Iwanbanaran.com – Cakkk….ngomongin Rider tetangga sebelah, Hafizh Syahrin (Redbull Tech3 KTM). Debute di Motogp Musim ini dengan Tech3 Yamaha Syahrin langsung berikan perlawangan sengit terhadap Juara Dunia Moto2 2017 Franco Morbidelli (Estrella Galicia 0,0 Marc VDS) untuk berebut Gelar Rookie Of The Year….

Penampilan Syahrin sejauh ini bisa dikatakan Lumayan mengingat dengan Yamaha yang cukup Friendly ditambah Adaptasinya yang cukup baik, Syahrin mencatatkan Finish terbaiknya di Termas De Rio Hondo pada posisi 9. Serta catatan buruk 3 kali DNF…

Lalu mengikuti Jejak Rekan setimnya musim ini Johann Zarco yang pindah menuju KTM (Factort) untuk tahun depan, bedanya Syahrin masih dibawah naungan satelit KTM yang notabenya satelit baru musim ini. Piye pasca tes?

Debute pertama kali di Valencia dengan RC16 Syahrin kuwalahan adaptasi. Terlebih KTM juga masih dalam proses pengembangan, Sempat crash di Hari kedua di Menit menit akhir, Syahrin hanya mampu menempatkan dirinya di Posisi 22 dengan catatan waktu 1 Menit 33.008 tertinggal 2.251 Detik dari Maverick Vinales selaku pimpinan test….

Lanjut Test kedua di Jerez masih cukup sulit untuk Syahrin dimana ia hanya mengisi Posisi 23 dengan Catatan waktu 1 Menit 40.520 Detik berjarak 2.575 Detik dari pemuncak Test Takaaki Nakagami. Syahrin mengungkapkan beberapa masalah yang ia rasakan selama mebesut RC16…

Saat ini kami agak lambat di tengah tikungan, Kami banyak melintir dan tidak punya traksi. Itulah megapa sulit untuk meningkatkan catatan waktu dan juga menjaga kecepatan. Saya berharap pabrikan bisa membuat sesuatu pada suspensi, atau mungkin beberapa winglet(Aero Winglet), karena saat ini kami tidak punya winglet untuk menjaga bagian depan (motor) agar tetap dipermukaan lintasan. Feeling masih belum cukup untuk menjadi cepat. Kami perlu menemukan sesuatu demi perbaikan agar memiliki kecepatan yang baik ketika keluar tikungan…” serunya. Gimana soal engine?

“ Mesin bagus dan sasis sangat bagus. Tetapi kami perlu membuat hal kecil terutama pada suspensi, winglet dan swingarm yang lebih kaku untuk meningkatkan handling. Kecepatan memasuki tikungan sangat mirip, namun kami kehilangan banyak waktu saat keluar. Ini bukan soal tenaga mesin, tapi kami kehilangan sesuatu yang besar. Kami perlu lebih banyak grip untuk menekan dan memberi kami traksi yang baik,” Ujar Syahrin….(Cc for iwb)

Advertisements