Iwanbanaran.com – Cakkkkk…seperti yang kita tahu Honda secara resmi sudah mengumumkan banderol Forza 250. Matic premium ini disebut bakal dijual diangka 70 jutaan ketika diajang IIMS 2018. Namun harga ini ternyata terkerek cukup signifikan dan secara resmi AHM memasang diangka 76,5 juta OTR Jakarta. Banyak para followers IWB yang mempertanyakan kenapa harga melesat jauh dari perkiraan awal. Nah…untuk menjawab tersebut IWB segera menemui pak Thomas Wijaya selaku direktur marketing Astra Honda Motor (17/11/2018). Dan berikut jawaban doi….

Honda mengumumkan perkiraan harga awal Forza 250 diangka 70 jutaan pada saat ajang IIMS berlangsung. Namun seiring waktu berjalan harga tersebut ternyata tidak bisa ditahan sehingga banderolpun terkerek menjadi 76,5 jutaan resmi. Banyak yang meminta ke IWB untuk mempertanyakan apa pertimbangan Honda pede memasang diangka 76,5 juta? kenapa cukup jauh dari harga ancer-ancer dan apakah nggak takut pembeli kabur? untuk menjawabnya IWB langsung bertanya kepada sosok yang berkompenten untuk menjawab yakni pak Thomas Wijaya (Direktur Marketing PT AHM). Berikut jawaban doi….

” Memang kita diawal launching kita memberitahukan bahwa harganya sekitar 70 jutaan. Namun ternyata setelah dirilis harganya adalah 76,5 juta. Tidak bisa dihindari karena unit masih import secara CBU. Formula harga produk CBU tentu sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dari sisi mata uang yakni kurs rupiah terhadap dolar….” seru pak Thomas. Oalahhh…jebule karena dolar cak. Yahh…kalau soal ini faktanya memang demikian cak. Dolar melejit dibandingkan ajang IIMS 4 bulan lalu. Btw…apakah dengan banderol tersebut AHM tidak takut para potensial buyer kabur?

Nah kita melihat justru setelah melaunching harga resminya konsumen malah punya kepastian. Karena dengan harga 76,5 pun dengan fitur dan teknologi yang ada pada Forza 250 ini konsumen jadi lebih pasti dan yakin dengan value produk yang ada. Dari satu sisi kita memberikan apresiasi kerena mereka merasa lebih pasti, confidence atas harga yang kita berikan..” cetus pak Thomas. Apakah harga Forza 250 memiliki dampak negatif,┬ápembatalan inden contohnya ?

” Sejauh ini belum ada. Karena kami melihat segmen yang ditempati Forza ini adalah segmen premium. Jadi bukan segmen yang istilahnya sensitif terhadap harga. Dan mereka juga mengerti terhadap semua penjelasan kita dimana kurs memang memegang peranan penting terhadap harga baru….disisi lain Forza 250 memiliki fitur yang cukup signifikan dan mereka memahami..” tutup pak Thomas. Nahhh…jadi ngono yo cak, wis clear ya. Biang naiknya banderol Forza 250 dari perkiraan awal adalah kurs dolar yang tidak lagi sestabil sebelumnya. Kira-kira gitu pakdeeee….(iwb)

Advertisements