iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….hasil Yamaha di Motegi sebenarnya tidaklah buruk sebab Valentino Rossi masih bisa berada diposisi empat. Sebuah hasil yang cukup penting untuk mempertahankan posisinya diposisi klasemen sementara. So…kemajuan yang diraih tim Yamaha lumayan signifikan sejak Chang Buriram. Sedang Zarco dan Vinales masing-masing diposisi 6 dan 7. Namun bukan berarti Rossi puas. Hal ini diungkapkan Vale yang mengaku melakukan meeting dengan Yamaha dua jam setelah race Motegi usai. Pertanyaannya….apa yang diungkapkan dalam meeting dan gimana hasil meeting? berikut kata Vale seperti dilansir Gpone….

” Apa yang aku katakan tetap sama selama meeting dan tidak pernah berubah (tanpa memerinci lebih detil maksudnya). Hasil race tepat seperti perkiraanku dan memang potensi kita hanya di sana. Tentu saja hal ini tidak berarti membuatku gembira. Pada sesi pemanasan kita sudah melakukan kemajuan lumayan pesat dan di saat itu aku mulai berpikir optimis mampu masuk podium…

” Namun perkiraanku ternyata salah sebab kedua pembalap Suzuki serta Cruthlow lebih kencang dibanding kami. Pada lap-lap akhir ada beberapa pembalap crash sehingga secara point menguntungkan buatku. Sisi baiknya aku bisa menjaga kecepatan pada saat race Namun ternyata hal ini tidak membuat kami bisa mendekati barisan depan…..

” Kita tidak sekompetitif seperti di Thailand. Aku sudah mengatakan kepada bos Yamaha yang juga berada di sini bahwa sangat penting untuk melihat level kita saat ini. Aku tahu tidak mudah apalagi level dari persaingan memang sangat tinggi. Tapi harus ada perubahan serius (tahun depan?). Kedepan kita ke Aussie. Aku tidak berharap banyak walaupun di Phillip Island sekalipun sebab menurutku trek ini cukup aneh. Tapi tentu saja aku berharap kita bisa kuat disana…” tutup Vale…

Last…Valentino Rossi juga mengakui bahwa Marc Marquez Memang luar biasa dimusim 2018. Dan tanpa sungkan pembalap Yamaha ini memberikan selamat pada Marc. ” Dia pantas mendapatkannya karena Marc saat ini adalah pembalap terkuat musim ini...” tutup Vale. Sebuah komentar jujur yang harus kita apresiasi. Jelas dengan penuturan Valentino Rossi Yamaha saat ini terus berjuang dan berusaha mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh para pembalapnya. Kita lihat saja usaha mereka tahun depan sebab tahun ini bisa dipastikan bahwa Marc Marquez-Honda menjadi juara dunia MotoGP 2018. So…Rossi hanya harus mengejar Dovi untuk berebut runner up. Apakah bisa? kita lihat saja cak….(iwb)

iklan iwb
Previous articleKepincut Suzuki Bandit 150, dengkul sampai koklok cak !
Next articleBerikut kata Mick Doohan setelah recordnya digeser Marc Marquez
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

78 COMMENTS

  1. Yamaha contohin lah Kawasaki, biar WSBK ngga Ada siaran langsung yg penting juara 1( Dunia) terus!!!!! Buat apa ikut MotoGP ?Wong sudah laku di pasar global

  2. Bagaimanapun mesin konfigurasi V tetap dominan.. dari pada inline.. ya mau tidak mau ganti mesin.. tapi memang semua dari nol lagi mengingat harus sting ulang sasis dan mengumpulkan data dari ban juga.. ya kalo baru ganti di 2020.. kemungkinan besar bisa kompetitif di tahun kedua dan ketiga.. hahaha keburu Marquez sudah juara dunia 10kali di kelas premier

  3. Mau v engine,L,inline..semua ada klebihan kekurangan,insinyur pabrikan dh tau konsekuensi masing2..
    Intinya fansboy nikmatin aja..

  4. Tahun 2019 Yamaha harus TIDAK pernah podium, biar nanti 2020 dapat konsesi penuh sehingga bisa mengembangkan mesin selama musim berjalan. ?

  5. Yamaha contohin lah Kawasaki, biar WSBK ngga Ada siaran langsung yg penting juara 1( Dunia) terus!!!!! Buat apa ikut MotoGP ?Wong sudah laku di pasar global

  6. Bagaimanapun mesin konfigurasi V tetap dominan.. dari pada inline.. ya mau tidak mau ganti mesin.. tapi memang semua dari nol lagi mengingat harus sting ulang sasis dan mengumpulkan data dari ban juga.. ya kalo baru ganti di 2020.. kemungkinan besar bisa kompetitif di tahun kedua dan ketiga.. hahaha keburu Marquez sudah juara dunia 10kali di kelas premier

  7. Mau v engine,L,inline..semua ada klebihan kekurangan,insinyur pabrikan dh tau konsekuensi masing2..
    Intinya fansboy nikmatin aja..

  8. Coba mikir sederhana aja,mbah. Ducati dan Honda yg notabene pabrikan tertua dan berpengalaman dan memilih paki mesin v dibandingkan inline.pasti ada keunggulan lebih.mungkin ini seperti MotoGP 4tak dan 2tak tahun 2000an.
    #anabel(analisa gembel) gw sih.hhhhhh

    • Ngoaaahahahaaa..
      Itulah makanya… si tua bengek yg dulunya songong belagak paling jago, padahal yg besarkan dia adalah Honda. Yg bs bikin dia bermain dari grid belakang sampai grid terdepan.
      Lalu pas ke yamaho jadi susah untuk bermain lagi..
      Wkwkkwkwkwkw

    • Ngoaaahahahaaa..
      Itulah makanya… si tua bengek yg dulunya songong belagak paling jago, padahal yg besarkan dia adalah Honda. Yg bs bikin dia bermain dari grid belakang sampai grid terdepan.
      Lalu pas ke yamaho jadi susah untuk bermain lagi..
      Wkwkkwkwkwkw

  9. Coba mikir sederhana aja,mbah. Ducati dan Honda yg notabene pabrikan tertua dan berpengalaman dan memilih paki mesin v dibandingkan inline.pasti ada keunggulan lebih.mungkin ini seperti MotoGP 4tak dan 2tak tahun 2000an.
    #anabel(analisa gembel) gw sih.hhhhhh

  10. mgkin rosimin usul agar CC nya ditambah 5,trus pake jgn cm VVA tp jg pake VVB VVC VVD VVE VVF VVG VVH VVI VVJ VVK VVL dst…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here