Iwanbanaran.com – Cakkkk…sebuah interview ekslusif antara Lorenzo dengan Motorcycle memberikan sebuah gambaran menarik terhadap sang pembalap yang baru bergabung dengan HRC. Setelah interview pertama dan dilanjutkan pada interview kedua. Nah..pada wawancara kedua ini ternyata Jorge lebih terbuka dan intim dibandingkan dengan interview pertama. Salah satu yang menarik pengakuan doi yang kurang yakin bisa juara dunia bersama Honda. Lhoooo koq iso ? ketimbang kebanyakan cing cong intip saja penuturan doi berikut ini….

Q : Seberapa senang kamu sambut musim 2019?

Lorenzo : Saya sangat senang karena semuanya kembali berubah. Dua tahun yang lalu, aku benar-benar berubah…tim, motor, dan orang-orang di sekitarku. Dan sekarang aku melakukannya lagi! Untuk satu bagian itu lebih sulit, karena ketika kamu tetap berada di motor yang sama kamu menjadi lebih baik…lebih baik dan lebih baik lagi karena kamu tahu lebih banyak rahasia sehingga untuk mencapai performa maksimal lebih mudah. Untuk bagian lain, kamu memiliki tantangan dan kegembiraan. Aku memiliki tantangan dan kegembiraan ekstra yang tidak dimiliki oleh para pembalap lainnya. Kamu kehilangan satu bagian tetapi kamu mendapatkan bagian yang lain.

Q : Bagaimana menurutmu dengan Honda Repsol Team ?

Lorenzo : Semuanya bagus….tes Valencia pertama kali aku jajal motor Honda, dan kedua di Jerez, semuanya luar biasa di tim ini. Tim yang sangat besar, sangat profesional, semuanya sempurna dan mereka mengurus semua detailnya. Mereka memperhatikanku, menjagaku, mereka membawa semua yang aku minta dan itu sangat penting. Aku merasa dicintai oleh mereka dan itulah yang saat ini aku rasakan. Perasaan di atas motor juga fantastis. Aku pikir jelas, aku masih perlu meningkatkan riding style dimotor baru, aku masih perlu membuat motor agar sesuai dengan gaya balapku. Tapi untuk awal semua sudah bagus.

Q : Seberapa besar keinginan untuk memenangkan juara Dunia keempat kali ?

Lorenzo : Entahkah aku tidak tahu apakah siap untuk memperebutkan gelar juara dunia sejak musim pertama di Honda. Yang pasti, aku akan mencoba untuk menjadi yang terbaik dari balapan pertama di Qatar [pada 10 Maret]. Walau tentu tidak sesederhana itu. Apalagi sekarang kami hanya memiliki tiga atau empat tes sebelum awal musim. Lalu aku harus bertarung melawan Marc Márquez, yang merupakan pembalap bagus dan doi akan menjadi tahun keenam atau ketujuh pada motor yang sama. Tentu saja akan sangat rumit jika ingin menjadi juara dunia. Dan bukan hanya dia….

Aku harus bertarung melawan Andrea Dovizioso, dimana musim ini adalah tahun ketujuhnya di Ducati. Termasuk Valentino Rossi yang memiliki pengalamana selama sepuluh tahun bersama Yamaha. Jadi, banyak pembalap dengan banyak pengalaman di motor yang sama sehingga pasti akan sangat sulit dikalahkan. So…untuk juara dunia aku tidak tahu apakah aku akan siap….

Q : Bagaimana tandem bersama Marc Márquez?

Lorenzo : Jika membicarakan tentang angka, jelas kami adalah salah satu pasangan terkuat dalam sejarah MotoGP. Angka tidak berbohong. Untuk kemenangan, untuk Kejuaraan Dunia, untuk bakat dan untuk kecepatan. Tetapi untuk saat ini jelas bagiku aku harus memulai dengan banyak kerendahan hati. Aku harus sangat rendah hati dan mencoba belajar sebanyak mungkin dari orang-orang di sekitarku….di tim dan juga Marc karena ia memiliki banyak pengalaman dengan motor ini.

Q : Apa yang kamu harapkan di 2019?

Lorenzo : Jelas, aku akan mencoba untuk mendapatkan hasil maksimal. Target maksimum adalah untuk menang. Tetapi pasti akan menjadi sangat rumit dan untuk saat ini aku tidak masuk favorit dalam perebutan titel juara. Tapi semuanya mungkin di MotoGP……(iwb)

Advertisements