iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…..kalau sampeyan memperhatikan buntut belakang Honda new CBR250RR versi racing untuk berlaga di ARRC 2018 pasti menemukan komponen casing belakang yang berbeda dibandingkan standart. Perbedaan ini tidak hanya milik pasukan AHRT namun rider APHonda Thailand juga mengaplikasi buntut tersebut. Pertanyaannya kenapa buntut tersebut harus berbeda dan apa kelebihannya ?

Dibandingkan dengan CBR250RR standart, versi racing ARRC memiliki desain buritan yang lumayan berbeda. Bentuknya lebih membulat dengan lubang angin dibagian kiri-kanan. Desain ini memang beda dibandingkan CBR250RR versi ARRC 2017 yang ditunggangi Gerry Salim. Tentu saja sebagai Blogger IWB cukup penasaran kenapa buntut tersebut diaplikasi ke CBR250RR dan apa fungsinya?

Dari frame bisa dipastikan tetap sama karena peraturan dari Asia Road Racing Championship tidak memperbolehkan perombakan sasis. So….buntut tersebut hanya casing luar. Nah…saat IWB coba tanya dengan beberapa mekanik AHRT, rata-rata mereka memilih bungkam dan menjawab dengan gurauan. Asyemm tenan…judule rahasia. Namun IWB yakin 1000 persen bentuk buritan berhubungan erat dengan aerodinamika. Kenapa?

Sebab bentuk desain ini juga diaplikasikan pada buritan milik CBR250RR Muklada (APHonda Thailand). Artinya RND terbuka dilakukan oleh Honda Jepang…mungkin lho cak. Tindakan Honda ini sebenarnya nggak jauh dengan pabrikan lain. Justru Honda masih tergolong minimalis karena bentuk desain dari CBR250RR nggak banyak dirubah. Intip saja Yamaha R25 cak…

Honda CBR250RR AHRT

Honda CBR250RR APThailand

Hampir semua sisi dirombak dan sudah bukan seperti R25. Bahkan bentuk fairing seperti motor prorotype yang memang dikembangkan untuk mendapatkan performa dan handling maksimal. Monggo pelototin fairing depan R25…..berubah total to. Bentuk shape fairing identik bener dengan YZR M1 Motogp. So….Honda dan Kawasaki adalah pabrikan yang paling minim merubah bentuk asli diarea depan alias masih tersisa shape OEM versi masspro…

Last…hingga detik ini kita hanya bisa meraba kenapa buntut Honda CBR250RR versi ARRC berbeda dengan versi masal. Sebab jawaban aslinya dikekepin oleh pihak Honda. Tapi analisa teknis seharusnya tidak jauh dari sisi aerodinamika agar motor makin tenang ketika digeber masuk dan keluar tikungan. Kira-kira ngono cak. Nah..kalau menurut sampeyan opo cak jawaban aslinya, ada yang tahu ? monggo diskusikan….(iwb)

iklan iwb
Previous articleMarket share 2018 : Honda tak tersentuh, Yamaha stagnan, Suzuki naik !
Next articleMarc Marquez akan gunakan nomer keramat “1” untuk tahun depan ?
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

7 COMMENTS

  1. Kayaknya untuk mengurangi turbulensi kang. karena kalo rongga antara punggung rider dan buntutnya terlalu renggang dan sudutnya kurang smooth, akan muncul turbulensi dan menghasilkan drag

  2. Karena kalo r25 standart di buat balap ga bisa kenceng…karena fairing r25 model ndangak. Track lurus yg lain nunduk r25 yg ndangak sendiri…any question?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here