Iwanbanaran.com – Terlihat mata mengawasi dari jauh. Tukang parkir langsung berdiri dan mengarahkan IWB untuk parkir didepan mini market. Bagus cak…..posisi cukup kosong. Maklum…kalau nunggang green Tujiko (New Ninja 250 FI) IWB berusaha keras mendapatkan parkiran yang lega. Kegesek iso nyesek pakdeeee. Untunglah tukang parkir cukup mengerti dan langsung tanggap. Setelah parkir dan masuk minimarket…IWB melihat gelagat lucu tukang parkir yang melihat berputar si green Tukijo. Hhhmm….kenapa ya?

Didalam IWB sibuk dengan belanjaan….buat kunyah-kunyah cak. Setelah semua dirasa cukup…IWB langsung antri didepan kasir. Saat santai dibelakang antrian, tiba-tiba ada emak-emak ngeloyor langsung nyerobot dari sisi kanan. Welehhh….iki piyeee koq nggak antri. Herannya siemak-emak santai cuek nggak perduli dan sudah membuat barisan sendiri. Jebule nggak dibidang motor nggak dibelanjaan emak-emak sruntulan juga euy. Wediann tenan….

Cukup disayangkan simbak kasir bukannya berusaha menegur untuk masuk antrian. Justru si emak tetap dilayani dan akhirnya model beginilah yang akan meruntuhkan budaya antri dinegeri ini. Untung doi membawa anak kecil berumur kisaran 5 tahun membuat IWB rada adem. Coba aja sendiri tanpa bawa anak, pasti IWB yang akan nyuruh masuk antrian. Gatel tenan cak bibir. Berat memang kalau sudah musuh ” The power of emak-emak..”. Singkat cerita transaksi selesai dan IWB langsung keluar mini market. Dilalah ketika keluar IWB mengerutkan dahi…

Green Tukijo sudah dirubung dua orang. Salah satunya tukang parkir dan satunya menggunakan jaket Gojek. Saat IWB datang nyamperin mereka tersenyum. ” Permisi ya mz…” seru IWB. Mereka sedikit mundur. Tukang parkir lalu kembali mendekati IWB. ” Bang, ini Ninja berapa cc ya? “ ujarnya penasaran. Welehhh jebule ragu pakde, mereka sepertinya butuh konfirmasi. “ Ini Ninja 250 baru bang, cuma 250cc…jawab IWB sambil mengambil kunci kontak dari saku. “ Nahhh…bener kan gua bilang, nggak percaya sih loeee. Ini mah Ninja 250 baruuuu…” celoteh tukang parkir. Rider Gojek bengong…

Ooo…250cc ya, kirain 600cc mz. Bodyne gede bener sih…” serunya sambil nyengir. Ternyata mungkin mereka sebelumnya debat kusir. Mungkin tukang parkir yakin bahwa green Tukijo adalah 250cc sedang tukang Gojek kekeuh 600cc…mungkin lho cak. “ Gede yak body Ninja 250 baru….gagah..” cetusnya lagi. “ Bang boleh foto nongkrong di Ninjanya nggak? “ tambah doi nyengir. “ Bolehh dongg…monggo…” jawab IWB. Tukang Gojek antusias dan langsung memainkan kameranya. Singkat cerita IWB pun pamit meninggalkan lokasi sambil tersenyum. Wehhh berhasil ki Kawasaki….juozz. Nihil tulisan 250cc membawa berkah karena dikira moge :mrgreen:

Last…dengan pengalaman diatas bisa disimpulkan, keputusan Ninja membuat sport fairing dalam dua versi yakni 250cc dan 400cc sudah tepat. Kenapa ? sebab secara dimensi Ninja 250cc jadi sebongsor mesin 400cc. Lawong basis frame dan engine sama hanya beda kubikasi. Mungkin itulah yang membuat orang awam rada terkecoh tampilan Ninja 250FI baru dikiran supersport. Coba dikasih suspensi USD, pasti makin nyokot cak. Btw….gojeknya kurang baca Blog ki, mosok kalah sama tukang parkir….tobat tenan. Kawasaki Ninja 250 FI ?? emange menurut sampeyan piye cak….apakah benar body dan desain seperti mode 600cc ?? monggo berikan opininya :mrgreen: …..(iwb)

Advertisements