iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….Gerry Salim mengakhiri musim pertamanya di FIM CEV pada bulan lalu, sekaligus menutup tahun pertamanya bersaing di luar Asia. Gerry juga tinggal di Barcelona hampir sepanjang musim, yang membantunya beradaptasi dengan Moto3 Junior World Championship. Pebalap 21 tahun tersebut mendapatkan pengalaman berharga, dan banyak menghabiskan waktu bersama Dimas Ekky, yang tahun depan akan menjalani debut di Moto2 World Championship….

Apa evaluasimu dari tahun pertama ikut Moto3 Junior World Championship? 
“Ini merupakan musim yang sulit buat saya. Semua serba baru pada awalnya, meskipun performa saya semakin membaik pada setiap balapan. Secara umum, dengan mengesampingkan hasil, saya melihat tahun ini merupakan kesempatan saya mendapatkan banyak pengalaman. Banyak pebalap cepat yang akhirnya naik ke Moto3 World Championship. Bisa berada di lintasan yang sama dengan mereka serta bersaing saat balapan memacu saya untuk terus berkembang. Saya akan menyimpan semua yang saya pelajari selama 2018. Saya senang bisa mendapatkan kesempatan ini.”

Balapan mana yang terbaik untukmu? 
“Saya rasa Albacete, karena di sana saya mendapatkan poin pertama di FIM CEV. Saya juga menikmati selama putaran di MotorLand Aragon karena di sanalah saya mendapatkan feeling terbaik selama satu musim.”

iklan iwb
iklan iwb

Bagian mana yang paling sulit dalam proses adaptasimu? 
“Mencari set-up motor dan mendapatkan feeling yang bagus dengan motor saat putaran balapan. Saya bisa mendapatkan kemajuan dalam hal ini selama musim berjalan, tetapi itu juga merupakan bagian paling sulit.”

Bagian mana dalam dirimu yang paling berkembang musim ini? 
“Kebugaran saya. Selama tinggal di Barcelona, saya mengikuti latihan harian secara rutin. Saat pagi, saya pergi ke tempat kebugaran, siangnya saya latihan dengan motor. Untuk kemampuan balap, tidak ada yang spesifik. Saya rasa, kemampun balap saya berkembang secara keseluruhan.”

“Di Junior World Championship ada banyak pebalap yang cepat, dan bisa bersaing di lintasan yang sama dengan mereka membuat saya mendapatkan kemajuan.”

Bagaiamana dengan pengalamanmu selama tinggal jauh dari Indonesia? 
“Saya sangat suka. Orang-orang di Bruno Performance selalu mendorong saya untuk berlatih keras dan selalu mendukung dari luar sirkuit agar saya bisa meraih hasil bagus. Di sisi kultural, mudah untuk beradaptasi dengan kehidupan di Spanyol, baik itu soal rutinitas maupun makanan, serta hal-hal lainnya.”

Tahun depan, Dimas Ekky akan ikut Moto2 World Championship. Apakah itu menjadi inspirasi bagimu, melihat bahwa mimpi itu bisa menjadi kenyataan?
“Ya. Sangat luar biasa, karena Dimas sangat dekat dengan saya dan kami tahun ini tinggal bersama. Rasanya menyenangkan saat tahu dia akan ikut Moto2 World Championship pada 2019, dan ini memotivasi saya untuk berusaha lebih keras. Mimpi saya juga ingin ikut MotoGP World Championship suatu saat nanti, dan saya akan berusaha untuk menjadi generasi berikutnya yang bisa melakukan hal itu.”

Apa rencanamu saat jeda musim ini?
“Setelah putaran terakhir Asia Road Racing Championship, saat saya menggantikan Irfan (Ardiansyah), saya kembali ke Indonesia. Senang rasanya bisa bertemu dengan keluarga dan teman-teman lagi, karena selama setahun ini saya tidak banyak berada di rumah. Setelah itu saya akan mempersiapkan diri bersama Astra Honda dan pelatih fisik untuk menjaga kebugaran, serta latihan dengan motor juga. Saya juga ada rencana pergi ke Eropa saat jeda musim untuk berlatih.”....

Last….keberhasilan Dimas Ekky tembus diajang Moto2 tidak membuat Gerry Salim nggak akan tinggal diam. Doi akan berusaha lebih keras lagi untuk berlatih dan mengikuti jejak seniornya. Jalan kesana sudah terbentang karena arahan AHM. Tinggal Gerry kudu membuktikan kemampuannya melangkah kekelas tersebut. Gooo Gerryyyy….(AHRT)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

6 COMMENTS

  1. Masalah yang utama bukan pembalap kita…saya yakin hampir semua pembalap kita bagus.. masalahnya ada di sirkuit..

  2. Nek nomer 31 prestasine ora membaik yo diganti adik2 e ae wiss… Buang2 duit & waktu adik2 e akeh sing berbakat podo ngantri. Nonton pembalap konsisten finish P16+ ki ra nyenengke.

  3. Kenapa si pemerintah Indonesia tak kunjung bikin sirkuit yang bagus dari segala sisi cak? Misal kayak Sepang / Chang gitu.. apa pemerintah Indonesia gak terinspirasi dr negara tetangga ya? Supaya pembalap2 Indonesia bisa latihan dgn fasilitas yg mendukung gitu ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here