iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB mung iso manggut-manggut sambil milin kumis saat membaca berita terbaru perkara wacana ganti plat nomer putih dibatalkan. Disisi lain IWB demen jingkrak kegirangan namun disisi lain juga heran, informasi koq gampang bener yak berubah-rubah. Yahh..namanya juga wacana cak. Dan betul pakde…..akhirnya sampeyan bisa tersenyum lega sebab untuk menerapkan teknologi license plate recognition atau disingkat sebagai LPR yang berhubungan dengan E-Tilang, tidak perlu menggant plat nomer dengan warna putih. Berikut alasannya…….

Kalau sampeyan baca artikel lawas IWB pasti tahu bahwa pihak Kepolisian memiliki wacana mengganti Seluruh warna plat kendaraan dengan warna putih tahun depan. Perubahan warna diperlukan sebab Mabes Polri berencana menerapkan teknologi license plate recognition atau disingkat sebagai LPR. Teknologi yang mampu mengidentifikasi pemilik kendaraan dengan bantuan CCTV. Untuk melakukannya diperlukan plat nomor berwarna putih bukan hitam seperti sekarang…

Yup…. menurut Kepala Biro penerangan masyarakat karopenmas divhumas Polri Brigjen M Iqbal yang IWB kutip dari beberapa media nasional… cara kerja yang digunakan teknologi LPR sebenarnya mirip dengan face recognition. Plat akan ditangkap oleh CCTV yang kemudian secara otomatis data bakal terkirim ke sistem yang akan di buat oleh Polri. Namun saat itu memang ada informasi dari direktur registrasi dan identifikasi Korlantas Polri Brigadir Jenderal Halim panggara….

iklan iwb

Beliau mengatakan bahwa hingga saat ini polisi masih berdiskusi dengan para ahli untuk menjalankan rencana tersebut. Seperti dilansir Tempo pihak kepolisian masih terus berdiskusi dan mempelajari penggunaan plat nomor warna putih ke beberapa negara luar. ” Masih tahap diskusi FGD (focus group discussion) pada tahun ini. Ada kajian kalau warna selain hitam itu bagus direkam oleh kamera, tapi kalau warna hitam susah direkam kamera, ini kajian dari para ahli saat diskusi. Warna terang seperti warna kuning, merah, ini kan terang..” terangnya. Dan hasil akhir ?

Menggembirakan sebab seperti dilansir Kompas wacana tersebut ora sido cak…wacana dibatalkan. Alasannya apa ? Karena kualitas CCTV sudah mumpuni. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf…untuk menerapkan tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/E-TLE) CCTV yang diimport dari Cina beda dengan milik dishub sehingga mampu menangkap plat hitam dengan baik. ” Jadi daya tangkapnya itu akurat lebih dari 90 persen. Kalau sudah seperti itu tidak perlu lagi kita ganti warna dasar pelat nomor,” ujar Yusuf seperti dilansir Kompas (19/9/2018)…..

Last…tentu ini kabar gembira karena kita tidak perlu repot mengganti plat nomer tahun depan. Jadi pihak kepolisian konon akan menggunakan CCTV canggih sehingga kemampuannya bak kamera pengintai. Mau posisi kendaraan jauh dengan zooming yang dimiliki pasti plat nomer akan tertangkap jelas. Btw…E-Tilang wacananya bakal mulai diuji coba mulai tahun depan. Kita tunggu dan lihat saja…..(iwb)

Advertisements

67 COMMENTS

  1. Orang indonesia masih banyak yg ga punya rekening,lagian di indonesia ga semua motor suratnya sesuai dengan yg bawa motor alias atas nama orang lain. ga akan efektih lah pertaturan semacam itu… sebagai contoh saja,ktp elekronik yg seharusnya tinggal gesek aja masih harus di foto kopi…. muehehehe

  2. Orang indonesia masih banyak yg ga punya rekening,lagian di indonesia ga semua motor suratnya sesuai dengan yg bawa motor alias atas nama orang lain. ga akan efektih lah pertaturan semacam itu… sebagai contoh saja,ktp elekronik yg seharusnya tinggal gesek aja masih harus di foto kopi…. muehehehe

  3. Impor dari sono lg, emangx g da negara yg lain ya..??
    Apa ya kwalitasx bagus, wong disana itu menilai kwantitas bukan kwalitas

    • ini nih orang awam. justru China produksinya bagus” sesuai budget. ada harga ada Rupa.. HP” yg ada di Indonesia walau merknya i phone Samsung dll lu kira buatan mana??? China Tong. Makanya kluar dri Goa.

    • iphone produksi di china tp mengikuti standar kwalitas di california, dia produksi di china krna upah buruh di sana bisa di tekan, brg china berkkualitas cuma yg bermerek doank, klo brg yg ga jelas merknya ya kwalitas pun gk jls

  4. Itu cm alasan saja biar produksi plat nomor current ttp jalan, klo ganti berarti produsen plat hrs mulai lg dr awal walau cm ganti warna, mungkin itu jg knp plat nomor di sini harus dua -depan – belakang.
    Bayangkan klo plat nomor cm 1 dr plastik/ pk stiker sprti negara2 asean & negara maju, produsen plat nomor current rugi bandar lah setelah berpuluh2 taun beroperasi krn suatu kebijakan mrk memangkas/stop produksi bayangkan jika produksinya plat tsb ada kerjasama dgn “pihak2 tertentu”, otomatis krn plat stop produksi berarti “pihak2 tertentu g dpt komisi, ingat ya buat plat nomor itu bahan bakunya logam otomatis mrk punya kerjasama dgn perusahaan logam, bayangkan komisi yg diterima dr pembuatan plat nomor current. Bayangkan sendiri.

  5. Awal ada info wacana plat putih kok gw lebih setuju kalo plat cukup 1 dibelakang tp gak tau juga sih kl plat depan buat mempermudah record camera tp stiker sebenernya uda oke macam di malay

  6. Jebakan batman , klw tuh motor di colong n tuh maling ngasal, n blm sempet lapor polkiss , bagai jatuh tertimpa tangga + balok, kan angsura blm lunas, tilang btumpuk, mtr ilang ….

  7. masalah tender itu ??? kalau ubah” kebijakan ubah lagi tender ny dan mungkin bisa nambah pengeluaran pemerintah dizaman ekonomi digoyang goyang ombak perang dagang mamarika ???
    lgian paling efektif di jkt doang yg udh mulai taat lalin, di kota lain boro”, diteriakin spiker aja masih bisa gaya” thuglife ???

  8. Mbange ganti warna, lebih setuju ganti font. Font yg lebih tebel niscaya lebih terlihar dan keren. Paling ndak kaya punya malaysia/singapura.
    Motore wes gagah, plat nomere ga mbois blas

  9. Nanti kita merasa ngga pernah ngelangar, eh tau2 pas perpanjang STNK kena banyak, eh ternyata akibat kesalahan sistem. Mau liat bukti2 gimana ?

    Atau katakanlah alamat KTP sesuai STNK beda, lalu pemberitahuan tilang polisi selalu salah alamat, taunya kita bayar ngerapel saat perpanjangan STNK plus denda nya kalo diberlakukan telat proses bayar ke denda.

    Masyarakat memang semakin kreatif cari nafkah lewat dagang/ bisnis, tapi aparat juga ngga kalah semakin kreatif cari nafkah lewat alasan penerapan aturan yang harus diterima.

  10. Itu cm alasan saja biar produksi plat nomor current ttp jalan, klo ganti berarti produsen plat hrs mulai lg dr awal walau cm ganti warna, mungkin itu jg knp plat nomor di sini harus dua -depan – belakang.
    Bayangkan klo plat nomor cm 1 dr plastik/ pk stiker sprti negara2 asean & negara maju, produsen plat nomor current rugi bandar lah setelah berpuluh2 taun beroperasi krn suatu kebijakan mrk memangkas/stop produksi bayangkan jika produksinya plat tsb ada kerjasama dgn “pihak2 tertentu”, otomatis krn plat stop produksi berarti “pihak2 tertentu g dpt komisi, ingat ya buat plat nomor itu bahan bakunya logam otomatis mrk punya kerjasama dgn perusahaan logam, bayangkan komisi yg diterima dr pembuatan plat nomor current. Bayangkan sendiri.

  11. Impor dari sono lg, emangx g da negara yg lain ya..??
    Apa ya kwalitasx bagus, wong disana itu menilai kwantitas bukan kwalitas

    • iphone produksi di china tp mengikuti standar kwalitas di california, dia produksi di china krna upah buruh di sana bisa di tekan, brg china berkkualitas cuma yg bermerek doank, klo brg yg ga jelas merknya ya kwalitas pun gk jls

    • ini nih orang awam. justru China produksinya bagus” sesuai budget. ada harga ada Rupa.. HP” yg ada di Indonesia walau merknya i phone Samsung dll lu kira buatan mana??? China Tong. Makanya kluar dri Goa.

  12. Mbange ganti warna, lebih setuju ganti font. Font yg lebih tebel niscaya lebih terlihar dan keren. Paling ndak kaya punya malaysia/singapura.
    Motore wes gagah, plat nomere ga mbois blas

  13. Jebakan batman , klw tuh motor di colong n tuh maling ngasal, n blm sempet lapor polkiss , bagai jatuh tertimpa tangga + balok, kan angsura blm lunas, tilang btumpuk, mtr ilang ….

  14. Awal ada info wacana plat putih kok gw lebih setuju kalo plat cukup 1 dibelakang tp gak tau juga sih kl plat depan buat mempermudah record camera tp stiker sebenernya uda oke macam di malay

  15. Nanti kita merasa ngga pernah ngelangar, eh tau2 pas perpanjang STNK kena banyak, eh ternyata akibat kesalahan sistem. Mau liat bukti2 gimana ?

    Atau katakanlah alamat KTP sesuai STNK beda, lalu pemberitahuan tilang polisi selalu salah alamat, taunya kita bayar ngerapel saat perpanjangan STNK plus denda nya kalo diberlakukan telat proses bayar ke denda.

    Masyarakat memang semakin kreatif cari nafkah lewat dagang/ bisnis, tapi aparat juga ngga kalah semakin kreatif cari nafkah lewat alasan penerapan aturan yang harus diterima.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here