iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeeeee….pada tanggal 30 November lalu beberapa komisi Grand Prix yang bertanggung jawab  tentang aturan di Ajang MotoGP telah melakukan diskusi di Madrid yang dihadiri Race Direction, Dorna,FIM dan lain lain. Beberapa perubahan mengenai Aturan Race pun digulirkan. Alhasil sudah diperoleh aturan baru Motogp 2019 dan inilah gambarannya. Wihhh semakin ketat rekkkk….

Di Valencia lalu setelah kebimbangan saat restart dalam kondisi basah, yang awalnya terjadi setelah Red flag tiba. Sebelum menyelesaikan klasifikasi balapan yang diizinkan, sejumlah pembalap mampu melakukan re-start meskipun crash sebelum Red flag berkibar termasuk Pol Espargaro (Redbull KTM) yang berjuang meraih podium pertamanya dan juga podium KTM pertama di Kelas Motogp. Nah…kedepan nggak semudah itu cak….

Pembalap yang diizinkan restart setelah Redflag hanya akan dikonfirmasi oleh FIM MotoGP Steward dengan definisi yang lebih jelas antara pengendara “aktif” atau “tidak aktif (DNF)” dalam balapan….

Regulasi lain adalah menyangkut Finish. Seperti tahun lalu yang menimpa Bo Bendsneyder (Redbull KTM AJO) yang terlibat senggolan dengan Adam Norrodin (SIC Racung Team) sebelum garis finish. Meskipun Bo Finish ke 10 tapi tidak masuk Result mengingat Hanya Rider saja yang melintasi garis Finish tidak dengan Motornya.

Nah….sebelumnya, agar memenuhi syarat untuk finish, pembalap harus mengendarai motornya saat melintasi garis finish. Ada situasi ketika, karena kecelakaan, pengendara dan motor terpisah melintasi garis finis. Untuk kedepannya waktu finish akan ditentukan oleh bagian pertama dari pembalap atau motornya, yang melintasi garis finish terakhir. Untuk mencegah kurus masal, artinya kedepan rider nggak perlu lagi mendorong-dorong motor sampai terengah-engah untuk menyelesaikan balapan. Iso kuru tenan pakde….

Wet Tire (Ban basah)

Yang sebelumnya Kelas Motogp menggunakan batasan maksimum 11 Ban basah untuk tahun depan menjadi 13. Dimana 6 masuk Ban depan dan 7 ban belakang. Sedang untuk kelas Moto2 dan Moto3 akan mendapatkan ban dengan Jumlah Unlimited dan batasan minimum 4 Set per-Rider…

Rider Pengganti

Beberapa tim Moto3 atau Moto2 menggantikan pembalap yang cedera dengan pembalap dari ajang lain cak, misalnya FIM CEV. Mulai tahun depan, pebalap tersebut akan diizinkan untuk memenuhi kewajiban masuk di seri lainnya tidak akan dihitung sebagai hari uji rider untuk kelas MotoGP dan dapat berlangsung dalam 14 hari dari acara GP di sirkuit yang sama…

Melanggar Yellow Flag

Ketika perubahan hukuman posisi dikenakan karena overtake di saat bendera kuning, atau untuk pelanggaran lainnya, informasi akan dikomunikasikan melalui tampilan dashboard dan di garis finish dengan maksimal 3 Lap karna sebelumnya 5 Lap. So….jika Rider tidak melaksanakan Hukuman sebelum 3 Lap maka Bisa saja mendapat Black Flag (Diskualifikasi). Makin ketatttt kiiii…

Menghidupkan mesin (start Engine)

Untuk alasan keamanan, maka tidak diizinkan untuk menghidupkan mesin motor di dalam Paddock setiap saat tanpa terkecuali. Dan Mesin harus dihidupkan di pit lane.

Lap dan circuit record

“All Time Lap Record” – Jadi Lap tercepat akan dihitung untuk semua sesi Grand Prix.

“Best Race Lap” – Waktu lap tercepat yang dibuat selama balapan.

Poin Konsesi,  Untuk Kelas MotoGP

Konsesi ini sangat membantu dimana Pabrikan diberikan kebebasan mengembangkan Motor agar mampu bersaing di depan. Nah jika Poin konsesi sudah cukup (Dengan kemenangan dan podium) maka status ‘istimewa’ juga akan dicabut dan semua dibatasi termasuk Test Private dengan Test Rider masing masing setelah itu pabrikan harus mendaftarkan 3 sirkuit saja untuk melaksanakan test Private

Yup…itulah sekilas Aturan baru Motogp 2019 dirilis. Memang ada yang tetap tapi juga ada yang diubah. So…setiap tim harus mengikuti dan tunduk terhadap regulasi yang sudah ditetapkan. Semakin ketat namun juga semakin seru pastinya. Nah…dari sini ada yang nggak mudeng cak ? (Cc for iwb)

iklan iwb
Previous articleHarga baru Kawasaki Ninja 250SL terus meminta korban, celengan ambrol !!
Next articleSatu komentator IWB banned, jangan main-main dengan Disqus !!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

15 COMMENTS

  1. menilik dari musim sebelumnya, mungkin yang di perlukan bukan rubah peraturan…tapi ketegasan menegakkan peraturan tanpa pandang bulu…

    • Wahh cakkk….. Gambarnya H n D lagi laju n bermanuver mereng-mereng ria gitu cakkkk…….. Lahkok Y malah ban belum dipasang rekkk…… Gimana mau menang itu Y pakdheee mbokdheee…..

  2. Lah kalo jatuh dari motor di beberapa tikungan terakhir; berarti diijinken dong ridernya lari sprint ke finish line??
    Ntar malah ditabrak rider di belakang nya tuh ?

  3. mas $$$$, bila terjadi restart di tengah race seperti race terakhir di valencia lalu, apakah diijinkan untuk melakukan pergantian ban dengan yang baru?

    • Tentu saja boleh…Tidak ada larangan baku soal itu. Selama msih memiliki stock ban monggo saja cak…diijinkan. Kan race berhenti biasanya memang ada masalah dengan safety. So…penggantian ban yang sesuai kondisi justru akan meningkatkan safety

      • nah, untuk produsen ban michelin, apakah bakalan menyodorkan ban versi baru lagi mas? atau masih tetap sama dengan musim kemarin?
        para pembalap sepertinya concern banget sama performa ban michelin, terutama ban kompon hard yang tidak “tahan lama” durabilitasnya. mungkin sampean ada wangsit hasil bertapa jurus mlumah mengkurep mas. hehe…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here