Cak..Debutan baru Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang masuk di kelas Motogp sebagaia Rookie termuda menjadi tantangan tersendiri untuknya. Mulai debutnya di kelas Moto3 di tahun 2015 dengan Tim Estrella Galicia dan berhasil megoleksi 2 Podium selama satu musim. Sempat redup di tahun berikutnya saat membela tim Leopard bisa dibilang gagal karna tidak memberikan kemenangan bahkan podium…..

Namun Quartararo masih diperitungkan tim tim besar Moto2 terbukti tahun 2017 tim Pons tawarkan kontrak dengan durasi 1 tahun dan diterima oleh Quartararo. Debute di Moto2 dengan tim yang cukup bagus nampaknya masih belum cukup dan Quartararo hanya mampu mengoleksi 64 Poin….

2018 Adalah pembuktian Quartararo dimana Ia pindah tim menuju Speed Up yang statusnya bisa dibilang tim Non Unggulan. Hebatnya Quartararo mampu mempersembahkan kemenangan untuk Speed Up di Catalunya dan Motegi sayangnya kemenangan di Motegi harus dianulir karena melanggar aturan tentang tekanan ban membuat Fabio Quartararo menerima Diskualifikasi cak…..

Atas prestasi yang cukup menjanjikan sehingga Tim Satelit baru Yamaha Motogp Petronas Yamaha SRT langsung menggaetnya. Debute dengan Yamaha di Sirkuit Valencia dengan Spec M1.18 Fabio Quartararo menempati posisi 16 dan mencatatkan waktu 1 Menit 32.091 terpaut 1.334 Detik dari pemuncak test Maverick Vinales debut yang bisa dikatakan cukup baik. Dan lanjut Test Jerez Quartararo mampu tampil lebih baik lagi dengan catatan waktu 1 Menit 38.761 Detik terpaut 0.816 dari Takaaki Nakagami selaku pemuncak test cak….

“Pada hari terakhir, aku meningkatkan feeling dan juga catatan waktu. Kami telah mengambil langkah maju, dan berhasil mencoba beberapa hal pada piranti elektronik. Yang sampai saat ini belum kami sentuh sama sekali, Aku bisa merasakan bahwa catatan waktunya sangat mudah diperbaiki, dan aku merasa kencang, itu perasaan yang sangat menyenangkan. Target catatan waktuku adalah 1 menit 38 detik, dan aku melakukan ketiganya. Kami berusaha meningkatkan kecepatan kami. Sedikit demi sedikit, secara bertahap memangkas jarak dari para pembalap tercepat….

“Di Valencia, aku mengerem sangat keras pada bagian awalnya, namun setelah mengerem aku langsung melepasnya secara perlahan. Sekarang, aku mengerem dengan keras dan tetap menekannya dengan keras sepanjang jalan menuju apex (titik tikungan), itu adalah penyebab utama aki kehilangan banyak waktu di Valencia saat masuk (tikungan), di sini kami mendapatkan langkah maju. Tentu, rem karbon sangat berbeda dari apa yang biasa saya gunakan (Di Moto2), kau harus terbiasa dengan itu…

” Kau tiba jauh lebih kencang dibanding di Moto2, namun titik pengeremannya hampir sama. Aku harus mengerem lebih keras di bagian tengah dan akhir area pengereman, lebih lambat dan lebih keras…..” tutur seru Fabio…(Cc for iwb)

Advertisements