Iwanbanaran.com – Cakkk…. walaupun sudah banyak yang membahas tentang mahalnya sensor kabel speedometer Yamaha NMax 155 ternyata cukup banyak pertanyaan dilontarkan ke IWB. Keterkejutan mereka karena seutas kabel tersebut harganya bikin pingsan. Tidak mengherankan sebab siapapun pasti tidak menyangka bahwa kabel sensor yang terkesan diremehkan tersebut ternyata harganya betul-betul mengejutkan. Pertanyannya…kenapa kabel yang biasanya hanya dijual seharga 30 ribuan tersebut bisa begitu mahal???

Zaman sudah berbeda kangbro. Harga 30 ribuan adalah kabel manual yang digunakan untuk speedometer analog. Sementara pada speedometer digital kabel yang digunakan memang jauh lebih mahal. Contohnya Honda Verza 150 yang dijual pada kisaran 200 ribuan. Banderol tersebut memang terkesan lebih masuk akal dibandingkan dengan harga yang dipasang oleh Yamaha untuk Maxi scooter nya. Lha piye cak…..beberapa keluhan masuk ke newsroom IWB tentang mahalnya harga kabel speedometer Yamaha NMax 155…..

Berawal dari display speedo yang tidak lagi memberikan bacaan secara Real Time. Jadi saat sampeyan melaju kencang motor hanya berputar di angka 20 hingga 30 km per jam. So… jika itu terjadi dipastikan yang rusak adalah kabel sensor speedometer (walaupun bisa juga area rotor). Beruntung sampeyan kalau hanya rotor sebab jika kabel…wisss mumet ndase cak. Sebab harga OEM yang dipatok Yamaha untuk Wheel Sensor Assy Front dengan kode Part 2DP-85980-00 ini ternyata mencekik leher. Awalnya IWB nggak ngeh sebelum beberapa keluhan masuk perihal ini. ” Harganya gila kang IWB….barangkali ada solusi lain..?” Seru cak Reza via Instagram….

Dan setelah IWB cek memang betul harga HET yang dipatok untuk komponen tersebut sekitar 876.000 rupiah. Bahkan di beberapa online store harganya bisa di atas itu yakni antara 900 hingga 1 jutaan. Gileee kenthirrr ediannn njaran. Pertanyaannya…kenapa harga kabel sensor speedometer bisa semahal itu? Dari analisa IWB Ada tiga kemungkinan. Yang pertama fungsi dari kabel sensor speedometer menjadi satu dengan sensor ABS. Walaupun alasan diatas tidak bisa dijadikan patokan Karena untuk harga kabel speedometer NMax non ABS pun bandrolnya tetap di Kisaran angka tersebut. So….dari sini mentah cak…

Yang kedua adalah jumlah produksi. Sensor kabel speedometer masuk kategori slow moving part alias jarang rusak. Sudah jamak hukumnya komponen yang jarang mengalami kerusakan biasanya akan diproduksi dengan jumlah yang tidak terlalu masif. Praktis vendor pun akan memasang harga yang cukup mahal untuk Yamaha. Tapi jika dibandingkan dengan produk lain, NMax Wheel Sensor Assy Front memang tetap mengerikan. Yang ketiga dan ini prediksi paling kuat adalah status dari komponen. Bisa jadi mahalnya sensor speedometer Yamaha nmax 155 yang mengusung nomer part 2DP-85970-00 masih import dari luar…..

Dengan menyandang status impor maka komponen pun jadi terkerek akibat dibebani pajak import. Soal ini memang masih berupa prediksi sebab belum ada keterangan apapun dari pihak Yamaha tentang mahalnya kabel sensor speedometer Nmax 155. Yang jelas komponen ini memang termasuk awet akan tetapi memiliki Lifetime. Ada baiknya sampeyan siapkan dana lebih sebab jika itu terjadi tidak ada jalan lain kecuali harus diganti mengingat sensor tersebut juga bisa mempengaruhi kinerja ECU….

Sebagai informasi sistem injeksi NMax tergantung dari speed. Jika sensor speed gagal memberikan informasi kecepatan maka ECU akan terganggu serta memberikan tanda error pada display speedometer. Sebab speed mempengaruhi besarnya debit semprot injektor pada sistem pengapian. Makanya jangan heran jika kabel speedometer rusak, sampeyan akan merasakan engine endut-endutan bahkan kadang mati pada kecepatan tertentu. Ini karena injektor bingung dan tidak mampu memberikan jumlah debit BBM ideal yang dibutuhkan mesin khususnya pada high speed. Jadi emang vital cak…

Last…. sejauh ini belum ada opsi kabel lain kecuali menggunakan perangkat OEM pabrikan. Sebagai biker tentu kita tetap berharap seutas tali tersebut bisa ditekan harganya agar jauh lebih manusiawi dan wajar. Lha piye cak….nyaris sejuta pakde. Bahkan dibanding harga ban satu set…. kabel sensor speedometer Nmax jauh lebih mahal. Lek wis apes dikrikitin tikus, kuwi sing bikin mumet tepuk bathuk. So…Wheel Sensor Assy Front NMax ? Ojo kaget lho yo kalau pas rusak. Lebih baik tahu diawal ketimbang pingsan kemudian. Haiyahhhh :mrgreen: …..(iwb)

Advertisements

39 COMMENTS

  1. Mahal asal ada barang gpp… daripada murah tapi dealernya sndiripun angkat tangan… sperti silinderbody cibier taiholan… dan banyak yg lain.. harganya pun juga gamasuk diakal..

  2. bener cak, kabel speedometer verza lumayan juga, dulu sempat was-was, tapi setelah pakai umur motor mau 6 tahun tetep fine2 wae alias awet, padahal setahun sekali ganti bearing roda, 3 kali ganti ban depan kuncinya cuma ati2 pas lepas roda depan jangan sampai pedot, hehehe

  3. itu pasti bukan penghantar/ kabel biasa kang.
    prinsipnya klo sensor magnetic rotary dengan menghasilkan tegangan milivolt, maka penghantar juga harus super konduktor ( bisa juga fleksible fiber optic).
    Mahalnya kabel karena bahan dan nilai konstanta penghantar dengan presisi tinggi agar tegangan yg dibaca magnetik rotary yg dimasukkan ke transducer display speedo sesuai konstanta alogaritmik pada rentang arus 4-20 milli Ampere.
    contoh mudah sama sama penghantar, antara tembaga dan fiber optik harganya bagai bumi dan langit.
    perawatannya jangan sering ditekak tekuk, getaran yg berlebihan ( body dipukul pake palu)

    • mungkin juga sie, emas sekarat…wakakakkkk.
      btw emas memang penghantar paling baik, nomor dua perak, klo platinum itu kurang bagus tetapi hardessnya tidak ada yang ngalahin. klo fiber optic itu konduktor sudah beda golongan

    • Tapi harga segitu sangat tinggi bro, padahal produksi motornya sangat banyak, harusnya biaya produksi lebih murah. Kasus ini sama dengan piston kit master rem suzuki satria R 120 tahun 2000 harganya 96 ribu, tapi bisa disubstitusi pakai punya Yamaha RX king yg harganya 29 ribu, sama-sama original/genuine. Akhirnya spare part Suzuki identik dgn harga mahal & Yamaha yg ambil keuntungan sehingga jadi nomor 2. Lek Iwan Banaran pasti tau fenomena ini, karena termasuk blogger sudah tua (Ojo disampluk sandal swallow lek)

    • klo dipandang sisi mekanis dimensi saja gak bakal ketemu bro, biasanya juga dilihat dari sisi teknis bahan, dan tingkat kepresisian itu yang membuat harga mahal dan tidak “masuk akal oleh user”. Kecuali klo beda merk dari sisi mekanis dan sisi teknis sama, harga beda jauh, itu baru overprice.
      contoh kampas rem supra 125 dan ninja itu sama dari sisi mekanis, tetapi dari sisi teknis bahan berbeda

    • saya pernah coba, kiprok ori hsx 125 harga diatas 300, sy coba ganti yg merk turunannya gak sampai separo harga, semua sama plek, termasuk tegangan charge aki. yang membedakan speedo saat speed diatas 80 km/jam, jarum berdenyut gak mau naik, kadang mlh kembali ke nol. ternyata yang membedakan triger cut offnya linear, bukan alogaritmik seperti orinya

    • Kalau ini masalah IC regulator, dioda & dioda zener bro, kapasitas arus maksimal tiap kiprok bisa beda bro, kalau dibreakdown komponen diatas bedanya harganya ga jauh bro. Intinya perusahaan mau ambil margin berapa & margin terbesar kira2 mau dibebankan Di spare part mana.

    • yang kiprok HSX memang aneh, dia mempengaruhi elektrikal speedo.padahal elektrikal speedo juga disuplay dari accu. klo breakdown tegangan tercapai, harusnya dia tetep disuplai dari accu, tapi saat digeber speed diatas 80km/jam, seakan elektrikal di speedo hilang

  4. Kalau menurut saya ini politik dagang, mau cari keuntungan yang fantastis pada spare part tertentu. ini mirip kasus Ninja 250SL, kenapa sekarang bisa harga bisa dijual dengan harga yang lebih masuk akal? Karena mereka menurunkan margin. Karena dari dulunya sudah diproduksi di Indonesia, kecuali dulunya semua impor dlm bentuk CBU.

    • Pcx sensor crank kaya nya. Aerox ane persis ada kabel gituan, ga ngerti juga biasa nya spedo digital udh ga ada kabel ke ban, tp pake sensor di crank.

    • Harusnya motor sekarang pakek sensor crank,coba cek lagi aeroxmu.masak kalah sama shogun jadul

  5. Lha kalo katanya motor buat ekspor tapi sparepart nya banyak yang harus impor ya malah menaikkan nilai impor negri ini dong.
    Maka yang lebih tepat adalah bahwa itu bukan motor ekspor , tapi cuman titip rakit doang trus dijual keluar

  6. wah bener cak analisis di dua paragraf terakhir, gak kepikiran nyambung ke ECU buat injeksi juga. nice insight.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here