Iwanbanaran.com – Perih dan pedih cak….hati rasanya tercabik-cabik (haiyahhhh) ketika kemenangan begitu dekat tiba-tiba direnggut begitu saja oleh crash. Itulah yang dirasakan Valentino Rossi saat menguasai balapan selama 15 putaran lamanya dan harus mencium aspal. Doi mengaku sangat kecewa karena yakin bisa bertarung melawan Marc. ” Aku bisa bertarung…” seru Vale. Wahh menarik kiii, yuk kita simak selengkapnya apa yang dikatakan Rossi….

Perasaanku campur aduk. Di satu sisi aku sangat senang karena ini adalah race terbaik musim ini apalagi kami race dalam kondisi di trek yang sulit bagi kami. Ini sangat penting….

“Di sisi lain juga sangat memalukan. Aku sangat kecewa atas kesalahan yang kulakukan. Melakukan balapan seperti ini dan pulang dengan nol poin membuat frustrasi….

“Padahal hasil ini sangat penting untuk poin kejuaraan karena jika aku tidak menangpun atau hanya berada di posisi dua aku bisa menjaga klasemen sementara diposisi ketiga dengan Maverick dan hanya berjarak lima poin dari Dovi [Andrea Dovizioso] untuk bertarung diposisi runner up di Valencia….

“Sekarang Dovi telah menang dan kami harus bertarung dengan Maverick untuk berebut posisi ketiga. Aku rasa Valencia akan menjadi akhir pekan yang penting karena ini adalah salah satu trek yang paling sulit. Jika kita mampu kuat juga di sana itu positif….

” Tetapi aku juga senang karena bagaimanapun kami menjalani mimpi itu selama 15 putaran (leading). Setelah kemenangan Maverick (Aussie), itu menjadi hari yang luar biasa. Kami banyak bekerja pada penyetelan, dari depan kebelakang untuk membantu kinerja ban. Sejak Jumat aku memang sudah merasa sangat baik….

” Hasilnya bisa kalian lihat kami tampil kompetitif. Kami bisa bersaing didepan….termasuk Vinales hingga Zarco. Karena Vinales memulai dari belakang. So… bisa dipastikan Yamaha kali ini memang sangat kompetitif. Perubahan elektronik sudah berjalan sejak 3-4 balapan. Namun selain elektronik kami juga bekerja pada sisi mekanis…

” Kami bekerja dengan baik pada software tetapi kami harus juga fokus pada hardware dari Jepang. Aku pikir kita perlu beberapa hal detail, terutama di elektronik dan juga di mesin. Kami berbicara banyak dengan Jepang dan sepertinya cukup ampuh...” tutup Rossi…

Last…penampilan Vale di Sepang bisa dibilang yang terbaik sejak 2016. Penampilan yang hanya jedah satu minggu setelah kemenangan Maverick Viñales di Phillip Island, yang mengakhiri paceklik kemenangan 25 race berturut-turut sejak Assen Belanda 2017…..(iwb)

Advertisements