iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…sepertinya Valentino Rossi makin mumet dengan performa Yamaha M1 setelah pada balap Misano hanya finish ke 7 (seharusnya 8 jika Lorenzo tidak dlosor). Ada dua poin yang disampaikan Vale perihal hasil Misano menyoroti para lawannya. Tapi satu hal yang menarik adalah Valentino Rossi mulai berpikir Mesin V4 Ducati-Honda lebih tangguh dari inline 4 Yamaha. Hhmm….koq jadi kayak gundah gulana ngono yo cak….

Apa yang terjadi dengan Yamaha saat ini mirip dengan GP500 tahun 1997 dimana Yamaha tidak menang sama sekali selama 22 race berturut-turut. Kondisi ini terulang dimusim 2017-2018. Menurut Valentino Rossi, Ducati dan Honda sebenarnya belajar dari Yamaha perihal karakter mesin yang smooth. Seperti yang kita tahu Rossi membantu Yamaha dan memastikan supaya mereka memilih mesin big bang (crossplane) dengan firing order counter rotating crankshaft ditahun 2004……

Dikombinasikan mesin inline, Yamaha terkenal dengan karakter mesinnya yang halus. Karakter tersebut membuat penyaluran tenaga smooth sehingga performa ban awet dari awal hingga akhir. Blue team sukses mengoleksi banyak kemenangan dengan konfigurasi tersebut. Namun seiring jaman dan waktu berjalan..sepertinya Yamaha tidak banyak meningkatkan level mesinnya. Kenapa ?

iklan iwb
iklan iwb

Disaat Honda dan Ducati berkembang M1 terkesan stuck. Masalahnya adalah kini kedua team tersebut juga sudah meninggalkan mesin Screamer yang cenderung liar dengan model Big bang firing order counter rotating crankshaft mirip dengan M1 sejak Motogp Assen tahun lalu. Bedanya…Ducati dan Honda menggunakan mesin konfigurasi V4 sementara Yamaha tetap inline 4. Apakah konfigurasi tersebut yang membuat mereka sedikit lebih tangguh dari Yamaha ?

” Rossi dengan bapak M1…Masao Furusawa. Duet mereka berdua menghasilkan generasi M1 yang tangguh..”

“Sepertinya dibeberapa tahun terakhir Ducati dan Honda membuat motor mereka mirip seperti Yamaha. Tapi mereka punya mesin V, sedang kami punya Inline 4 …. Bisa jadi [bagian dari masalah]. Tapi entahlah…aku juga kurang tahu… “ tukas Rossi mulai goyah. Vale mulai berpikir Mesin V4 Ducati-Honda lebih tangguh dari inline 4 Yamaha. Merespon analisa Rossi, Vinales belum yakin mesin V4 perlu dipertimbangkan meninggalkan Inline 4 seperti yang mereka gunakan sekarang. Berikut kata Vinales…

” Aku bukan teknisi, aku tidak tahu [jika Yamaha perlu pindah ke V4]. Yang aku tahu hanya satu yakni ketika motor memiliki traksi, maka motor tersebut akan menjadi motor terbaik. Tapi begitu kita kehilangan traksi, elektronik tidak membantu masalah tersebut, dan itulah biang kita susah kencang. Kamu tahu?

“Aku tidak pernah meleset di tikungan dalam 100 lap saat testing. Bahkan kemarin dan Jumat. Tapi semua berbalik karena saat race aku sudah ketinggalan hanya dalam satu lap, mungkin dua atau tiga tikungan. Jadi itu berarti…ada sesuatu yang salah pada motor. Kita perlu mencoba untuk memahami dan bekerja. Maksudku, sudah satu setengah tahun kami mengalami masalah dan cukup menderita, jadi hasil dalam satu race aku sudah tidak perduli...” seru Vinales seperti dilansir Crash…

Last…isu masalah konfigurasi baru pertama kali dilontarkan pembalap Yamaha. Sepertinya mereka memang bener-bener mumet cak. Jika kita intip tim…Yamaha sebenarnya tidak sendiri. Ada Suzuki yang juga menggunakan mesin MotoGP Inline empat silinder. Nyatanya Rins yang notabene bukan pembalap top bisa finish empat disaat Vinales kelima dan Rossi ketujuh. Artinya IWB yakin jika GSX-RR ditunggangi top rider, potensi mesin Suzuki tampil lebih baik sangat terbuka. Semoga masalah yang mendera Yamaha segera terselesaikan. Ora seru soale cak…asli. Kalau menurut sampeyan sendiri piye, apakah betul mesin V4 lebih superior dibanding inline 4? monggo berikan opininya…(iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

158 COMMENTS

  1. Sekarang eranya berbeda.
    Era rossi juara dunia ke belakang adalah era pembalap dimanjakan motor alias motor harus mudah dikendarai ( kecuali Doohan dengan NSR500 nya ).
    Setelah era itu, pembalap harus bisa menaklukan motor, seekstrim apapun motor itu ( kecuali Lorenzo dgn M1 yg cocok butter hamer style nya ). Stoner dan Marquez adalah tipe penakluk yg bisa juara walau motor mereka beringas.
    Rossi melempem di ducati karena emang si embah tipenya harus pake motor halus, dia bukan penakluk. Bahkan waktu pindah ke yamaha malah furusawa yang harus kerja keras nyediain motor manja buat rossi.
    Lorenzo malah mulai bisa menaklukkan ducati. Dovi butuh beberapa tahun tapi akhirnya tetep bisa menaklukkan ducati juga.
    Sekali lagi , era sekarang adalah kalo pengen juara harus bisa kuasai motor, apapun keadaan motormu, bukan era pembalap manja yang minta dikasih motor nyaman.

    • baru kali ini denger Rossi di manjakan Motor.. Yamaha dlu sebelum Ada rossi kan Ambruk. Rossi dateng ke Yamaha Kan Ngoprek mesin nya makanya jd juara.. Gua bukan Fans Yamaha, dan gua Fans Honda. Gua mengakui Motor Honda lebih dri segala Motor. Justru Motor Honda yg memanjakan Pembalap. liat motogp documenter yg ada rossi di Interview katanya Rossi menang gara” honda. Makanya dia Membuktikan Pindah ke Yamaha dengan ilmu dia di Honda dlu yg sampe d Puji” Honda sebagai Motor Sempurna. tp saat itu rossi kesal krna Honda dia rasa hanya mementingkan motornya, bkan Pembalapnya.

    • @fans
      Dan ternyata Rossi pun tetap butuh motor yg oke buat menang.

      Buat tim malah berbahaya kalo terlalu bergantung sama rossi.

      Jasa rossi yg dulu membawa yamaha jadi juara dunia rasanya skrg sirna. Yamaha kembali ke asal sebelum rossi datang.

  2. Nama sya Rio
    Sy asal dr Batam Kang Iwan,
    Maaf sy ingin beropini mengenai Motor M1 Milik Yamaha yg sebetulnya bnyak faktor yg mempengaruhiny mnjdi ketinggalan dngn Honda n Ducati, mnurut analisa simple sya adalah:
    1. Honda n Ducati Menggunakan 2 lubang knalpot shingga mengoptimalkan dorongan pembuangan n menambah speed secara tidak lngsung mengarah ke belakang, sedangkan M1 hny 1 n mengarah ke samping ( Hal ini mengibaratkn m1 hny menggunakan 1 kipas angin sedngkan Honda n Ducati menggunakan 2 kipas angin yg otomatis mempengaruhi speed, maknny perbedaan speed M1 dngn yg lain hny berkisran kurng lebih 5-20 km ) dlm hal ini M1 tetap motor kencang n perfek namun tidak menglami evolusi yg tepat mengikuti perkembangan pabrikan lainny dlm hal mesin n parts.
    2. M1 menggunakan mesin 4 inline tegak shingga piston mmbutuhkn effort lebih untuk mendongkrak keatas, sedangkan mesin v4 memiliki sudut kemiringan yg sedikit memudahkan piston bergerak secara cepat sehingga mempengaruhi tendangan mesin.
    3. M1 merupakan motor yg “Berat” jika diliat dr dimensi ny dibndingkn pabrikan lain, m1 sangat bongsor sehingga mmpngruhi aerodinamika serta kelincahan dalam berakselerasi. Hal ini wajar krn mengikuti mesin 4Inline yg dianutnya yg lebar.

    Demikian opini sya n sbnrny kasusnya ckup simpel jika Yamaha sudi dpat berpikir ulang n mau berevolusi. Harapan sya Team Yamaha dpat menyeimbangkan karakter n type mesin dengn cara mereka shingga setiap motor tidak menggunakan konfigurasi yg berbeda2.
    Terima kasih kang Iwan
    Salam hangat n jozzz gandoozzz

  3. setelah pada balap Misano hanya finish ke 7 (seharusnya 8 jika Lorenzo tidak dlosor) >> Yg bener posisi 9 kalau Jolor & Jack Miller ga dlosor

  4. Pembalap tuo….seng disalahke motore trs…jare the mantri sunat…iso ndandani karo nyetting motor dhewe…ngono iseh di sembah karo fbr croot…

  5. Menurutku ra bener juga kang nek V4 luwih tangguh Seko inline 4. Nek sing golekki potensi power aku setuju V4 luwih pas. Tapi iki balapan, power ia nothing without control. Wis bolak-balik pak Dhe Rossi ngeluh soal traksi ban (fokus sepertiga lap terakhir), iki kan berarti Dudu masalah mesin. Nek sampean ngeh, Yamaha struggle Kuwi pas unifikasi ECU, durung sempet adaptasi wis ditambah unifikasi software, Yamaha durung siap kang. Nek sampeyan ngeh juga, pas kualifikasi pernah kan pole position, tapi pas race moncrot banne ancur pas mendekati lap lap akhir. Siki wis dibentuk divisi khusus software Yamaha Nang Italia Kono, siki dhewek penthelengi bae perkembangane.

    • sik dhe,, ning WSBK kok kawasakti merajalela karo mesin inline timbang ducati mesin L.. berarti yg bosok kan memang motornya. bukan inline ato V/L engine.

    • masalah mesih bisa jg om, meskipun erat juga hubungannya dengan elektronik. ketika mesin terlalu liar mengirimkan tenaga ke roda, yang tanpa bisa di imbangi oleh kontrol elektronik, pastinya traksi ban terutama saat awal akselerasi di corner exit bakalan bikin ban cepet habis karena banyak spinnya… cmiiw

    • Jaman unified software kie jare sing paling ready ducati ro yampaha kok.
      Deloken 2015/16 ae mrongos 93 kponthal ponthal mergha sakdurunge dimanjakan nggo in house

    • Yang dikatakan rossi itu benar
      Konfigurasi crossplane crankshaft M1 itu masalah utamanya, mau diotak-atik elektroniknya kaya gimana juga tetap saja bermasalah.

      Mesin V lebih powerfull dibandingkan mesin inline dgn spek yang sama.

  6. secara teknis mesin v lebih sedikit inersia dan kerugian mekanis, berarti lebih powerfull. tapi di motogp yang banyak pembatasan, power bukan satu2nya kunci. justru kuncinya pada balance keseluruhan antara chassis dengan engine dan pembalap. suzuki kemarin lebih baik karena bisa jadi masih ikut aturan konsesi (meski menyatakan tidak suka, tapi gk mungkin juga testingnya ikut aturan non konsesi). yang jelas dana, teknisi, strategi team, kali ini jauh dibanding kompetitor. masalah inline atau v, secara logis masih menang v, tapi dengan aturan bobot minimal, keduanya masih seimbang. paling yang inline lebih boros sedikit bbmnya jika mau dibikin power setara v.

  7. yamaha jangan pakai mesin v cak, bukan ‘trademark’ mereka lho, mungkin perlu dipertimbangkan solusi SOHC VVA yang jadi andalan mereka sekarang ini, toh DNA-nya motogp

  8. tahun depan suzuki kan ada joan mir bisa lebih baik lagi performa antara duet joan mir dan alex rins. terutama joan mir akan menjadi the next superstar

    • Eh sia jadi fans jangan ejek merk laen. Ga suka boleh tapi hina jangan.
      Intinya jangan mulai duluan, kasian. Tapi kalo mereka macem2 baru kita hajar

    • ohhh vendor bikin pabrik spare parts cuma untuk balik modal, bukan untuk nyari untung. pengusaha macam apa itu cung?? smart kali kau cung

  9. “..setelah pada balap Misano hanya finish ke 7 (seharusnya 8 jika Lorenzo tidak dlosor)”

    ini prestasi luar biasa sekali,, seharusnya rossikil posisi 8 tp berkat gelar the doctor dia bisa naikan urutan ke posisi 7 !! Luar biasaa.. ?

  10. mencoba berkomentar dari sudut pandang teknis sejauh ilmu pengetahuan yg ane pahami, jelas mesin V4 punya keunggulan mutlak yg tidak dimiliki mesin inline 4, yaitu:
    1. mesin V4 yg dipake Honda & Ducati (dan mungkin kompetitor lain jg) punya sudut angle 90° dimana menurut teori mesin V bersudut siku2 demikian punya keunggulan balancer alami, sehingga tak perlu pakai balancer tambahan kayak mesin crossplane M1 yg justru nambah bobot dan lost power.
    2. Diatribusi bobot motor lebih balance antara depan dan belakang, bikin roda belakang lebih punya grip dibanding mesin Inline 4 yg bobotnya tertumpu lebih kedepan.
    3. mesin V4 punya keuntungan panjang total crankshaft lebih pendek, jadi bisa berputar lebih ringan, memungkinkan berputar lebih tinggi ketinbang inline 4.
    4. punya torsi lebih baik/lebih nampol ketimbang inline 4. terbukti motor torsi rata2 pakai mesin V 90°
    kurang lebihnya mohon maaf, mungkin bisa dikoreksi/ditambahi.

  11. ” Aku bukan teknisi, aku tidak tahu [jika Yamaha perlu pindah ke V4]. Yang aku tahu hanya satu yakni ketika motor memiliki traksi, maka motor tersebut akan menjadi motor terbaik. Tapi begitu kita kehilangan traksi, elektronik tidak membantu masalah tersebut, dan itulah biang kita susah kencang. Kamu tahu?”

    Rossikil cuma tau HANYA mslh traksi haha.. itu semua rider jg tahu klo HANYA mslh traksi,, seorang jolor aja punya kemampuan troubleshoot yg jitu dlm hal mslh internal yg ducati sendiri pun ga kira yaitu mslh design tangki yg ternyata berpengaruh besar ke performa ducati dan ini mslh yg rossikil sendiri jg ga bisa temukan atau minimal bisa ksh input (problem tangki atau bisa lainnya) ke team ducati pada saat dia disana

    Kurang lbh problem M1 skrg ga bisa improve byk troubleshoot jg karena ridernya kurang bisa ksh input solving point dan itu yg teknisi perlukan, ga perlu solusi global tp minimal bisa kompetitif dgn rival atau meng-optimalkan yg ada atau tahu limitasi performa tunggangan macam marq,, jgn cuma jagonya trik2 kotor jegal rival ?

    • vinales karma.dmi yamaha ninggalin suzuki yg dipikir mngkin dgn yamaha akan mdah jdi jurdun.nyatanya malah mnderita… yg ktanya bkl jd msuh berat marques.. ga batle smpe skr..hii

    • Yaelah…mosok masalah design tangki…
      Mau bulat, mau kotak, mau bungkus…eh
      Yg penting itu kenyamanan rider, itu tangki dimodif buat kenyamanan posisi lorenso Pakdhe….

    • Vinales ..
      Yg nyebut diri predator lah, the mack the top gun..
      Giliran Di interview banyakan gatau nya..
      Cuman tau nge gas.
      Cb itu tutup pentil pakein yg wrna ijo. Yg buat nitro siapa tau nambah traksi

  12. Pak legend tua nakal aja bingung apalagi kacung garda depan yamama,mau jualan pake tipu tipu selogan sempakin di depan kenyataanya selalu jadi keset ngonda..

    • Makanya besok pilih presiden dari Eropa…. Ngeropah semua kaum ningrat coiyy…… Wapres dari jepun. Biar laaagh mereka membawa Indonesia maju n modern…..

  13. Ledakan di ruang pembakaran atau silinder head, menyebabkan piston terlempar menjauh. Tapi karena ujung stang piston itu dikasih bandul pemberat, maka akan memutar dan melemparkan piston kembali ke tempat semula. Nahh… pas piston kelempar menjauh atau ke bawah, ada virtual sound-nya, yaitu Oss. Saat piston balik ke tempat semula atau ke atas, virtual sound-nya adalah Selok. Waktu tuas throttle dipuntir-puntir, knalpot nya bunyi Ngueennng… Ngueennng…… Trus piston nya naik turun terus-menerus… Mak slok oselok oselok gituu mbokdheee…….

  14. Sekarang eranya berbeda.
    Era rossi juara dunia ke belakang adalah era pembalap dimanjakan motor alias motor harus mudah dikendarai ( kecuali Doohan dengan NSR500 nya ).
    Setelah era itu, pembalap harus bisa menaklukan motor, seekstrim apapun motor itu ( kecuali Lorenzo dgn M1 yg cocok butter hamer style nya ). Stoner dan Marquez adalah tipe penakluk yg bisa juara walau motor mereka beringas.
    Rossi melempem di ducati karena emang si embah tipenya harus pake motor halus, dia bukan penakluk. Bahkan waktu pindah ke yamaha malah furusawa yang harus kerja keras nyediain motor manja buat rossi.
    Lorenzo malah mulai bisa menaklukkan ducati. Dovi butuh beberapa tahun tapi akhirnya tetep bisa menaklukkan ducati juga.
    Sekali lagi , era sekarang adalah kalo pengen juara harus bisa kuasai motor, apapun keadaan motormu, bukan era pembalap manja yang minta dikasih motor nyaman.

    • baru kali ini denger Rossi di manjakan Motor.. Yamaha dlu sebelum Ada rossi kan Ambruk. Rossi dateng ke Yamaha Kan Ngoprek mesin nya makanya jd juara.. Gua bukan Fans Yamaha, dan gua Fans Honda. Gua mengakui Motor Honda lebih dri segala Motor. Justru Motor Honda yg memanjakan Pembalap. liat motogp documenter yg ada rossi di Interview katanya Rossi menang gara” honda. Makanya dia Membuktikan Pindah ke Yamaha dengan ilmu dia di Honda dlu yg sampe d Puji” Honda sebagai Motor Sempurna. tp saat itu rossi kesal krna Honda dia rasa hanya mementingkan motornya, bkan Pembalapnya.

    • @fans
      Dan ternyata Rossi pun tetap butuh motor yg oke buat menang.

      Buat tim malah berbahaya kalo terlalu bergantung sama rossi.

      Jasa rossi yg dulu membawa yamaha jadi juara dunia rasanya skrg sirna. Yamaha kembali ke asal sebelum rossi datang.

  15. Nama sya Rio
    Sy asal dr Batam Kang Iwan,
    Maaf sy ingin beropini mengenai Motor M1 Milik Yamaha yg sebetulnya bnyak faktor yg mempengaruhiny mnjdi ketinggalan dngn Honda n Ducati, mnurut analisa simple sya adalah:
    1. Honda n Ducati Menggunakan 2 lubang knalpot shingga mengoptimalkan dorongan pembuangan n menambah speed secara tidak lngsung mengarah ke belakang, sedangkan M1 hny 1 n mengarah ke samping ( Hal ini mengibaratkn m1 hny menggunakan 1 kipas angin sedngkan Honda n Ducati menggunakan 2 kipas angin yg otomatis mempengaruhi speed, maknny perbedaan speed M1 dngn yg lain hny berkisran kurng lebih 5-20 km ) dlm hal ini M1 tetap motor kencang n perfek namun tidak menglami evolusi yg tepat mengikuti perkembangan pabrikan lainny dlm hal mesin n parts.
    2. M1 menggunakan mesin 4 inline tegak shingga piston mmbutuhkn effort lebih untuk mendongkrak keatas, sedangkan mesin v4 memiliki sudut kemiringan yg sedikit memudahkan piston bergerak secara cepat sehingga mempengaruhi tendangan mesin.
    3. M1 merupakan motor yg “Berat” jika diliat dr dimensi ny dibndingkn pabrikan lain, m1 sangat bongsor sehingga mmpngruhi aerodinamika serta kelincahan dalam berakselerasi. Hal ini wajar krn mengikuti mesin 4Inline yg dianutnya yg lebar.

    Demikian opini sya n sbnrny kasusnya ckup simpel jika Yamaha sudi dpat berpikir ulang n mau berevolusi. Harapan sya Team Yamaha dpat menyeimbangkan karakter n type mesin dengn cara mereka shingga setiap motor tidak menggunakan konfigurasi yg berbeda2.
    Terima kasih kang Iwan
    Salam hangat n jozzz gandoozzz

  16. setelah pada balap Misano hanya finish ke 7 (seharusnya 8 jika Lorenzo tidak dlosor) >> Yg bener posisi 9 kalau Jolor & Jack Miller ga dlosor

  17. Pembalap tuo….seng disalahke motore trs…jare the mantri sunat…iso ndandani karo nyetting motor dhewe…ngono iseh di sembah karo fbr croot…

  18. Ya iyalah cak,mesin v lbh power full,masalah mesin liar kan udh ada elektronik yg mengontrolnya.yamaha budeg sih dah tau yg menang Mulu mesin v msh aja pake inline.

  19. Sebenarnya pihak hnd lebih menyukai power dri mesin dulu tipe screaming. Sangat buas ganas , hanya saja..sangat susah mendapatkan rider yg mampu menaklukkannya, kec marques .

  20. IMHO, kalo masalah tangguh mesin V4 lebih superior dibanding inline4, tapi semua orang juga tau kalo Yamaha itu unggul ditikungan karena sasis dan mesin inline 4 itu relatif lembut jadi saat speed corner bisa lebih buka gas tanpa takut high side, (sebelum masalah elektronik) . Liat CS 27 sama MM93, biar dapet speed corner berani ngesot, cuma masalah nya skrng gimana kasus nya kalo pabrikan dengan mesin V4 bisa dapet settingan elektronik dan sasis yg klop, sehingga ditrek lurus dan corner kencang, (tengok Ducati ) CMIIW

  21. masalah yamaha ada berat crankshaft yg terlalu ringan, sehingga tenaganya buas alhasil ban belakang spin, traksi hilang. diutakatik electronic nya pun masih saja belum bisa hilang, jadi tunggu tahun depan.. Suzuki dan Honda pun mengalami pada musim sebelumnya..saya kira itu cak, copas dari blog sebelah

  22. Masalah yamaha adalah karena dia berwarna biru, coba kalo berwarna hitam, pasti masih agak lumayan di awal musim. ngekek ngekek ngekek ngekek

  23. Ya iyalah cak,mesin v lbh power full,masalah mesin liar kan udh ada elektronik yg mengontrolnya.yamaha budeg sih dah tau yg menang Mulu mesin v msh aja pake inline.

  24. Masalah yamaha adalah karena dia berwarna biru, coba kalo berwarna hitam, pasti masih agak lumayan di awal musim. ngekek ngekek ngekek ngekek

  25. Menurutku ra bener juga kang nek V4 luwih tangguh Seko inline 4. Nek sing golekki potensi power aku setuju V4 luwih pas. Tapi iki balapan, power ia nothing without control. Wis bolak-balik pak Dhe Rossi ngeluh soal traksi ban (fokus sepertiga lap terakhir), iki kan berarti Dudu masalah mesin. Nek sampean ngeh, Yamaha struggle Kuwi pas unifikasi ECU, durung sempet adaptasi wis ditambah unifikasi software, Yamaha durung siap kang. Nek sampeyan ngeh juga, pas kualifikasi pernah kan pole position, tapi pas race moncrot banne ancur pas mendekati lap lap akhir. Siki wis dibentuk divisi khusus software Yamaha Nang Italia Kono, siki dhewek penthelengi bae perkembangane.

    • Jaman unified software kie jare sing paling ready ducati ro yampaha kok.
      Deloken 2015/16 ae mrongos 93 kponthal ponthal mergha sakdurunge dimanjakan nggo in house

    • masalah mesih bisa jg om, meskipun erat juga hubungannya dengan elektronik. ketika mesin terlalu liar mengirimkan tenaga ke roda, yang tanpa bisa di imbangi oleh kontrol elektronik, pastinya traksi ban terutama saat awal akselerasi di corner exit bakalan bikin ban cepet habis karena banyak spinnya… cmiiw

    • sik dhe,, ning WSBK kok kawasakti merajalela karo mesin inline timbang ducati mesin L.. berarti yg bosok kan memang motornya. bukan inline ato V/L engine.

    • Yang dikatakan rossi itu benar
      Konfigurasi crossplane crankshaft M1 itu masalah utamanya, mau diotak-atik elektroniknya kaya gimana juga tetap saja bermasalah.

      Mesin V lebih powerfull dibandingkan mesin inline dgn spek yang sama.

  26. secara teknis mesin v lebih sedikit inersia dan kerugian mekanis, berarti lebih powerfull. tapi di motogp yang banyak pembatasan, power bukan satu2nya kunci. justru kuncinya pada balance keseluruhan antara chassis dengan engine dan pembalap. suzuki kemarin lebih baik karena bisa jadi masih ikut aturan konsesi (meski menyatakan tidak suka, tapi gk mungkin juga testingnya ikut aturan non konsesi). yang jelas dana, teknisi, strategi team, kali ini jauh dibanding kompetitor. masalah inline atau v, secara logis masih menang v, tapi dengan aturan bobot minimal, keduanya masih seimbang. paling yang inline lebih boros sedikit bbmnya jika mau dibikin power setara v.

  27. yamaha jangan pakai mesin v cak, bukan ‘trademark’ mereka lho, mungkin perlu dipertimbangkan solusi SOHC VVA yang jadi andalan mereka sekarang ini, toh DNA-nya motogp

  28. tahun depan suzuki kan ada joan mir bisa lebih baik lagi performa antara duet joan mir dan alex rins. terutama joan mir akan menjadi the next superstar

  29. Emangnya yamimi bisa apa lawan honda?
    cuma main2 sasis sama cat body doang.
    Jualan suling aja sono..
    Wkwkwkwkwk

    • Eh sia jadi fans jangan ejek merk laen. Ga suka boleh tapi hina jangan.
      Intinya jangan mulai duluan, kasian. Tapi kalo mereka macem2 baru kita hajar

    • ohhh vendor bikin pabrik spare parts cuma untuk balik modal, bukan untuk nyari untung. pengusaha macam apa itu cung?? smart kali kau cung

  30. Pak legend tua nakal aja bingung apalagi kacung garda depan yamama,mau jualan pake tipu tipu selogan sempakin di depan kenyataanya selalu jadi keset ngonda..

    • Makanya besok pilih presiden dari Eropa…. Ngeropah semua kaum ningrat coiyy…… Wapres dari jepun. Biar laaagh mereka membawa Indonesia maju n modern…..

  31. Ledakan di ruang pembakaran atau silinder head, menyebabkan piston terlempar menjauh. Tapi karena ujung stang piston itu dikasih bandul pemberat, maka akan memutar dan melemparkan piston kembali ke tempat semula. Nahh… pas piston kelempar menjauh atau ke bawah, ada virtual sound-nya, yaitu Oss. Saat piston balik ke tempat semula atau ke atas, virtual sound-nya adalah Selok. Waktu tuas throttle dipuntir-puntir, knalpot nya bunyi Ngueennng… Ngueennng…… Trus piston nya naik turun terus-menerus… Mak slok oselok oselok gituu mbokdheee…….

  32. Sebenarnya pihak hnd lebih menyukai power dri mesin dulu tipe screaming. Sangat buas ganas , hanya saja..sangat susah mendapatkan rider yg mampu menaklukkannya, kec marques .

  33. IMHO, kalo masalah tangguh mesin V4 lebih superior dibanding inline4, tapi semua orang juga tau kalo Yamaha itu unggul ditikungan karena sasis dan mesin inline 4 itu relatif lembut jadi saat speed corner bisa lebih buka gas tanpa takut high side, (sebelum masalah elektronik) . Liat CS 27 sama MM93, biar dapet speed corner berani ngesot, cuma masalah nya skrng gimana kasus nya kalo pabrikan dengan mesin V4 bisa dapet settingan elektronik dan sasis yg klop, sehingga ditrek lurus dan corner kencang, (tengok Ducati ) CMIIW

  34. masalah yamaha ada berat crankshaft yg terlalu ringan, sehingga tenaganya buas alhasil ban belakang spin, traksi hilang. diutakatik electronic nya pun masih saja belum bisa hilang, jadi tunggu tahun depan.. Suzuki dan Honda pun mengalami pada musim sebelumnya..saya kira itu cak, copas dari blog sebelah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here