iklan iwb
” Motor IWB masa lalu…dulu beli 14,8 juta….”

Iwanbanaran.com – Cakkkk……pasti kalau sampeyan memejamkan mata dan merenung pasti bakal menemukan fenomena menarik. Fenomena bagaimana banderol motor pelan namun makin mahal. Nggak heran cukup banyak pertanyaan mampir ke warung IWB, kang IWB kenapa motor sekarang makin mahal ya. Mosok motor 150cc sekarang sudah tembus diatas 35 jutaan. Matic juga sulit mendapatkan harga dibawah 15 jutaan karena nyaris semua sudah bergeser naik. Pertanyaan mereka cukup cukup tajam yakni….Kenapa motor sekarang makin mahal ?

Jika sampeyan komparasi head to head dengan masa lalu…..feel mahal memang cukup terasa. Semua pabrikan cak….hampir semua pabrikan demikian. Kecuali mungkin Suzuki yang masih rada ngerem seperti pada produk sport fairing GSX-R150 nya. Dulu ditahun 2002….saat IWB pertama kali beli motor dengan gaji sendiri alias bukan dibelikan orang tua, motorsport hanya 14,8 juta rupiah….

Yup….memboyong Megapro yang menggunakan electric starter, generasi pertama Megy menggunakan fitur tersebut IWB merogoh kocek 14,8 juta. Sementara sekarang….sport termurah masih ditempati Honda dengan Verza 150 diangka 19 jutaan. Kuwi belum varian atasnya kayak CB150 hingga CBR150R yang sudah berada dikisaran 26 jutaan hingga 38 jutaan (ABS). Piye dengan Yamaha ?

iklan iwb
” Suzuki Satria FU lansiran lawas, masih dikisaran 16 jutaan….”

Sami mawon cak. IWB masih ingat pertama kali dirilis Vixion ditahun 2007 banderol saat itu kisaran 18,6 juta OTR Jakarta. Sedang sekarang….wisss nyaris tembus 30 jutaan (versi R). Dan paling murah adalah 26 jutaan. Termasuk sport 250cc 2 silinder. Duluuuu…ditahun 2008 Kawasaki menjual Ninja 250 diangka 44 jutaan. Sekarang? termurah berada diangka 61 jutaan. Pertanyaannya…Kenapa motor sekarang makin mahal ?

Eittt tunggu dulu…kalau sampeyan membandingkan angka benar cak. Tapi jika komparasinya mencakup value atau nilai uang, IWB nggak setuju. Sebagai gambaran ditahun 2002 gaji IWB masih dikisaran 1,6 jutaan/bulan. UMR DKI kalau nggak salah diangka 500 ribuan. Sementara banderol motor yang IWB beli ketika itu adalah 14,8 jutaan….yooo ngesottt cakk. Beli juga megap-megap pakde. Sedang sekarang…UMR DKI Jakarta berada dikisaran 3,5 jutaan. Motorsport taruhlah middle class kayak CB150R, Vixion ataupun Bandit diangka 26 jutaan. Tetap imbang pakde, masih balance dengan UMR……

So…secara banderol memang makin mahal namun dilihat dari sisi nilai sebenarnya justru lebih murah. Banderol motor makin mahal karena inflasi. Ketika nilai uang makin tidak berharga maka banderol jadi terkesan mahal. Maklum cak, vendor juga kudu mengeluarkan cost besar untuk meracik komponen motor. Yang kedua dengan tuntutan gaji UMR makin tinggi jelas akan memaksa pabrikan juga menaikkan banderol. Biaya produksi meningkat pasti berbanding lurus dengan pricing. Belum lagi patokan dolar. Dibandingkan tahun 2002 dimana dolar masih bercokol di angka 8 ribuan rupiah/dolar sedang sekarang nyaris dua kali lipat dari itu. Yo jelas ngaruh banget cak….

Last…gaya pabrikan sekarang memang selalu sama ketika lahir warna ataupun generasi baru biasanya diselingi dengan kenaikan harga. Itulah mungkin yang membuat kesan motor makin lama makin mahal. Tapi seharusnya ada grafik maksimal yang akan membuat banderol mentok pada angka logis. So…ketika diatas tersebut maka banderol motor bisa dikatakan tidak lagi masuk akal. Kenapa motor sekarang makin mahal ? kalau menurut sampeyan….setuju nggak dengan boso makin mahal ? monggo berikan opininya….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!