Iwanbanaran.com – Cakkkk…sang legendaris tersebut akhirnya menyerah. Motor terkencang sejagad yang dirilis sekitar tahun 1999. Ditahun itu Hayabusa langsung membuat geger dunia karena menjadi satu-satunya motor produksi masal yang mampu menembus top speed 325 km/jam. Tidak heran media luar saat itu menyebut sebagai ” The fastest of any bird!” Sayang….kita harus mengucapkan selamat tinggal pada sang legendaris. Sedih cak….

Beberapa Hyperbike ketika itu rata-rata memiliki top speed lebih rendah 16-23 km/jam dari Hayabusa. Pertama kali meluncur Suzuki Hayabusa langsung mengalahkan sang legendaris Honda CBR1100XX serta Kawasaki Ninja ZX-11 yang terkenal kencang. Yang paling menarik perhatian dari Hayabusa ini adalah tidak sekedar kencang. Namun Hyperbike Suzuki juga memiliki handling nurut. Tidak mengejutkan karena sang creator saat itu yakni…

Koji Yoshiruan menggunakan konsep pengembangan Hayabusa harus memenuhi beberapa unsur seperti best acceleration, safety, power, riding ability serta original styling. Untuk mewujudkan hal itu Suzuki menjejali mesin yang terkenal halus vibrasinya. Disumbang balancer mumpuni serta sasis yang sangat kuat (rigid) model twin beam frame…Hayabusa sukses menjadi the fastest mass production bike in the world sebelum Ninja H2 dengan superchargernya plus regulasi Eropa-Jepang yang mengatur batas top speed. Yup…itulah sekilas sejarah Suzuki Hayabusa 1300….

Sayang…seluruh sepak terjang Hayabusa akan berakhir tahun ini. Karena tuntutan emisi gas buang Euro4, Hayabusa yang notabene masih menggunakan mesin teknologi lawas menyerah. Kasus yang sama dengan yang dialami oleh Honda CBR600RR. Suzuki sudah memberikan konfirmasi bahwa produksi Hayabusa akan berakhir Desember 2018 ini, hampir tepat 20 tahun setelah itu memulai debutnya sebagai sepeda produksi tercepat di dunia…..

Suzuki yang masih menggunakan mesin basis dari 1999 dan diperbaharui pada tahun 2008 memilih menyerah ditahun ini. Sebab seperti yang kita tahu dari Peraturan EU 168/2013 Euro 4 berlaku di Eropa ditanggal 1 Januari 2016. Para produsen diberi tenggang waktu dua tahun untuk menjual stok yang tersisa dari model yang tidak mampu nguber regulasi tersebut. Dan periode itu berakhir pada 31 Desember 2018. Suzuki memilih menyuntik mati karena akan cukup banyak yang dikorbankan jika mereka tetap mempertahankan engine lawas….

Last…..Hayabusa mungkin akan didorong di Amerika untuk menghabiskan stok yang tersisa sebab Eropa dan Jepang akan start terlebih dahulu mengadopsi regulasi emisi gas buang Euro 4. dengan kondisi tersebut maka Hayabusa dipastikan punah dan bakal menjadi kenangan sebagai motor legendaris sejagad sebelum jaman dan regulasi top speed menggilas taringnya. Belum ada kejelasan apakah Suzuki akan meracik penggantinya…semoga saja. So…selamat tinggal Hayabusa….(iwb)

Advertisements