iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…usai sudah tugas Lorenzo di Ducati. Di harapkan mampu memberikan juara dunia untuk tim Bologna, namun Lorenzo justru dirundung cedera. Jorge sendiri mengaku kecewa dengan raihannya sendiri karena doi sebenarnya berharap lebih. Menurutnya….doi merasa menjadi raja hanya 2 bulan di Ducati, setelahnya nyungsep. Berikut penuturan lengkap Lorenzo….

Musim 2018 sudah berakhir dan menjadi balapan terakhirnya di Ducati. Lorenzo merasa bersama Ducati selama dua tahun mengalami masa pasang surut. Tidak terlalu buruk namun juga kurang memuaskan. Digadang-gadang bisa menjadi pengganti Casey Stoner dengan memberikan juara dunia untuk Ducati ditahun 2007 silam…namun kenyatannya tidak demikian. Namun sisi bagusnya, doi merasa sudah membantu Ducati menjadi motor terbaik di Motogp…

Kemenangan pertama [di Mugello] adalah spesial karena digelar di Italia dengan motor Italia, aku hanya merindukan Italia. Kemenangan yang istimewa setelah satu setengah tahun berjuang. Lalu pada balapan berikutnya kami berhasil mengulanginya di Montmelo dengan susah payah, lalu kedua di Brno dan kemudian juara di Austria bertarung dengan Marc. Ya…Selama dua bulan kami adalah yang terbaik dan aku merasa seperti Raja dunia….

“ Sayang setelah itu masalah terjadi. Kami dirundung sial (cedera) sehingga membuat kami sulit mendapatkan podium kembali.  Aku kurang beruntung. Itu memang biasa di MotoGP karena ini adalah olahraga yang berisiko. Aku memiliki tahun-tahun yang sempurna dan tahun-tahun yang sangat sulit. Namun setidaknya aku berhasil menjukkan bahwa aku mampu menaklukkan Ducati dan mengendarainya dengan kencang….

” Kami berhasil menjadikan GP18 sebagai motor paling lengkap dan kami bangga dengan apa yang telah kami lakukan. Satu hal yang membuatku bersedih adalah gagal melewati tantangan sesungguhnya yakni meraih juara dunia seperti yang dilakukan Casey Stoner pada tahun 2007. Aku rasa kami sebenarnya memiliki potensi. Mungkin aku butuh sedikit waktu lagi untuk mewujudkannya dan aku yakin sekarang bisa langsung kencang diawal musim. Sayang kesempatan tersebut tidak tertutup. Aku tidak mungkin bisa melakukannya karena sudah tidak di Ducati musim depan….” tutup Lorenzo…

Last…Jorge akan meninggalkan Ducati dan gabung ke HRC musim depan. Sang X-Fuera akan mulai mencicipi mesin RC213V karena Ducati mengijinkan walau kontrak masih berjalan hingga Desember 2018. So…apakah Jorge akan setajam saat di Ducati ? kita lihat saja sepak terjangnya akhir bulan ini cak…penasaran tenan euy (iwb)

iklan iwb
Previous articlePamerkan nomer baru, komen Vinales ini menimbulkan kontroversi !
Next articleMega Gallery : Honda rilis new CBR650R versi 2019, mesin lebih kencang !
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

50 COMMENTS

  1. Kurang konsisten aja lor, bisa juara 3 seri udah jos, dripada sblah ada yg gk bisa podium 1 selama semusim lebih
    Ngiah ah ah ahhhh

  2. Kurang konsisten aja lor, bisa juara 3 seri udah jos, dripada sblah ada yg gk bisa podium 1 selama semusim lebih
    Ngiah ah ah ahhhh

  3. Tenang aja lor, dua tahun ente di ducati tp prestasinya cukup lmyn, sumbangsih revisi tangki hasil analisa jitu dan jd raja di 2 race, drpd yg sbelum ente yg analisanya tumpul zonk 2 tahun tanpa hasil ..ehh zonk tanpa hasilnya malah dilanjut ke team yg skrg sampe saat ini ckck ..awett amat tuh pacekliknya ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here