Iwanbanaran.com – Cakkkk……jujur pakde, IWB paling demen dengan kisah horor. Walaupun bikin paranoid namun sisi ini selalu menarik untuk dibahas. Apalagi jika cerita horor menyangkut tempat bersejarah seperti benteng Pendem misalnya. Sebuah Benteng Yang berlokasi dikita Cilacap dan dibangun oleh Hindia Belanda pada tahun 1861. Dilalah pak Andi selaku guide menceritakan dengan runut tempat-tempat yang dianggap angker. Semua sudah IWB racik dalam Vlog berjudul ” Kisah angker Benteng Pendem Cilacap, ada wanita menangis” berikut ini….

Pak Andi sebagai penunggu obyek wisata Benteng Pendem terlihat sedih dan menatap nanar pada bagian benteng yang disebut Penjara. Matanya sedikit berkaca-kaca dan doi menghela nafas panjang. Entah cak…apa yang dipikirkan doi. IWB nggak paham karena mungkin pandangan tersebut adalah pandangan mata spiritual. Dan ternyata memang benar…

” Kasihan…saya masih sering merinding..” serunya perlahan. Doi mengusap lengannya yang memang merinding…nggak dibuat-buat cak. ” Emang kenapa pak…ada apa ? ” uber IWB penasaran. ” Disana…dipenjara sebelah sana. Teriakan-teriakan dan tangisan putus asa. Ibunya frustasi karena nggak bisa nolong anaknya. Waktu itu….(diam, sepertinya doi kayak terseret kejadian masa lalu…jaman kolonial)….iya…waktu itu anaknya dijebloskan ke penjara itu….

” Di penjara sempit tersebut akhirnya anaknya meninggal..” tukasnya lirih. ” Kapan itu pak ? ” tanya IWB masih sangat penasaran. “ Dulu banget….jaman kolonial. Tapi masih tergambar jelas. Disana yang hawanya paling negatif mz..dipenjara itu..” serunya sambil menunjuk kederetan ruang penjara. Dari sekian banyak ruangan pak Andi hanya menunjuk pada area paling ujung. IWB tertegun….asyem ikut merinding euy…

Jaman kolonial adalah masa sulit karena nyawa seperti tidak ada harganya. Nggak heran kalau sampeyan melihat kakek buyut kita rata-rata kering. Tulang berbalut kulit saking kurusnya. Makanya cak…beruntunglah kita ditakdirkan hidup dijaman modern. Bukan lahir pas dijaman penjajahan yang serba sulit. Dan sudah seharusnya kita menghargai perjuangan para pejuang kita dengan rukun, saling menghormati dan menjaga persatuan karena kita sedarah dan setanah air…

Bukan cucuk-cucukan, debat menghina ataupun menjatuhkan hanya karena kepentingan golongan. Mau milih motor berantem…mau milih presiden cakar-cakaran…..opo ora pekoq jal. Mungkin kalau pejuang merah putih melihat negeri ini sekarang bisa nangis tenan. Para penerus yang seharusnya mencintai bumi pertiwi dengan tulus dan tanpa pamrih. Catat cak…tanpa pamrih. Lha sampeyan…dikit-dikit beda pendapat ngatain Gobl*k….beg* dll. Miris pakde….

Last…perjalanan IWB sampai dibeberapa lokasi seperti sumur asli buatan Belanda yang sudah berumur satu abad. Tempat penyimpanan senjata dan pada ujungnya adalah lorong kematian. Kenapa disebut lorong kematian ? karena lorong tersebut biasanya untuk membuang mayat para pejuang yang diekskusi yang dialirkan kearah laut. Semoga perjuangan dan amal para pendahulu kita diterima disisi Allah SWT. Amin YRA. Sebuah cerita masa lalu…1,5 abad dari Cilacap yang sudah IWB rangkum dalam video Log berikut ini….(iwb)

Vlog Benteng Pendem Cilacap

Advertisements