak…petang silinder, sadis ora jal…

Motor yang diperkenalkan di Jepang di tahun 1989 dan mulai dieksport ke Eropa diawal 1990-an ini merupakan generasi yang cukup disegani. Namun karena alasan tertentu pada tahun 2003 Kawasaki memutuskan menghentikan produksi. Setelah itu…..barulah mulai nongol generasi-generasi lain dengan kubikasi yang lebih kecil plus konfigurasi mesin yang tidak lagi 4 inline. Hingga ditahun 2018 Kawasaki mulai kembali mengisi pasar 400cc dengan Ninja 400 hasil upgrade kapasitas dari generasi 300cc yang mengusung mesin 2 inline. Pertanyannya gimana kalau kedua jagoan dimasanya tersebut diadu head to head?

Nahhh kuwi sing menarik pakde. Youngmachine mengadu kedua motor pada kondisi standart pabrikan. Komparasi keduanya pun akurat karena juga melibatkan dynotest untuk mengukur ledakan tenaga di crankcase. Lho ..koq crankcase bukan on wheel atau roda? sampeyan tanya wae ama Jepangnya cak, emang karepe ngono terus piye :mrgreen: . Nah…pada tes awal sampeyan akan terkejut karena ledakan tenaga keduanya cukup jomplang. Walau mengusung kapasitas yang sama, konfigurasi inline 4 membuat ZXR400 mampu memuntahkan tenaga hingga [email protected] dan torsi [email protected]

Sementara Ninja 400FI hanya berhasil mengukir power puncak [email protected] dan torsi [email protected] Disini terlihat perbedaan mencolok mesin 2 vs 4 silinder. Mesin 2 silinder meraih power tertinggi dengan hanya 9.600RPM alias jauh lebih rendah dibandingkan ZXR400. Begitu juga dengan torsi low middle yang lebih rendah. Terbukti saat adu betot, Ninja 400 FI sukses ngadalin Ninja ZXR400 dari 60 km/jam – 140 km/jam. Tapi sebaliknya, start dari diam….ZXR400 unggul dari Ninja 400FI yang membutuhkan 11,1 detik untuk meraih 0-140km/jam. Sementara ZXR400 hanya butuh waktu 9,4 detik. Itu belum seberapa cak…

Ketika adu top speed, Kawasaki Ninja ZXR400 mulai bangun ketika RPM melewati 8000RPM keatas. Motor lawas ini meninggalkan cukup jauh Ninja 400FI dan berhasil menjebol tembok 200km/jam dengan meraih top speed 208 km/jam. Wihhhh edian njaran tenan…mesin jadul lhoo ikiiii. Itu belum real sebab pada kondisi baru dari beberapa spek dan klaim, top speed ZXR400 bisa tembus 221km/jam. Jelas Ninja 400FI bukan lawan ZXR400 karena motor ini hanya mampu meraih top speed 188 km/jam. Ngerihhh yak mesin jaman dulu…

Last….kencangnya mesin ZXR400 memang membuat konsumsi BBM motor ini borosnya juga ngeri. Menggendong engine 4 silinder, ZXR400 sangat rakus karena butuh 1 liter untuk menempuh 16,6 km. Sementara Ninja 400 jauhhh lebih irit dimana seliter bensin bisa untuk menjelajah hingga 29,4km/liter. Wehhh iki ora salah bisa 29 km kiiii. Tapi faktanya saat pengetesan demikian. Artinya apa ? bisa disimpulkan bahwa mesin lawas lebih fokus pada performa sedang mesin anyar lebih balance antara performa dan efiensi. Nah…kalau sampeyan sendiri lebih demen yang mana pakdeee ? (iwb)

Advertisements