Iwanbanaran.com – Cakkk….sejak 4 hari begitu viral seorang biker ngamuk dan mencabik-cabik motornya yang tidak terima karena akan ditilang polisi. IWB yang hanya mantau jadi tergelitik untuk menulis artikel karena IWB merasa tindakan biker bernama Adi Saputra ini termasuk nyleneh ora umum. Minimnya kontrol emosi serta kurangnya hormat pada polisi membuat Adi akhirnya menuai tindakan yang dilakukan yakni masuk jeruji besi. Kini tunggangan Adi teronggok melas di kantor polisi Tangerang Selatan. Dan dilalah kerusakannya parah bener cak….

Adi Saputra adalah Bikers yang videonya viral karena mengamuk dan merusak motornya sendiri akibat tidak terima akan ditilang oleh Polisi. Seperti nantangin petugas, biker kelahiran Lampung berusia 21 tahun ini mencabik-cabik Honda Scoopy tunggangannya disaksikan oleh sang pacar. Entah setan mana yang merasuki Adi Saputra. Kini tindakannya yang diluar batas justru membuatnya berurusan dengan Polisi Karena setelah dicek secara seksama motor Scoopy yang ditunggangi ternyata berstatus bodong….

Yup…. tidak hanya terkena tilang akibat tidak membawa SIM dan STNK kini Adi harus mendekam di sel sebab dicurigai sebagai penadah motor curian. Ini selaras dengan keterangan dari Yuni yang mengaku mendapatkan informasi dari Adi bahwa motor tersebut dibeli melalui Facebook. Konyolnya motor tersebut tanpa dibekali surat-surat yang menyatakan bahwa motor legal sebagai milik pribadi….

Polisi pun menetapkan Adi Saputra sebagai tersangka dengan tuduhan pasal 480 KUHP, atau penadahan. Tidak butuh lama bagi polisi untuk meringkus Adi Saputra. Sebuah kejadian yang ironis serta konyol karena justru dengan arogansi dan lemahnya kontrol emosi membuat segalanya semakin runyam. Sampeyan bisa bayangkan Seandainya Adi nurut tanpa melakukan perbuatan yang tidak wajar dengan merusak motor di depan petugas pasti hingga saat ini Pemuda berusia 21 tahun tersebut aman melenggang….

Yang luar biasanya cak…..Yuni justru membela Adi dan tetap menganggap pacarnya tersebut adalah sosok yang sangat baik. ” cuma satu kesalahan doang dia udah ngorbanin seribu kebaikan…” ujarnya via Tribunnews membuat IWB garuk-garuk alis. Yahhhh…. kita memang tidak bisa justifikasi seseorang dari hanya satu kejadian. Mungkin pacarnya jauh lebih tahu dibandingkan kita semua. Pacare cakkkkk….setiap hari bersama-sama pakde.┬áNggak heran sebab kabarnya Yuni bakal segera menikah dengan Adi Saputra. Weizzzzz….

Tapi entahlah…IWB memiliki opini berbeda justru dari sekedar melihat satu kejadian tersebut. Gampangnya emosi tersulut serta tindakan mencabik-cabik motor yang tidak salah memberikan gambaran sifat asli yang rentan melakukan tindakan kekerasan pada siapapun. Coba perhatikan Pemuda berusia 21 tahun tersebut seperti kerasukan dan tidak mampu mengontrol emosi. Dia menumpahkan seluruh kekesalan dengan cara menghancurkan tunggangannya. Lek wong normal cak….nggak mungkin seperti kesurupan hanya gara-gara kena tilang. Kesal cukup dengan ngedumel….lha ikiii….dicabok-cabik ngeriiii pakdeee…

Hampir semua casing dicabut sekuat tenaga. Bentuk body Honda Scoopy memudahkan tindakan pengrusakan. Dilempar kekiri-kekanan…bahkan doi juga ambil batu. Nggak heran kondisi Scoopy lansiran kisaran 2015-2016 ini remuk. Secara total nyaris ada sekitar 13 items yang rusak termasuk komstir karena motor ini dibanting oleh Adi. Dan jika ditotal per items, biaya yang harus dikeluarkan diluar jasa pemasangan mencapai 3,5 jutaan. Moncrotttt koweeee. Berikut detil komponen yang rusak pada body Scoopy Adi….

Bodi belakang kanan : Rp 378 ribu
Bodi belakang kiri : Rp 378 ribu
Bodi depan kanan : Rp 356 ribu
Bodi depan kiri : Rp 356 ribu
Cover lampu depan: Rp 201 ribu
Reflektor : Rp 479 ribu
Sepatbor depan : Rp 263 ribu
Cover knalpot : Rp 75 ribu
Cover under assy bawah : Rp 109 ribu
Cover under assy atas : Rp 140 ribu
Cover body depan dalam : Rp 365 ribu
Segitiga: Rp 380 ribu
Komstir: Rp 100 ribu

Last….jangan melawan hukum jika kita memang salah. Lebih baik terima dan bayar denda sesuai surat tilang yang berlaku. Kecuali ada kasus dimana kita merasa nggak salah…monggo cak kalau mau protes. Tapi proteslah dengan cara yang “educate”, jangan tindakan kekerasan kayak ora barbar tidak berpendidikan. Nyuwun sewu cak…IWB wae nonton videone cekot-cekot tenan, so salut sama petugas yang diam dan sabar tidak terpancing emosi. Jadikan balada Adi Saputra dan Scoopynya ini sebagai pengalaman berguna bahwa kita harus tetap hormati hukum, patuhi lalu lintas dengan surat-surat lengkap termasuk helm dimanapun kita berkendara. Salam cari Aman ! :mrgreen: ….(iwb)

Advertisements