iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…. dalam 2 hari ini di IWB mantau berita tentang perkembangan putusan MK yang melarang GPS digunakan oleh pengendara. Dan dalam mahkamah konstitusi terbaru dipastikan pengemudi yang memakai fitur GPS di handphone akan dikenakan hukuman pidana penjara atau tilang. Sontak pelarangan ini menimbulkan polemik serta pro kontra mengingat GPS merupakan salah satu fitur yang sangat berguna untuk membantu para pengendara di jalanan. Namun tahukah sampeyan berdasarkan informasi dari pihak Polri ada beberapa pengendara yang masuk dalam bidikan dan juga mana yang aman dan tidak akan dikenakan tindakan tilang. Nah…..mari kita bahas sama-sama….

Secara tegas dan tidak meragukan MK yang diwakili oleh rapat permusyawaratan Hakim sebanyak 9 hakim konstitusi menegaskan bahwa gugatan masyarakat terkait penjelasan pasal 106 ayat 1 dan pasal 283 yang mengatur ketentuan pidana atas pelarangan pasal 106 ayat 1 undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) ditolak. Dengan mempertimbangkan hukum esensi pokok yang dijelaskan dalam pasal 106 ayat 1 UU 22/2009 mengenai wajibnya pengemudi mencurahkan konsentrasi secara penuh pada saat mengemudikan kendaraan, menggunakan aplikasi GPS dalam telepon seluler pada saat berkendara akan berdampak pada kecelakaan lalu lintas sehingga dianggap melanggar hukum…..

Namun ada beberapa pengemudi yang menggunakan GPS akan dilihat secara kasuistis. Dengan begitu petugas di lapangan harus jeli menerapkan hukum. Contohnya adalah GPS yang sudah terpasang di kendaraan atau bawaan pabrik baru dianggap tidak melanggar hukum. Alasannya GPS bawaan pabrikan sudah melalui riset dan pengembangan sehingga aman dan tidak mengganggu konsentrasi pengemudi. Keputusan ini menuai pro kontra dan membuat para pengendara gelisah karena takut tindakan di lapangan akan membidik semua pengendara tanpa terkecuali. Namun lewat kadiv humas Polri Irjen Setyo wasisto memastikan mereka hanya akan membidik pengemudi yang aktif mengakses GPS pada saat mengemudi dengan satu tangan……

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

” Yang ditilang itu adalah pengendara yang menggunakan HP, buka GPS saat berkendara sehingga satu tangannya di HP kemudian tangan satunya mengemudikan stir. Itu jelas tidak boleh. Bahkan di Singapura dan Malaysia bertelepon saja nggak boleh Karena disana mengemudi harus pakai handsfree. Jadi HP tidak dipegangin, artinya 2 tangan tetap memegang setir. Jadi sebenarnya kalau GPS ada di mobil dan digunakan untuk mengetahui posisi itu nggak masalah. Yang dibidik dan diarahkan sebenarnya adalah para pengemudi angkutan online yang mendapatkan order sambil naik motor atau mobil dibuka orderannya tanpa menepi. Jadi berhenti dulu, minggir jangan tiba-tiba berhenti di tengah jalan artau sambil berkendara membuka aplikasi….itu yang berbahaya. Jadi teknologi Jangan membuat kita malah kembali tanpa aturan…..” tegas Setyo (via detik) yang memastikan akan segera memberlakukan aturan ini…

Nah…..jadi ngono cak. Kalau kita menelaaah 2 informasi di atas baik dari MK ataupun Polri sudah clear dan jelas. Sebab jujur cukup banyak gaya pengemudi online yang memegang handphone melihat GPS sambil tetap berjalan pelan-pelan tanpa menghiraukan kendaraan lain di belakang. Kalau minggir lalu ngintip aman katanya, kira-kira ngono cak. So…nggak usah kuatir selama kita tidak menggunakan GPS sembari jalan dan dipegang tangan semua aman-aman saja. Yang penting memang ada komitmen dari semua pihak khususnya petugas di lapangan betul-betul paham isi dari keputusan MK yang menggaris bawahi bahwa pelarangan adalah kasuistik. Hal ini penting karena menurut cak Leopold selaku pakar hukum sekaligus Blogger peraturan ini terbuka multitafsir sehingga petugas dilapangan tidak optimal…

” Sebaiknya dituangkan lebih detil di peraturan menteri perhubungan/Perkapolri. Agar tidak multitafsir dan terjadi penyimpangan di lapangan..” serunya. Mantep ki masukannya. Btw sejauh ini masih banyak pengemudi Ojol yang juga tidak setuju dengan peraturan ini karena akan menghambat mereka dalam bekerja. Satu hal yang membuat kita sedikit bertanya….gimana jika GPS HP tersebut bukan bawaan pabrik namun HP dipasang pada dudukan aksesories holder ? Nahhh ini yang masih rada rancu cak. Disisi lain disebut GPS bawaan pabrikan disisi lain selama dua tangan disetir tidak megang HP berarti aman. Kalau sampeyan sendiri piye pakde…ada komen soal ini ? (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!