iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…MotoE sudah mulai dites di Jerez kemarin berbarengan dengan tes pra musim Motogp 2019. Motor yang akan berlaga diajang Motogp 2019 tersebut turun trek untuk mendapatkan feel awal ketika motor digunakan berlap-lap. Sebuah tontonan dengan feeling berbeda serta menambah kaya ajang balap Motogp tahun depan. Namun jujur cak,?IWB pensiun jadi penggemar jika MotoE geser Motogp. Lhoooo nyapoo? berikut alasannya…

MotoE saat ini menggunakan spek mesin listrik yang disuplai oleh?Energica Ego Corsa yang merupakan pabrikan Energica. Dibekali dengan baterei berkapasitas besar dengan teknologi DC fast charging technology yang dikembangkan CCS Combo, MotoE hanya butuh 20 menit untuk mengisi ulang dari 0-85 %. Baterei jenis lithium high voltage yang mampu mendorong tenaga hingga 160HP. Catet cak….160HP, ediannnn kiii…

Motor yang digunakan adalah?Synchronous oil-cooled AC permanent magnets. Dengan spek tersebut MotoE mampu meraih top speed hingga 270 km/jam dan torsi 147.5Lb.-ft atau kisaran 200Nm. Opo oraaa kenthirrr jal. Nggak heran dari diam menuju ke 60 mph/jam (96km/jam) MotoE hanya butuh 3 detik. Maknyozzzzz. Dan untuk mengendalikan ledakan tenaga spontannya, MotoE menggunakan sasis model Tubular trellis…

iklan iwb

Lalu swing arm material cast almmu termasuk pelk, suspensi Ohlins dan ban tentu saja Michelin. Sedang gas sudah menganut model ride by wire alias mengandalkan sensor elektronik. Nggak pakai kabel cak. Itulah sekilas MotoE yang akan memperkaya kelas Motogp 2019. Sudah banyak para rider gaek turun dikelas ini seperti Sete Gibernau, Bradley Smith dll. Untuk tim juga lumayan banyak cak. Tim sendiri adalah tim-tim kelas Moto2 dan Motogp yang tertarik untuk ikut kelas ini. Sebut saja…

Tech 3, Team LCR, Pramac Racing, ?ngel Nieto Team, Esponsorama Racing, Gresini Racing (dua pembalap), Pons Racing, Intact GP, SIC58 Squadra Corse, Ajo Motorsport, Marc VDS Racing Team serta SIC Racing Team. So….memang ramai pakde. Mereka-mereka juga sudah melakukan pengetesan senjatanya masing-masing. Ketika melihat cuplikannya, disanalah IWB mengerutkan dahi. Anyep cak. Ibarat nasi sampeyan nggak dikasih lauk pauk..jadi rasanya nggak bikin lidah bergoyang. Lha piye…tidak ada ledakan mesin ketika downshift. Kuping tidak mendengar letupan tutup gas ataupun raungan ketika buka gas. Hanya siulan dan desiran halus khas electric bike…

Ketika masuk tikungan rider hanya bermain rem serta mencari racing line…selebihnya kaki nganggur sama sekali. Hanya siulan ketika buka gas serta lintasan lurus. Nginggggggggggg…emboh wis. Asli cak… lecutan adrenalin ketika nonton MotoE tidak sekuat mesin bensin. Jauhhhh. Semenit wae IWB nonton cuplikan tes rasanya wis ngantuk. Waduhhh rekkk…piyeee ikiii. Via instagram ada yang mengatakan, yahhh adaptasi kali cak IWB. Toh dulu dari GP500 pindah ke Motogp juga demikian…komen dari salah satu follower…

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

MotoE sudah mulai tes Valencia untuk berlaga musim depan dikelas MotoE (motor listrik). Asli cak…kalau suatu saat Motogp bener-bener full diganti motor listrik, IWB akan pensiun jadi penggemar Motogp. Nggak ada letupan downshift, nihil raungan knalpot dan rider hanya sibuk ngegas serta cari racing line. Tidak ada kopling atau transmisi….wissss koyok matic. Tidak ada lecutan adrenalin yang membuat darah berdesir. . Ledakan gahar ketika rider menggeber motor digantikan siulan halus khas electric bike. Janggal cak rasanya. Biarkanlah motor listrik untuk mobilitas dan efisiensi daily riding dan biarlah motor balap pada porsinya sendiri yakni mesin bensin karena We love high REvs bro !!!????? . Tambah kelas boleh…ganti penuh? Jangan. Siapa yang setuju dengan IWB??

Sebuah kiriman dibagikan oleh IwanBanaran (@iwanbanaranblog) pada

Lhoooo Beda cak, justru ketika GP500 pindah ke Motogp ledakan suara jauh lebih gahar. Letupan mesin 4 silinder 990cc….800cc hingga melejit ke 1000cc malah menggetarkan dibandingkan mesin 2Tak. Sampeyan tonton saja langsung dari dekat kalau nggak gendang telinga seperti berontak ketika mesin Motogp dibeset. Sedang MotoE….bener-bener hanya siulan. Mesin listrik betul akan menjadi kendaraan masa depan dan IWB tetap mendukung. Efisiensi, ramah lingkungan dan daily riding very recommend. Tapi untuk motor balap, jujur sensasi dibandingkan mesin bensin adohhhh rekkk…

Last…MotoE memperkaya kelas IWB setuju. Namun ketika dimasa depan MotoE menggantikan Motogp full kelas, IWB akan pensiun dari penggemar Motogp. alasannya? because we love high Revs bro !!!!!! Erangan RPM atas dan letupan ketikan downshift ataupun bukaan gas keluar tikungan tidak ada musuhnya. Btw…MotoE adalah proyek masa depan Dorna. Jika secara audiences kelas ini bagus dan menjanjikan bukan tidak mungkin niat kesana akan di golkan. Jika itu terjadi maka selamat tinggal transmisi, kopling serta knalpot dan digantikan siulan meninak bobokan saat adu balap. Wisss mending narik selimut turu wae cak kalau begitu :mrgreen: . MotoE menggantikan penuh kelas Motogp ? sampeyan setuju ora cak kiro-kiro, monggo berikan opininya….(iwb)

https://www.instagram.com/p/BqjCewmHDCh/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=11u97w0uxh43u

Motor: Synchronous oil-cooled AC with permanent magnets
Maximum Continuous Power: 120 kW (160 hp/cv)
Acceleration: 0-60 mph in three seconds
Top Speed: 270 km/h (168 mph)
Torque: 147.5 lb.-ft. (5,000 rpm)
Frame: Tubular steel trelis
Swingarm: Cast aluminium
Wheels: Forged aluminium
Throttle: Ride-by-wire
Battery: High-voltage lithium-ion
Recharging: 0-85 percent in about 20 minutes, via the integrated DC fast charging technology developed by CCS Combo

Tim MotoE dengan Dua Motor

Tech 3 Racing
LCR Team
Pramac Racing
Esponsorama Racing
Gresini Racing
Angel Nieto Team.

Tim MotoE dengan satu motor

Sepang International Circuit
Marc VDS Racing Team
Ajo Motorsport
Pons Racing
Dynavolt Intact GP
SIC58 Squadra Corse

Hasil tes awal Jerez MotoE

  1. Niki Tuuli?FIN AJO Motorsport MotoE (Energica)?1m 51.721s?[Session 3]
  2. Eric Granado?BRA Esponsorama Racing (Energica)?1m 51.842s?[Session 3]
  3. Randy De Puniet?FRA LCR E-Team (Energica)?1m 51.906s?[Session 3]
  4. Bradley Smith?GBR One Energy Racing (Energica)?1m 52.339s?[Session 3]
  5. Alex De Angelis?RSM Alma Pramac Racing (Energica)?1m 52.403s?[Session 3]
  6. Mike Di Meglio?FRA EG 0,0 Marc VDS (Energica)?1m 52.574s?[Session 3]
  7. Jesko Raffin?SWI Dynavolt Intact GP (Energica)?1m 52.675s?[Session 3]
  8. Lorenzo Savadori?ITA Trentino Gresini MotoE (Energica)?1m 52.689s?[Session 3]
  9. Sete Gibernau?SPA Pons Racing (Energica)?1m 52.817s?[Session 3]
  10. Matteo Casadei?ITA Ongetta SIC58 Squadra Corse (Energica)?1m 53.629s?[Session 3]
  11. Niccolo Canepa?ITA LCR E-Team (Energica)?1m 53.959s?[Session 2]
  12. Nicolas Terol?SPA Angel Nieto Team (Energica)?1m 54.192s?[Session 3]
  13. Kenny Foray?FRA Tech3 E-Racing (Energica)?1m 54.413s?[Session 3]
  14. Josh Hook?AUS Alma Pramac Racing (Energica)?1m 55.731s?[Session 2]
  15. Matteo Ferrari?ITA Trentino Gresini MotoE (Energica)?1m 58.314s?[Session 2]
  16. Maria Herrera?SPA Angel Nieto Team (Energica)?2m 0.562s?[Session 2]
  17. Julian Miralles?SPA Avintia Esponsorama Racing (Energica)?2m 6.002s?[Session 1]
  18. Luca Vitali?ITA Ongetta SIC58 Squadra Corse (Energica)?2m 6.560s?[Session 1]
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!