Iwanbanaran.com – Cakkkk…aura Kawasaki memang luar biasa. Lha piye pakde, mau usia sudah sepuh sontak jiwa bikernya timbul. Rasa penasaran karena melihat Kawasaki Ninja 250FI membuat beliau memutuskan untuk jajal keliling komplek. Yup…bokap IWB cak, kendati usianya saat ini mencapai 66 tahun tetap terletup untuk jajal si Green Tukijo. Dan setelah test ride singkat, beliau berujar….” nyaman banget nih Ninja…” serunya. Weihhhhh terkesan cak….

Sudah 2 seminggu lamanya bokap IWB di rumah IWB. Datang dari Jawa Timur nunggang kereta alias sepur.  Nunggang pesawat nggak mau…bandarane adohhhh katanya (bandara jauhhh). Maklum…domisili bokap di Tulungagung Jawa Timur. Sementara untuk ke Bandara sampeyan harus ke Malang atau Surabaya. Sing ono remek nang dalan. So…pilihan paling tepat jelas Sepur. Namanya wae wis kangen dengan anak lanang yang paling ganteng dewe (suittt-suittttt). Anak lanang paling baik hati dan tidak sombong (suitttt suitttt lageeee :mrgreen: ) dilakoni dengan exciting alias suka cita menuju ke Ibu kota…..

Nah…saat tiba di Jakarta, siapa menyangka beliau langsung tertarik dengan sosok Kawasaki New Ninja 250 FI. Menurutnya body bongsor dengan warna hijau ciri khas Kawasaki membuat karakter dari Ninja ini memang begitu kuat. Terasa premium dan berkelas katanya. ” Ninja sih tetap cakep, khas Kawasaki….mewah !” seru bokap ketika IWB tanyakan desain dibandingkan versi lawas. Ealahhh…jebule tetap ganteng cak katanya. Terus gimana setelah jajal muterin komplek nunggang Green Tukijo ?

” Posisi duduknya nyaman banget ya untuk ukuran sport fairing. Enak…” cetusnya singkat. Waaahh….yang digaris bawahi nyamannya cak. Memang pendekatan yang dilakukan Kawasaki terhadap New Ninja 250 FI ini tetap tidak berubah yakni daily use bike. Nggak heran Ninja 250 FI tidak latah dan tetap digarap sesuai DNA awal yakni sport fairing turing. Terus gimana soal engine ? yah…bokap nggak eksplore. Mosok usia 66 tahun disuruh geber-geberan..sampeyan ono-ono wae. Beliau hanya menyatakan nyaman dan mewah….

” Gaya bokap sumringah saat jajal ergonomy riding Ninja 250FI….”

Yup…Kawasaki dianggap pabrikan yang selalu tampil beda. Sejak 1980an…geng ojo berani mengambil langkah berbeda alias menabrak dari market yang ada. Disaat lainnya berkutat dengan produk berkapasitas kecil antara 100-125cc, Kawi sudah merilis Binter Merzy K200 ditahun 1980-1984. Dulu mewahhhh benerrrr rekkkk. Tapi untuk beli motor dijaman itu sangat mahal. Bahkan sapi satu belum cukup untuk meminang sang kuda besi. Kembali soal Ninja….motor ini digaris bawahi memiliki kelebihan yang cukup menonjol yakni nyaman. Yup..comfort. Terus apa kelemahan dimata bokap ?

” Rodo abot motore, berat…..” seru beliau terkekeh. Yooo jelas abot rekkkk, lawong sehari-harinya bokap nunggang Vario 125. Bobot 111kg vs 162kg….beda jauh euy. Padahal bobot Ninja sekarang sudah jauh lebih enteng dibandingkan masa lalu yang tembus 174kg. Diusianya yang sudah sepuh, bokap memang masih demen motoran jauh. Bahkan tidak jarang beliau kadang turing dari Tulungagung ke Mojokerto dengan tujuan Pacet. Mantappp to. ” Ninja yo mesti keren ! ” tutup bokap sambil memberikan jempol saat IWB tanya kesimpulan akhir. Wihhh FBK pasti bangga ki. Hayooo sopo ki followers IWB yang juga nunggang Ninja ngacunggggg :mrgreen: . Eh…ngomong-ngomong bokap juga nyicipin Suzuki Bandit pakde. Seperti apa komennya? Tunggu next artikel karena bakal menarik seperti apa impressi beliau dengan segudang pengalaman didunia motor terhadap Bandit. Okrekkkk..(iwb)

 

Advertisements